FollowTwitSadah@FahrieSadah
Sob, kita sambung tentang filosofi semut ya..
Kali ini tidak hanya bicara tentang kepintaran, namun lebih
dari sekedar pintar, semut juga memiliki cinta kasih. Untuk mencapai tujuan
bersama, semut rela berkorban untuk sesama..
Sebuah koloni semut mempunyai norma-norma yang mengatur
kepentingan koloni, kepentingan bersama, kepentingan berjama’ah! Umat semut
telah terbukti memiliki peradaban tinggi, arsitek handal yang telah
berhasil membangun ‘istana’ dan ‘gedung pencakar langit’ sejak jutaan tahun yang lalu.
Dan sungguh, mereka telah sukses menerapkan fiqih sosial dalam kehidupan
ber-koloni-nya. Salah satu-nya tampak pada jembatan yang mereka bangun, aku
menyebutnya.. ‘jembatan cinta’.
Bila perjalanan mereka terhalang oleh sebuah ‘jurang’
misalkan, atau inginkan sebuah ‘jalan pintas’ dan mereka merasa perlu sebuah
jembatan sebagai penghubung, maka jadilah jembatan ini..
![]() |
Gambaran sebuah toleransi.. |
Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana usaha keras
mereka, saling berbegangan erat agar terbentuk jembatan yang kokoh.
Bentuk sebuah pengorbanan.. |
Renungkanlah bersamaku, bagaimana ‘jembatan hidup’ ini
dibangun dengan pengorbanan sebagian semut terhadap semut yang lain… Apakah
semut-semut yang berperan sebagai jembatan itu tidak merasa kesakitan saat semut-semut
lain melintasi mereka?
Lukisan sebuah kesabaran..
|
Silakan lihat videonya di sini:
Melihat jembatan ini, kita akan menemukan toleransi, pengorbanan dan kesabaran.
Jembatan ini, jembatan cinta..
Sampai di sini izinkan aku berhenti sejenak, untuk sekedar menarik nafas panjang.. Aku teringat sebuah Hadist Rasulullah Saw, yang berbunyi;
لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Tidak sempurna iman seseorang,
hingga ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”
Semut telah mengamalkan Hadist Rasulullah di atas,
bagaimana dengan kita?
bagaimana dengan kita?
jembatan cinta , so sweet..
Sebagian besar orang akan lebih sibuk dengan diri mereka sendiri, dan selalu mengelak bahwa dia sebenarnya butuh pertolongan!
Sekarang memang sudah jarang orang yg melakukan pengorbanan dengan tulus.
Follow back guys,
http://cagag.blogspot.com
Tiya :: Hehe.. memeng sweet ^^
Sucipto :: Makasih dah mampir Sob, segera folback ^^
huhuhuhu...jadi terharu bang baca tulisan ant tentang semut-semut ini...Subhanalloh..semoga kita termasuk salah satu ummat Rosul yang dapat mengamalkan sunnah beliau..Amiiin..
Amin ya rabbal 'alamin ^^
Semut sudah mencontohka, mestinya kita lebih bisa mengamalkan sunnah tersebut ya :)
TFS...
Semoga Mbak, eh.. TFS apaan?
sungguh, begitu banyak kebesaran dan pelajaran yang Allah tebarkan di muka bumi ini, termasuk dari makhluk kecil si semut.Maka beruntunglah orang yang mampu 'membaca' pelajaran yang tak selamanya berupa tulisan.
Salam kenal, salah ukhuwah.
Subhanallah, kalau sifat kerjasama semut ane sudah tahu sob. Tapi kalau melihat semut bikin jembatan agar bisa menyeberangi rintangan. Ane baru tahu lewat postinganmu sob. Sebuah pengorbanan dan kerjasama yang solid.
Jadi malu sama semut sob, terkadang kita susah dalam berkorban sob.
Abi :: Bagi siapa saja yang mau berfikir ..
Yitno :: Betul, sikap solidaritas itu yang semakin menipis dalam masyarakat kita sekarang ..
sedap