Kamis, 29 Maret 2012

Selamat Ulang Tahun, Kamu!

25 komentar

Aku harus ekstra hari-hati nih, siap mental, jasmani dan rohani! Kenapa? Karena hari ini aku ulang tahun! Dan aku yakin, teman-teman sekantorku yang rese itu, sudah siap dengan segudang rencana untuk ngerjain aku. Kejutan-kejutan manis sih tidak masalah, tapi zaman sekarang, orang lebih senang buat kejutan yang menyakitkan.

Seperti halnya tahun lalu, se-isi kantor memandangku seakan-akan aku baru kepergok mencuri, jelas aku frustasi berat waktu itu. Apalagi si Hadi ikut diamin aku, dan klimaksnya adalah ketika bos ngasi surat peringatan atas kesalahan yang sama sekali tidak aku lakukan. Memang sih, ujung-ujungnya happy ending, dan Hadi melamarku jadi tunangannya setelah mendapat potongan blackforest yang pertama.

Dan hari ini aku yakin mereka akan merencanakan sesuatu. Entah apalah! Minimal aku harus siap-siap, jangan sampai shok seperti tahun lalu. Tidak, aku tidak mau kecolongan lagi! Untuk antisipasi, bawaan aku hari ini lumayan banyak, ada handuk dan pakaian salin, siapa tahu sampai di kantor kena siram air bekas cuci piring! Ada helm meskipun aku naik mobil, kan tidak lucu kalau sudah cantik-cantik begini, kena timpuk telur busuk! Nah, yang paling penting, ban mobil serep jangan lupa, dan Mang Sodikin, pekerja bengkel langgananku itu harus diajak! Tidak mustahil, mungkin kali ini mobilku yang akan jadi sasaran.

“Sudah siap, Mang? Kita berangkat sekarang yuk!” 

“Baik Nenk, emang ada acara apa Nenk di kantor?”

“Ah, mang Dikin mau tahu saja! Jalan Mang, kita sudah telat nih!” Mang Dikin mengangguk patuh.

‘Tumben hari ini jalanan lancar’, pikirku dalam hati. Biasanya, setengah jam lebih baru sampai kantor, tapi hari ini 15 menit sudah sampai. Dan, kantor terlihat masih sepi. ‘Sudah jam delapan lewat masih sepi begini! Jangan-jangan ini bagian dari rencana usil mereka!’ Terkaku dalam hati. 

Pak Somad, satpam kami dengan tergesa membuka portal begitu mobilku tiba. “Kok diportal segala, Pak?” Tanyaku dari dalam mobil.

Pak Somad sepertinya kaget melihat kehadiranku “Lho, hari ini kan libur, Bu Risma”.

“Emangnya hari ini tanggal merah, Pak?! Bapak pasti ikut bersandiwara seperti yang lain kan?” Tuduhku sambil mengenakan helm anti telur busuk. Pak Somad memandangku heran, lalu mengalih pandangannya ke Dikin, Dikin hanya angkat bahu.

“Maaf, Bu Risma..” Pak Somad berkata hati-hati, “Hari ini kan, Minggu Bu..” Sambungnya.

Mulutku ternganga sebentar, sempat kulirik ketika Mang Dikin dan Pak Somad tersenyum geli. “Kok Mang Dikin tidak bilang kalau hari ini, Minggu!” Protesku dengan mata mendelik.

Sambil tetap menahan tawa Mang Dikin membela diri, “Maaf Nenk, Mamang tahu kalau hari ini Minggu, mangkanya tadi Mamang tanya, apa di kantornya Neng lagi ada acara?”

“Iiih..! udah putar balik!” Perintahku. ‘hari ini benar-benar menyebalkan! Kok bisa-bisanya aku lupa kalau hari ini, Minggu!?’ Pikirku dalam hati sambil terus mengutuk hari ini.  

“Nenk, helmnya dilepas saja, kan kita naik mobil..”

“Mamaaang!! Diam!” Huh, Mang Dikin sepertinya sengaja bikin aku tambah kesal. Kuperhatikan wajahku di spion mobil, terlihat sangat bodoh. Dan batinku terus berkoceh sendiri, ‘Risma..Risma, hari ini kamu sukses ngerjain diri kamu sendiri! Selamat ulang tahun, kamu! 

NB: 479 kata. (Udah telat, tapi biarlah.. hehe)

Ikut serta #FFSpesial  dalam rangka ulang tahun Masmin kece yang jatuh pada tanggal 27 Maret. Selamat Ulang Tahun, Kamu! Dan untuk siapa saja yang berulang tahun hari ini.. ^^


Salam,-
Continue reading →
Senin, 26 Maret 2012

Candai Isteri-mu ..

17 komentar

Aisyah R.a pernah bercerita; 

Suatu hari, Saudah binti Zam’ah[1] berkunjung ke rumahku. Ketika kami sedang asik mengobrol, Rasulullah Saw datang, dan duduk di tengah-tengah kami berdua, antara aku dan Saudah. Lalu Rasulullah meletakkan sebelah kakinya di pangkuanku, dan kaki yang satunya lagi dipangkuan Saudah.

Di hadapan kami ada sepiring ‘harirah’[2], dan aku mempersilakan Saudah memakannya, namun Saudah berlagak tidak mau, katanya ia tidak suka harirah.

Sambil bercanda aku berkata, ‘Makanlah, atau aku lumuri wajahmu dengan harirah ini..! Saudah tetap tidak mau, dan dia membalas perkataanku sambil tersenyum, “Coba, kalau berani..!

Aku gemas juga melihatnya, akhirnya aku lumuri saja wajah Saudah!

Rasulullah tertawa melihat wajah Saudah yang belepotan, lalu Rasulullah Saw mengangkat kakinya dari pangkuan Saudah sambil berkata; ‘Ayo, balas, tunggu apa lagi?’ Rasulullah mengambil sedikit harirah dan meletakkannya di tangan Saudah, dan alhasil wajahku-pun belepotan harirah, lalu kami tertawa bersama-sama.

(Hadist dari Aisyah, Riwayat Abu Ya'la. Lihat Sunan Kubra An-Nasai 8917)

***

Sob, sebagian kita mungkin beranggapan, kalau orang sudah alim, atau sudah jadi ustaz atau kyai tentu rumahnya hanya akan di penuhi oleh ibadah-ibadah saja, bacaan Al-Qur’an, dan shalat saja.. sama sekali tidak ada ruang untuk canda tawa bersama istri. Benarkan seperti itu?

Rasulullah sangat memperhatikan aspek psikologis istri-nya, yang secara umum juga menjadi pedoman bagi umat. Dengan kata lain, Rasulullah dalam risalahnya, juga menitikberatkan psikologis umatNya. Sebagaimana yang dicontohkan Rasullullah dalam Hadist di atas. Beliau selalu memberi keceriaan dan kelembutan kepada istri-istri Beliau. Karena itulah, tidak ada sejarah yang mencatat kegagalan Rasulullah dalam berumah tangga.

Jika Rasulullah bersama kita hari ini, apa yang akan Beliau katakan bila melihat kenyataan berikut ini :

Cemburu, Suami Aniaya Istri


Sadis! Suami Bakar Istri di Depan Anak. Klik untuk baca!



Lebih dari 90 Persen Kekerasan terhadap Perempuan Terjadi di Rumah Tangga

Kasus Perceraian di GK Meningkat

Salam,


[1] Istri kedua Rasulullah Saw sepeninggal Khadijah
[2] Makanan yang berbahan dasar tepung
Continue reading →
Rabu, 21 Maret 2012

Filosofi Semut (3); "Pantang Menyerah"

27 komentar
FollowTwitSadah@FahrieSadah
 Coba saja halang-halangi semut, dengan segala cara ia akan mencari jalan untuk tetap melangkah dengan memanjat, mencari celah di bawah atau di samping,  tidak ada istilah mundur bagi semut.

Alkisah, ada seorang pemuda yang berniat bunuh diri karena merasa tidak mampu lagi menahan cobaan hidup. Pemuda itu bersandar pada sebuah pohon, sambil memegang sebilah pisau yang siap memotong urat nadinya kapan saja. 

Di detik-detik akhir keputusannya mengakhiri hidup, pandangannya tertuju pada seekor semut yang tampak kewalahan mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Beban itu berkali-kali jatuh saat ia hendak melewati sebuah tanjakan, namun berulang kali pula semut itu mencoba segala upaya dengan mengangkat, menyeret dan mendorong beban itu sampai akhirnya berhasil melewati tanjakan.

Lalu apa yang terbersit di benak si pemuda?

Pemuda itu merasa malu pada diri sendiri dan pada semangat yang ada pada tubuh kecil si semut. Serta merta ia bangkit dan urung bunuh diri, semut itu telah mengajarkan padanya; 

“Kita tidak boleh kalah oleh masalah, karena sesungguhnya masalah itu diciptakan untuk dikalahkan” 


Alhamdulillah, aku dapat Award "The Seven Shadow". Kali ini dari Akhi Fitrianto, jazakallah khair... Buat sobats blogger, jom main ke blognya Fitrianto.. Banyak pelajaran bermakna di rumahnya ^^. Ini Awardnya..





Salam,-
Continue reading →
Sabtu, 17 Maret 2012

Filosofi Semut (2); “Jembatan Cinta”

11 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Sob, kita sambung tentang filosofi semut ya..

Kali ini tidak hanya bicara tentang kepintaran, namun lebih dari sekedar pintar, semut juga memiliki cinta kasih. Untuk mencapai tujuan bersama, semut rela berkorban untuk sesama..

Sebuah koloni semut mempunyai norma-norma yang mengatur kepentingan koloni, kepentingan bersama, kepentingan berjama’ah! Umat semut telah terbukti memiliki peradaban tinggi, arsitek handal yang telah berhasil membangun ‘istana’ dan ‘gedung pencakar langit’ sejak jutaan tahun yang lalu. Dan sungguh, mereka telah sukses menerapkan fiqih sosial dalam kehidupan ber-koloni-nya. Salah satu-nya tampak pada jembatan yang mereka bangun, aku menyebutnya.. ‘jembatan cinta’.

Bila perjalanan mereka terhalang oleh sebuah ‘jurang’ misalkan, atau inginkan sebuah ‘jalan pintas’ dan mereka merasa perlu sebuah jembatan sebagai penghubung, maka jadilah jembatan ini..

Gambaran sebuah toleransi..

Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana usaha keras mereka, saling berbegangan erat agar terbentuk jembatan yang kokoh.

Bentuk sebuah pengorbanan..

Renungkanlah bersamaku, bagaimana ‘jembatan hidup’ ini dibangun dengan pengorbanan sebagian semut terhadap semut yang lain… Apakah semut-semut yang berperan sebagai jembatan itu tidak merasa kesakitan saat semut-semut lain melintasi mereka?

Lukisan sebuah kesabaran..

Silakan lihat videonya di sini:

Melihat jembatan ini, kita akan menemukan toleransi, pengorbanan dan kesabaran. 
Jembatan ini, jembatan cinta..


Sampai di sini izinkan aku berhenti sejenak, untuk sekedar menarik nafas panjang.. Aku teringat sebuah Hadist Rasulullah Saw, yang berbunyi;

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Tidak sempurna iman seseorang, hingga ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”


Semut telah mengamalkan Hadist Rasulullah di atas, 
bagaimana dengan kita?


Tabek,-
http://jabanahsadah.blogspot.com/
Dari berbagai sumber
Continue reading →
Rabu, 14 Maret 2012

Filosofi Semut (1); "Istana Megah"

26 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Dari makhluk mungil ini, banyak sekali yang bisa kita teladani. Di antara yang paling berkesan buat aku adalah kepintaran mereka. Dengan ilmu arsitektur yang canggih, mereka mampu membangun istana yang sangat megah bagi kerajaan semut

Istana ini di desain dengan pertimbangan yang sangat teliti, dirancang mampu mengantisipasi panas, hujan dan anti longsor. Istana semut ini memiliki ruangan-ruangan khusus dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada ruang ratu, ruang penyimpanan persediaan makanan, dan ruang bertelur.

Kerajaan semut juga memiliki struktur kepengurusan, mereka menguasai ilmu manajemen kerajaan, Sob! Pingin kenal jajaran pengurus kerajaan semut? Ini dia.. ^^
Dari paling kanan: Pegawai, Prajurit, Ratu, Panglima Bersayap

Tidak terbayang Istana bawah tanah ini dibangun oleh arsitek-arsitek semut yang jenius. Jadi teringat kisah Nabi Sulaiman yang diabadikan dalam Al-Quran, yang artinya;

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah Ratu semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari (QS. An-Naml, Ayat 18)”

Pada ayat tersebut, dikisahkan bahwa sang ratu semut memerintahkan rakyatnya agar berlindung di dalam sarang, karena tentara Nabi Sulaiman akan lewat. Subhanallah, lihatlah betapa pintarnya semut, mereka bisa mendeteksi kedatangan para tentara Nabi Sulaiman, hingga mereka akhirnya berhasil menghindar dari maut. 

Nabi Sulaiman tersenyum mendengar instruksi semut itu, Beliau mendengarnya walaupun jaraknya masih jauh yakni tiga mil, dan kita tahu bersama salah satu mukjizat Nabi Sulaiman, bisa mengerti bahasa binatang. Ketika mereka hampir sampai ke lembah semut, Nabi Sulaiman menahan bala tentaranya dan menunggu supaya semut-semut itu memasuki sarang-sarangnya terlebih dahulu, baru mereka melanjutkan perjalanan.

Lembah Semut
 Subhanallah, sejak 14 abad yang lalu Al-Qur’an telah menyatakan, bahwa semut dipimpin oleh seorang ratu. Sedangkan ilmu pengetahuan baru berhasil mengungkapnya pada abad 20. 

Semut, dengan segala keistimewaannya, maka wajarlah bila dalam A-Qur’an ada satu surah yang bernama An-Naml yang artinya semut. Semoga serangga kecil ini bisa menjadi ibrah bagi kita semua, berikut ada video kerajaan semut yang saya ambil dari youtube, la’allakum tahtadun…


 

Oh ya, JazakallahKhair, terimakasih banyak buat Mas Insan Robbani atas Award-nya yang cantik ( "Tulisan Mas Fahrie banyak membuat saya merenung, sangat menginspirasi" Kata Mas Insan) Ah, Mas..berlebihan, jadi#ge-erisasi! Hehe.. Semoga Media Robbani tetap istiqamah menebar kebaikan dalam usianya yang tiga tahun...

Ini Award-nya..^^ 


Saleum, 
Continue reading →
Senin, 12 Maret 2012

PRT juga Manusia

24 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Anas bin Malik R.a sebelum menjadi Mufti dan ahli hadist, beliau adalah pembantu Rasulullah Saw (Khadim ar-Rasul). Anas sering mengisahkan, bahwa majikannya (Rasulullah), memperlakukan dirinya layaknya anggota keluarga, tidak memandang rendah padanya karena ia pembantu.

Pada suatu hari Rasulullah menyuruh Anas membeli sesuatu, maka pergilah ia ke pasar. Di pasar, Anas melihat anak-anak yang sedang bermain, dan ia-pun tertarik ikut bermain bersama mereka (saat itu anas juga masih kecil). Karena terlalu lama menunggu, akhirnya Rasulullah menyusul Anas ke pasar, dan memergoki Anas melalaikan tugasnya, malah asyik bermain-main. 


Apa yang dilakukan Rasulullah terhadap pembantunya itu?  

Betapa kagetnya Anas, karena tiba-tiba ada yang mengangkatnya dari belakang. Ketika ia menoleh, ternyata Rasulullah Saw, majikannya. Anas langsung pucat pasi, ia tahu kesalahan yang telah ia perbuat, dan ia sudah siap bila Rasulullah marah atau menghukumnya. Namun sama sekali tidak, Rasulullah justru tertawa lalu bertanya dengan lembut sambil jongkok dan memegang kedua bahu Anas; “Wahai Unais, apakah kamu sudah kerjakan apa yang aku perintahkan?” 

Wajah teduh dan kelembutan itu membuat Anas tertegun beberapa detik, “Iya, iya.. Maafkan aku wahai Rasul, aku beli sekarang..” Jawab Anas cepat, lalu ia langsung berlari mengerjakan tugasnya. Sejak kejadian itu, Anas berjanji tidak akan pernah melalaikan tugasnya lagi, apalagi sampai mengecewakan Rasulullah, majikannya.  

Pada riwayat yang lain Anas juga pernah berkata; “Aku menjadi pembantu Rasulullah Saw selama Sembilan tahun. Dan selama itu, bila aku tidak mengerjakan tugasku, Rasulullah tidak pernah membentakku. Dan ketika aku mengerjakan tugasku, Rasulullah tidak pernah mencari-cari kesalahan dari apa yang aku kerjakan”.

Pada saat Rasulullah menjadi pemimpin kaum muslimin di Madinah. Jangan dibayangkan, semua masyarakat pada masa itu taat pada perintah Rasulullah dari A sampai Z! Tidak pernah membantah, atau semuanya disiplin, tidak! Dan dari sirah-sirah beliau, kita bisa mengambil teladan bagaimana Rasulullah menindak bawahannya yang berbuat salah. Beliau selalu bersikap lembut dan bersahabat ketika bermu’amalah dengan segenap bawahan Beliau. Tidak pernah membentak, tidak pernah memukul, tidak pernah mencaci, namun Beliau dengan posisinya sebagai pemimpin, tetap dengan kesederhanaan dan kelembutannya. 

Pertanyaaannya sekarang.. Apabila Rasulullah Saw ada dirumah kita hari ini, apakah yang akan Beliau katakan bila melihat perlakuan kita terhadap pembantu? Yang seperti ini…

Baca beritanya di sini ..!

Sekeluarga Menyiksa Pembantu dan Merantainya Bersama Anjing

 

Anggota brimob aniaya pembantu hingga cacat, 

Lihat videonya di bawah ini ..



Salam,-


Continue reading →
Sabtu, 10 Maret 2012

Sepotong Besi

27 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
 
Teringat waktu almarhum Kakek masih ada, kami memanggilnya Abu. Abu sering menulis tamsilan dan dibacakan buat anak, cucu maupun murid-muridnya. Ya Allah, lapangkanlah kubur beliau, dan tempatkanlah beliau di tempat paling mulia di sisimu, Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin ..

Ini salah satu tamsilan yang pernah kakek sertakan dalam surat kakek untukku..

Sepotong Besi
Oleh: Tgk. H. Abd. Wahab Hasan

Aku sepotong besi, dibiarkan tak ada yang peduli
Aku diambil sipande besi, aku dibakar, dibakar merah sekali
Aku dipukul, dipukul dengan palu besi
Aku dipalu, dipalu bertubi-tubi
Aku dibentuk sesuka hati, aku dibikin, dibuat pisau belati
Aku diberi gagang kayu jati
Aku diberi sarung, sarung kulit sapi
Mataku tajam, tajam sekali, dapat memotong semua ini
Aku digunakan di sana-sini, aku disangkut dipinggang lelaki
Aku kini sudah disukai, aku dipakai setiap hari..

***

Catatan: Untuk memperoleh semua ini, sabar derita harus dilalui, tak kan dapat ilmu yang tinggi, sebelum derita kita rasai, baik akhirat dan duniawi.

Untuk ananda, camkanlah tamsilan ini..!
Abu,-



Continue reading →
Rabu, 07 Maret 2012

The Versatile Blogger

25 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Award Berantai; The Versatile Blogger
Maya...! Terimakasih banyak atas Award berantai-nya. 

The Versatile Blogger. Di kamus Bahasa Inggris, versatile artinya ‘serba guna’. Jadi, kurang lebih The Versatile Blogger itu adalah blogger yang serba guna, kayak produk..hmm..di iklan-iklan itu! Serbaguna..all in one.. ^^ Dan jika diartikan blogger yang memiliki kompeten di segala bidang, sepertinya aku masih jauh dari predikat The Versatile Blogger … Hehe

Look.., ada tugas dibalik Award.. Sebutkan 7 fakta tentang diri sendiri! Demi loyalitas sesama blogger, aku coba jawab ya. Aku itu, 1.Simpel, 2.Apa ya? 3.Mau berteman dengan siapa saja 4.…. #nyerah deh! Siap dihukum ^^

Memang susah Sob, mendeskripsikan diri sendiri. Dalam aturan dasar persahabatan, kita memang dianjurkan saling terbuka tentang karakter masing-masing, saling share apa saja yang kita suka atau yang tidak kita sukai, dengan begitu ta’aruf akan terasa lebih mendalam. Namun, aku kurang pengalaman kalau masalah yang begini-begini, sob. Maaf ya.., biarlah waktu yang menilai.

Nah, selanjutnya Award berantai ini akan aku teruskan ke 15 teman blogger yang lain biar Awardnya semakin berantai :


Sobats, jangan lupa dijawab 7 fakta tentang dirimu!? Dan teruskan juga ke 15 teman Blogger-mu, hehe..

Salam,-
Continue reading →
Senin, 05 Maret 2012

BS atau BBS ?

21 komentar
Gambarnya nyomot dari sini
FollowTwitSadah@FahrieSadah
Agak shok melihat waktu kontes ini hanya 6 jam saja. Belum lagi selisih waktu Indonesia-Sudan sampai 4 jam. Jam 9 pagi di Indonesia, di sini masih jam 5 subuh, hehe. Tapi masih ada waktu kok untuk ikut di sini lebih kurang satu jam lagi. Yang penting, aku ingin berpartisipasi aja di perhelatan Pak Dhe ini biar lebih akrab ^^ 

Now What? Apa aku ini termasuk “Bukan Blogger Semusim.." Selanjutnya disingkat menjadi (BBS)? atau malah sebaliknya, aku ini “Blogger Semusim" Selanjutnya disingkat menjadi (BS)! 

Melalui sedikit investigasi, aku mencoba menelaah;

Pertama : BS itu biasanya ngeblog untuk satu tujuan khusus dalam tenggang waktu terbatas. Misalkan buat Blog untuk merespon satu issue yang sedang heboh, dan blog itu akan non-aktif seiring berakhirnya issue tersebut. Masih ingat kasus pencemaran nama baik atas @Poconggg?

Dan, Dunia sadah tidak di ciptakan untuk merespon satu issue tertentu dan pada musim tertentu saja. Berarti BBS atau BS ? Hehe^^

Kedua : BS itu jarang up-date, dan sering ditinggal pemiliknya dalam waktu yang lama. Aku tidak termasuk rajin juga sih, paling dua hari sekali atau dua kali seminggu. Semoga bisa tetap konsisten lah.. ^^ Pada kategori ini, aku BS atau BBS..ya..?

Ketiga : Ngeb-blog itu tergantung tujuannya. Kalau ngebblog hanya untuk mencapai target dan tujuan jangka perdek, bisa jadi setelah targetnya dicapai ia akan berhenti ngeb-blog, dan ini tergolong dalam BS. Tujuan aku ngebblog apa ya? Tujuanku ada yang jangka pendek, menengah dan panjang. ^^

Keempat : Ngebbog itu ibadah. Ya lihat dulu content nya..! Kalau mengandung nilai-nilai yang baik, motivasi yang baik, sumber inspirasi yang baik, menghibur yang baik, informasi yang baik, jalinan komunikasi yang baik, tentunya akan bernilai ibadah bukan? Ilmu yang bermanfaat akan menjadi sedekah jariah yang pahalanya tidak putus-putus. Begitu juga ngebbog, selama menularkan nilai-nilai positif kepada pembaca, blog kita bisa jadi ladang pahala. Kalau ngeblog kita niatkan ibadah, insyaallah kita Bukan Blogger Semusim..(BBS).


Mengingat waktu tinggal 10 menit lagi, aku cukupkan di sini Sobat. Tahniah buat sobat-sobat blogger yang terus menginspirasiku…

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp.

Salam    
Continue reading →

Filosofi Angsa

12 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
Nah, kalau filosofi angsa sudah pada dengar kan?  


Pertama sekali aku tahu filosofi angsa ini lewat email yang dikirim seorang teman, beberapa tahun lalu. Dan saat itu, filosofi angsa ini memang sering disampaikan di berbagai seminar maupun training. Bahkan, sudah banyak yang memposting-nya di blog, coba aja ketik “Filosofi Angsa” di google. 

Sob! Karena aku suka, jadi aku ingin mendokumentasikannya di blog-ku, hehe,. Selain itu, sebagai muzakarah juga, Sob! Karena sebagai manusia, kita dikaruniakan sifat lupa. Dan ketika melihat kawanan angsa terbang di langit biru, kadang kita lupa ber-tafakkur.. akan maknanya, ataupun akan kebesaran penciptanya.

Sekawanan angsa bila terbang di angkasa akan membentuk letter “V” atau mata panah! Tujuannya tidak lain adalah menambah kecepatan terbang mereka berkali-kali lipat, karena sudut tajam tentu lebih mudah menembus udara.  Dan dengan mengepakkan sayap secara serentak dalam formasi, semakin ringan beban kepak sayap  yang harus mereka emban. Angsa yang terbang berkelompok dalam formasi, dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada angsa yang terbang sendirian. Ada nilai “kerjasama” dan “kecerdasan” di sana! 


Kalau ada seekor angsa yang keluar dari formasi, ia akan merasa kewalahan sendiri, hingga ia akan berusaha kembali bergabung dalam formasi untuk mendapat daya dukung dari teman yang di depannya. Ada sebuah “penyesalan” ketika keluar dari jalinan persaudaraan, dan ada “kesadaran sosial” bahwa seekor angsa sekali-pun butuh pada angsa yang lain.



Ketika pemimpin angsa yang terbang paling depan merasa lelah, ia akan memutar ke belakang dan angsa lain akan menggantikan posisinya. Lihatlah praktek “pendelegasian” dan “kesepenanggungan” yang dicontohkan oleh makhluk cantik ini.. 

Kawanan angsa ini biasanya akan bersuara riuh saat terbang bersama, laksana mars penyemangat seperti yang sering dilagukan rombongan tentara dalam barisan. Ada  upaya “saling menguatkan” dalam mencapai sebuah tujuan bersama.

Bila ada seekor angsa yang sakit dan keluar dari barisan, bebrapa angsa lain akan melindungi dan mengawalnya hingga ia sembuh dan bisa bergabung kembali dalam formasi, atau hingga angsa yang sakit itu mati dan jatuh ke tanah.  Nilai apa lagi yang bisa kita ambil di sini, selain sebuah sikap “kesetiaan” dan “ketulusan” terhadap sesama teman, walaupun pada masa-masa yang sulit.



Salam,-
Continue reading →
Sabtu, 03 Maret 2012

Hargai Nikmat dan Karunia ini ..

19 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Rasulullah Saw. sangat menghargai setiap karunia dan kenikmatan yang Beliau peroleh. Suatu hari di rumah Aisyah r.a, Rasulullah menjumpai sepotong kisrah (roti khas masy. Arab) yang tercecer di lantai. Rasulullah mengambil roti itu, membersihkannya dan kemudian memakannya. Lalu Rasulullah berkata kepada Aisyah;


أَكْرِمِي كريمكِ فإنها ما نَفَرَتْ عَنْ قومٍ قَطْ فَعَادتْ إلَيهم (رواه ابن ماجه عن عائشة)
“Hargai karunia nikmat yang ada padamu, karena nikmat tersebut jika telah hilang dari suatu kaum, maka ia akan susah kembali lagi”

Hadist di atas mengajak kita untuk mensyukuri nikmat yang ada, termasuk makanan. Syukurilah selama kita masih memiliki makanan, Sob. Karena, bila suatu kaum menderita kelaparan, maka akan membutuhkan upaya keras dan waktu yang lama untuk keluar dari penderitaan itu.

Sob, makanan adalah salah satu nikmat dan karunia dari Allah. Hendaknya, mulai saat ini kita biasakan makan secukupnya agar tidak bersisa. Kalaupun bersisa, jangan kita buang seenaknya di tempat sampah atau di selokan. Selain dapat mengundang penyakit, tindakan ini juga sama sekali tidak mencerminkan sikap menghargai makanan.

Jika Rasulullah Saw. ada di tengah-tengah kita saat ini. Bagaimana perasaan Beliau melihat kenyataan di bawah ini?

The ironic nature of the world’s food crisis, Klik here

Pesta Tomat, Mandi tomat rame-rame. Klik Aja!

[BAHAYA!!!very dangerous]....Jangan BUANG NASI anda ....!!! Klik di sini

Rumah Wali Kota Malang Dihujani Nasi Akibat Kisruh Arema, Baca di sini!

Hormati Makanan, Jangan Sia-Siakan, klik aja..

Masya Allah...Setiap Tahun Dubai Buang 1000 Ton Limbah Makanan Berbuka Puas, bacalah..


Salam,-






Continue reading →
Kamis, 01 Maret 2012

Do’a di penghujung malam

21 komentar

Do’aku di penghujung malam
Hapus semua lukisan silam
Sambut senyum di ufuk timur
Karena Allah tidak pernah tidur

Aku percaya pada cinta..
Namun aku pasrah pada jodoh
Tetaplah mekar bunga berseri..
Meski kau jauh dari taman hati

Do’aku di penghujung malam
Untuk bahagiamu..

(Maret, 2012)


Continue reading →

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian