Rabu, 17 Oktober 2012

Membersihkan Toge di kantor

19 komentar

Profesionalitas? Banyak yang beranggapan bahwa profesional itu melaksanakan tugas yang sudah diamanahkan sebaik-baiknya dengan kompetensi dan keahlian yang mumpuni, bertanggung jawab atas pekerjaan, mematuhi kode etik profesi dan tidak mencampuri ranah pekerjaan orang lain kecuali diminta. Ada juga yang menyebut profesional bagi orang yang bisa menempatkan waktu, kondisi, tempat sesuai dengan tuntutan pekerjaan.

Apatah, di desa seperti tempatku bekerja jarang yang mengenal profesional. Asalkan pekerjaannya selesai, bagi mereka sudah profesional. Pekerjaan kantor dibawa ke rumah, atau sebaliknya bukanlah hal yang aneh. Yang penting laporan akhir, pekerjaan tidak ada yang terbengkalai. Bahkan justru jenius dan efesien menurut mereka, misalkan di waktu-waktu luang dikantor, di sela-sela pekerjaan ada yang mengupas bawang, membersihkan toge ataupun menyiang ikan yang dibelinya saat istirahat. Nah, pulang kantor dan tiba dirumah tinggal dimasak deh..

Ada yang terlalu melibatkan perasaan dalam pekerjaan, profesionalitas pada profesi tertentu bisa luntur karena intensitas pertemuan dan komunikasi yang terlalu sering, ditambah lagi kontak mata sesekali baik disengaja ataupun tidak. Akhirya, penilaian dan argument-argumen yang dikeluarkan tidak lagi objektif, kedua pihak terkesan mengulur agar menarik simpati, alhasil, produk yang didapat tidak sesuai dengan target semula. Mangkanya, seorang hakim tidak dibenarkan terlalu bersosialisasi dengan masyarakat di sekitar tempat tinggalnya, dan dua tahun sekali harus pindah ke tempat lain.. karena ikatan emosional bisa mempengaruhi putusan di pengadilan..

Profesionalitas? Hmm.. misahin toge dari akarnya di sela-sela jam kerja asyik juga..! Menurutmu.. professional itu??


Tabek,-
http://jabanahsadah.blogspot.com/
Continue reading →

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian