Senin, 28 Mei 2012

Tanya Hatimu ..

13 komentar

Setiap kita diciptakan dengan memiliki hati yang fitrah, hati yang suci dan bersih. Dengan hati ini, pada dasarnya kita mampu mendeteksi mana yang baik dan mana yang buruk. Agama membentengi dan menjaga hati kita dari dalam, agar tidak terkontaminasi udara buruk yang sering menyerang. 


Dr. Aidh Al-Qarni (Pengarang La Tahzan), mengatakan “Berbahagialah kamu, siapasaja yang memiliki kebun di hatinya, yang berhias iman dan zikir, dan memiliki taman di akalnya, yang berhias ilmu dan pengalaman-pengalaman hidup”.

Sob, ada segelintir yang hatinya sudah mati karena virus dosa. Bergelimang dalam perbuatan dosa dapat membinasakan hati, karena dosa-dosa itu layaknya parasit yang terus akan mengisap sari pati kebaikan hati. Kalau sudah begini, jangankan menyesal ataupun merasa gelisah! Ia bahkan bangga dengan perbuatan dosa yang telah dilakukan..

Tapi, bila masih ada gelisah itu kala kita berbuat dosa.. bila masih ada gundah dan persasaan menyesal itu saat berbuat salah.. bila masih ada perasaan malu itu, ketika perbuatan buruk kita diketahui orang lain.. Maka, bersyukurlah.. hati kita masih berfungsi dengan baik! 

عن وابصة بن معبد رضي الله عنه قال : قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم: " اسْتَفْتِ قَلْبَكَ! الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَـيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَـيْهِ الْقَلْبُ وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِـي النَّفْسِ، وَتَرَدَّدَ فِـي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْك"
)
أخرجه الإمام أحمد(

Wabisoh bin ma’bad berkata; Rasulullah bersabda ketika aku bertanya tentang kebaikan dan kejahatan ; “Tanya hatimu..! Kebaikan adalah suatu perbuatan yang menentramkan jiwa dan hati, sedangkan kejahatan adalah suatu perbuatan yang meng-galaukan jiwa, dan meninggalakan rasa gelisah di dada meskipun banyak yang mendukung perbuatanmu
(HR. Ahmad)


Regards,-

Continue reading →
Jumat, 18 Mei 2012

Bukan Episode Terakhir

25 komentar


Satu lagi episode hidup-ku berlalu
Ada tawa ria menghempas, lepas seikhlas mentari
Menari-nari berselubung seringai sungsang
Sesekali tersedak, menahan himpitan geladak
Haru melantak, takabur sampai lupa kubur
Aku bingung, haruskah aku gembira? Atau sedih..

Apapun yang sudah lalu, hilang begitu saja
Atau membekas parut, mengaibkan jiwa
Semata inprovisasi dari wayang kacangan sepertiku
Kukira hebat, padahal mungkin terlihat bodoh di depan-Mu
Ampuni aku, Wahai Sutradara Kehidupan..

Jika masih ada episode selanjutnya
Kan kuperbaiki peranku..
Kan kuberi penawar, bukan penyakit!
Kan kusemai mawar, bukan menabur duri!
Semoga harapan ini, belum menjadi layu

(Sudan, Mei 2012)
Continue reading →
Kamis, 10 Mei 2012

7 Golongan Manusia yang Bebas dari Virus Galau

23 komentar


Galau? Ungkapan ini makin sering muncul di fesbuk maupun twit, ini menunjukkan makin banyaknya penderita galau (pegalau). Perasaan yang tidak menentu, hati yang tidak tenang, pikiran kacau, bimbang, resah, gelisah, merasa bersalah, murung, mudah cemas, gampang panik, cepat marah dan tersinggung, suka mengeluh adalah beberapa gejala penyakit galau.

Ketika mentadabburi Al-Qur’an Surah Al-Ma’arij ayat 19 - 35, aku seketika tertegun! Wow, unbelievable! Ternyata fenomena galau sudah termaktub dalam Al-Qur’an sejak belasan abad lalu.. 

إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعاً ...


Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah (Galau) 

Eiiits! Ayat ini tidak berhenti di situ saja! Jadi jangan diartikan galau itu adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari manusia. Pada ayat setelahnya, disebutkan ada tujuh golongan manusia yang akan terbebas dari virus galau ini. Mau tau siapa saja? Mari kita baca sama-sama kelanjutan ayat di atas …

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah (Galau), apabila ditimpa kesusahan ia akan berkeluh kesah, apabila diberi kemudahan ia bersifat kikir, kecuali ...

1.  Orang-orang yang menjaga shalatnya dan khusyuk dalam shalatnya (QS. Al-Ma’arij :22-23)

Shalat dan zikir memang terbukti ampuh untuk menenangkan hati. Mangkanya, saat marah kita dianjurkan shalat dua raka’at agar emosi kita reda. Jadi tidaklah aneh, bila mereka yang selalu menjaga shalatnya akan terbebas dari penyakit galau.

2.  Orang-orang yang suka bersedekah (QS. Al-ma’arij: 24-25)

Pada surah al-ma’arij ayat 21, dijelaskan bahwa galau paling mudah menjangkit orang-orang kikir. Ketika kita telah diperbudak oleh harta, maka kita akan cepat galau bila kehilangannya. Obatnya apa? Ya, rajin-rajinlah bersedekah, karena bersedekah adalah kiat untuk membebaskan hati kita dari kungkungan nafsu akan harta benda duniawi.

3.  Orang-orang yang benar-benar yakin akan datangnya hari kiamat (QS. Al-Ma’arij :26)

Kalau kita selalu ingat, bahwa tidak ada yang kekal di atas bumi ini, bahwa hari kiamat akan datang suatu saat nanti. Maka, insyaallah segala tindak perilaku kita akan menjauhkan diri kita dari penyakit galau.

4.  Orang-orang yang takut pada siksa Allah (QS. Al-Ma’arij : 27-28)

Orang yang sering melakukan dosa, tentu hidupnya akan terus diliputi perasaan galau. Dosa-dosa itu akan terus menghantui, lalu menimbulkan rasa menyesal dan takut yang mendalam. Beruntunglah bagi siapa saja yang mau bertaubat, karena ia tahu bahwa azab Allah sangatlah pedih. Orang yang ingat akan azab Allah, saat ditimpa cobaan maupun musibah tidak akan mudah mengeluh, ia senantiasa beristighfar, mohon ampun kepada Allah, karena ia merasa cobaan dan musibah itu datang karena dosa-dosa yang telah ia perbuat.

5.  Orang-orang yang menjaga kemaluaannya dari dosa (QS. Al-Ma’arij : 29-31)

Sepertinya kasus galau yang paling banyak adalah galau cinta, hehe. Karenanya, kita mesti hati-hati dengan cinta terhadap makhluk. Lain halnya dengan cinta kepada Allah, tentunya tidak akan galau. Salah satu bentuk cinta kepada Allah adalah selalu menjalankan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.
 
Dosa anak manusia paling banyak disebabkan oleh lisan dan kemaluannya. Coba saja tanyakan pada para penganut freeseks, apa yang mereka rasakan? Kesenangan itu hanya sebentar saja, pada saat ‘melakukan’, namun setelah itu perasaan bersalah akan menghantui mereka, bersalah pada Allah, pada orang tua, pada pasangan, dan pada diri sendiri… galau!

6.  Orang-orang yang menjaga amanah dan menepati janji (QS. Al-Ma’arij: 32 )

Kadangkala godaan itu datang dalam situasi yang tidak terduga, amanah yang kita emban juga sangat potensial mendapat godaan, bila amanah ini kita selewengkan demi kepantingan pribadi, maka siap-siaplah terkena galau seperti para koruptor yang memutuskan untuk bunuh diri! Serem..

7.  Orang-orang yang bersaksi dengan sebenar-benarnya (Qs. Al-Ma’arij : 33)

Demikian halnya kesaksian, dosa besar bila kita memberikan kesaksian palsu di pengadilan. Walau dengan iming-iming apapun, kita harus tetap kukuh memberikan kesaksian yang benar, jangan sampai mendholimi orang lain, nanti bisa galau..

Sobats, satuhal yang harus kita yakini seyakin-yakin-nya, sebesar apapun dosa yang telah kita lakukan, pintu taubat tetap terbuka selebar-lebarnya, karena Allah maha pengampun dosa.. 

Semoga kita bisa terbebas dari perasaan GALAU..


Salam,-
Continue reading →
Kamis, 03 Mei 2012

Mesjid Seluas Hamparan Bumi

19 komentar
Shalat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di hari perhitungan nanti.. Rasulullah Saw bersabda;


 (رواه أبو داود) إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ
Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari kiamat nanti adalah shalat... (HR. Abu Daud)

Shalat juga merupakan wasiat terakhir yang diucapkan Baginda Rasulullah di detik-detik kepergian Beliau.. Lihat kembali artikel; 7 Hari Menjelang Wafat Nabi Muhammad Saw, beliau bersabda;


الصلاة.. الصلاة.. الصلاة.. وما ملكت أيمانكم
(Dirikanlah shalat, shalat, shalat! Dan bebaskan budak-budakmu..!)

Persoalan yang sering kita alami, bila sedang di luar rumah, apakah itu di tempat perbelanjaan, di perkantoran atau pusat kota dan berniat menunaikan shalat, akan terlontar pertanyaan seperti ini, “Mesjid jauh gak ya dari sini?” atau begini, “Di mall ini ada mushallanya gak ya?” 

Dan sering pula, lebih terkesan sebagai sebuah keluhan, “Waduh, mesjidnya jauh! Harus putar balik nih kalau mau ke mesjid..” Atau begini, “Ya.. mushallanya ada di tingkat paling atas! Mana gak ada lift lagi..”

Yang paling parah, dalam situasi ini banyak yang akhirnya tidak mengindahkan shalat.. “Duh ribet.. ntar di rumah ajalah dirapel” atau begini, “Bisa terjebak macet nih kalau shalat dulu..”

Sudah menjadi persepsi umum, bahwa shalat itu hanya dilakukan di mesjid (yang berbentuk bangunan khusus), di mushalla atau tempat-tempat yang memang khusus di sediakan untuk shalat. Hal ini menjadikan shalat seakan hanyalah seremonial atau upacara yang harus dilakukan di ruang tertentu saja, dan memanglah terlihat.. masyarakat kita masih banyak yang kurang meresapi shalat itu sendiri, selain sebagai kewajiban semata..

Padahal, mesjid itu seluas hamparan bumi, asalkan kita yakin akan kesucian tempat itu, maka kita bisa shalat dimana saja di atas bumi ini. Di lantai kantor, di lobby, di parkiran, bahkan di taman-taman kota. Why not? Ulama telah sepakat akan hal ini, shalat boleh di mana saja kecuali di kuburan (Dimakruhkan shalat wajib) atau di tempat-tempat kotor seperti kamat mandi, kandang ternak dan tempat pembuangan sampah.

Rasulullah Saw bersabda;

وجعلت لنا الأرض كلها مسجدا ( رواه مسلم،1 / 371  ، رقم 522)

“Dan telah dijadikan bumi ini seluruhnya sebagai mesjid” 
(HR. Muslim, jld 1, hal 371, no. 522)

الأرض كلها مسجد إلا المقبرة والحمام  (سنن الترمذي ، 2 / 260 )

“Bumi ini seluruhnya (bisa) sebagai mesjid kecuali kuburan dan kamar mandi” 
(HR. Tirmizi, jld 2, hal 260)

Jadi, jangan ragu untuk shalat di mana saja, ini juga bisa jadi syi’ar, dakwah dan ajakan bagi orang lain yang melihatnya..

Di sudut taman kota
Di depan sebuah restoran

Di halaman sebuah pasar hewan

Di pekarangan kantor

Di tengah-tengah padang tandus

Di perkebunan

Di sebelah kios kecil pinggir jalan

Di halaman terbuka pinggir jalan

Kapan pemandangan seperti ini terlihat di Indonesia?? Yang kononnya, bangsa yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia..

Tabek,
Continue reading →

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian