Senin, 20 Februari 2012

Solitaire dan Sendiri

45 komentar
FollowTwitSadah@FahrieSadah

Sumber Logo Solitaire
Solitaire dan sendiri, game kartu ini memang identik dengan kesendirian. Aku akrab dengannya saat mulai menginjak bangku kuliah. Saat itu, solitaire kerap menghiburku saat mulai jenuh dengan tugas atau sekedar mengisi waktu kosong. Tidak jarang juga, solitaire malah menyita waktuku hingga berjam-jam. Aku tidak suka game yang ribet dan berat, makanya salah satu pilihanku jatuh pada solitaire.

Sendiri, kata ini mewakili 'aku' banget! Sejak kecil aku tinggal sama nenek, sebagai satu-satunya anak kecil di rumah tua, sendiri. Sementara adik-kakakku tinggal sama orangtua kami di kota. Terbayang masa kecil, kalau sudah main di luar rumah dengan teman-teman pasti pulangnya kesorean. Habis, di rumah sepi! Main di pekarangan sendiri, di kebun belakang sendiri, nonton tipi sendiri, tidur sendiri. Karena itulah, dulu aku hobi perihara ayam, burung, dan ikan hias. Setidaknya, saat dilarang main ke luar rumah, aku bisa main dengan hewan-hewan peliharaanku.

Mungkin karena bosan di’sendirikan’, aku histeris senang saat akan disekolahkan di sekolah  yang berasrama. Meskipun harus berpisah dengan teman-teman peliharaanku.. ya setidaknya mereka dapat merasakan hidup di alam bebas, justru sekarang aku yang ingin terpenjara. Saat beberapa teman se-asramaku merengek minta pulang, aku malah tidak mau pulang. Lebih betah di asrama, karena di sini aku lebih banyak teman, dan tempat ini menghapus ‘kesendirianku’.

Tamat SMU aku hijrah kuliah ke Jakarta. Lagi-lagi di Jakarta tinggal sendiri. Memang ada saudara sih, tapi kok rasanya saat itu aku justru lebih senang sendiri. Masa-masa inilah aku mengenal spider solitaire dan kakaknya solitaire. Ya, solitaire dan sendiri. Karakter game ini cocok dengan karakter orang yang senang strategi dan senang menikmati kesendiriannya. Seperti aku..

Solitaire tidak berbicara padamu, tapi ia paham dan memberi kunci saat hati dan pikiranmu tergembok. Ia juga banyak memberi alternative pilihan sesuai kemampuanmu. Solitaire memberitahumu lewat isyarat bunyi, ia juga memberi aplaus saat kamu meraih sukses.

Teori psikologi-nya, “Karakter seseorang saat remaja dan menjelang dewasa, biasanya dipengaruhi oleh karakternya saat masih kanak-kanak". Aku terbiasa sendiri dari kecil, ternyata kondisi itu sedikit banyaknya berpengaruh pada kejiawaan-ku sekarang. Aku lebih sering memendam masalahku sendiri, daripada menceritakannya pada orang lain. Kalau sudah membuncah, paling buat puisi sebagai lampiasan. Aku suka duduk sendiri di plafon rumah sambil menatap langit, ‘tadabur!’ kilahku bila ada yang mempertanyakan.

Aku selalu kikuk saat menyampaikan perasaanku pada orang lain, baik saat marah ataupun suka. Aku tidak mempunyai sahabat yang sangat akrab seperti di film-film, buatku semua temanku adalah sahabatku, dan tidak ada yang terlalu istimewa, semua sama. Aku lebih senang jalan sendirian dan berpetualang sendiri ke tempat-tempat yang baru, bertemu orang-orang yang baru, budaya yang baru. Aku punya dunia sendiri, dunia sadah.. 

Solitaire juga temanku, aku bisa langsung berkomunikasi dua arah dengannya. Semakin sering aku gagal saat menaklukkan solitaire empat kartu, rasanya semakin akrab aku dengannya. Tidak jarang juga aku kesal karena gagal terus, lalu berpaling hati bermain catur atau zuma. Solitaire dan sendiri, entahlah, ini sebuah kebetulan atau apa. Jangan-jangan kondisi kejiwaan menuntun raga untuk condong pada game tertentu!? Atau sebaliknya, game yang sering kita mainkan, menunjukkan kondisi kejiwaan tertentu!?

Sumber Gambar
Seberapa dekat kamu dengan solitaire? 


Tulisan 'Solitaire dan Sendiri' ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY :  PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.

Salam,-

45 Responses so far

  1. Samaranji says:

    Pertamaxxx...

    Wuaah,,, masa kecilnya kayak si Bolang dong... :D. "Mamak, ayam ayamku mannah ?" :D :D :D

    Tapi enggak enaklah sendirian terus... Mas "Fahrie" juga harus ditemani si "Aisyah" dunk... ;). Inilah akyu tanpamyu... SAH saaaaah.... Alhamdulillah.... :D

  2. “Karakter seseorang saat remaja dan menjelang dewasa, sangat didominasi oleh karakternya saat masih kanak-kanak."

    masak iya? Perasaan, sosok aku yang sekarang, beda 180% dengan aku ketika kecil dulu loh. Terus apa yang salah kalau begitu? :D

    eniwe, terima kasih ya sudah ikutan!

  3. sendiri itu enak tapi jgn jadi penyendiri. hehe

  4. Samaranji :: Di mana bisa kutemukan Aisyah itu? hehe..

    Mbak Ni :: Diriku yang salah berarti :-)

  5. Mbak Ni :: Dalam psi. pendidikan karakter; Seseorang itu dibentuk karakternya dari kecil, makanya jenjang TK dan SD sangat berpengaruh dalam menanamkan karakter2 yang baik. Eh Mbak, redaksinya aku ubah deh, bukan 'dominan', mungkin 'biasanya'..hehe ^^

    Mbak Fan :: Setuju Mbak.. ^^

  6. Una says:

    Wah kasian amattt masss waktu kecil sendiri terus, hihihi ^^
    Katanyaaa mau minjem shaunnn~ :p

  7. Una Vida Eskreta :: Hihi ^%^, soun bisa bikin rame ya? ntar aku ternak soun idup aja deh, bisa di sate :-)

  8. hehehe ... nah klo biasanya, aku ga komen lagi deh

  9. Una says:

    Huaaa eskreta, berasa eksresiii...
    Iyaaa. Aku di rumah sendiri, kalau ada shaun dan shirley jadi rameeee xD
    Ternak aja mas. Dinamain Shaun yaaa...

  10. Mbak Ni :: Singgah singgah lagi besok ya..^^

    Una:: Iya aku dah bertekad ternak soun, beli bibitnya di mana?

  11. wah wah,,, pada bahas soliter yah... Hmmm

  12. kerennn nih, apalagi tulisan yg dim spidol ijo itu, gudlak lah masbro, sukses yaaa

  13. Biasa demam soliter :-)

  14. Mimi :: Terimakasih atas kunjungannya Nenk ^^

  15. cocok dengan karakter dirimu :)

  16. Wah, kita sama-sama suka memendam suatu perkara. Maupun sedang marah, dan sebagainya.
    Keren tulisannya. Salam kenal mas!

  17. Tiya :: Emang qe tahu? Hihi

    Ichsan :: Sebenarnya sikap seperti itu gak baik kan..?^^

  18. Saya enggak suka main soliatier, tapi saya kadang suka melakukan solitaire dalam kehidupan nyata saat dibutuhkan..

    sukses buat kontesnya :)

  19. wkkwkw aku sok tahu,,,membaca aura wajah mu...sukses GA nya yah :)

  20. lagi ikut kontes ya sob.. sukses dah. :D

    happy blogging :)

  21. aku ga suka main solitaire, lebih suka monopoli, congklak, bekel..hehe

  22. Sendiri itu pasti gak enak kok mas... Itu menurut pengamatan saya setelah menjalani banyak pengalaman hidup... hehe...

  23. kalo gw enggak tahu cara mainnya ..hehehe

    kunjungan pertama

    salam kenal dan follback juga
    Revolusi Galau
    ya..

  24. boleh juga tuh Tadaburnya...di atas plafon/atap. Lain kali jangan lupa bawa laptopnya juga utk solitaire lagi ya...? Hal yg menarik dan bikin penasaran dgn game tsb adalah meraih kecepatan game over. Jk waktunya tdk bisa lbh cepat dr sebelumnya, itulah yg membuatku tertantang utk nge game lagi dan lagi #alasann

  25. Lozz :: Melakukan solitaire? keren,ajarin donk ^^ Makasih :-)

    Tiya :: Makasih, btw..follow up yang kemarin gimana?

    Ahmad zuhdi:: Makasih kunjungannya sob...

    Puteri :: Bekel itu maen bulu tangkis kan? kok rasanya pernah dengar...

    Ahmad Saleh :: Betul, kalau sudah waktunya segera deh dilamar..hehe

    Adang :: Jangan Dang, ntar malah ketegihan ^^

    Ririe :: Wah, Rie lebih jago dari aku.. kalau aku menang aja jarang-jarang, hihi

  26. Fahrie... dirumah ayah-umi ku ada satu yang seperti kamu tuh... adik pertamaku, suka memendam masalah sendirian... suka menyendiri, hobbynya itu yang susah dicegah.. berburu!

    Ga tau deh apa dia juga suka main solitaire tuh....
    oya, gudlak untuk kontesnya yaaaa.....

    pajan woe u gampong man? mangat jeut ta kopdar... hehe

  27. Wah aku nggak suka main game... memang lebih enak berdua, bertiga dst daripada sendirian ya :) sukses untuk GA nya... :)

  28. @alaika abdullah: Suka mancing gak dia? Pas kali nih bisa di ajak ke laut ^^
    InsyaAllah bulan puasa dah di Banda..

  29. @Haya Nufus: Jiee.. mentang-mentang udah berempat! ^^

  30. aku malah tidak bisa main game itu XD

  31. @Nurmayanti Zain: Syukurlah, kalo bisa ntar malah ketagihan lagi.. ^^

  32. sering bgt main soltaire...
    pinball jg sering.

    hehehe ^^

  33. Semoga sukses dalam kontes ini
    Sejak SMP saya sudah terbiasa sendiri, karena saat itu sudah mulai kos.
    Cuci baju sendiri, ngatur keuangan sendiri.
    Ada plus ada minusnya

  34. dmilano says:

    @alaika abdullah:pingen juga kopdaran dengan kak alaika, kapan yaa....?
    meunyo om fahrie kiban? diphat jinoe Om?

  35. dmilano says:

    Saleum,
    Main solitaire sebenarnya enak, dan mangat. namun sekarang sudah gak dapat lagi dimainkan seperti dulu. Sekarang sudah ada batasannya, lama - lama maen ini bisa2 aku di rom ngon bungkoh rukok, hahaha

  36. Nia says:

    Om fahri bekel itu bukan bulutangkis...tp permainan bola bekel...yang bijinya dari besi itu dan bolanya membal...wah susah yach klo di deskripsikan dgn kata2 hehehe....

    kayaknya suamiku mirip dech karakternya sama fahri....gara2 masa kecilnya lebih suka menyendiri....

  37. @AuL Howler: Iya betul, pinball juga asik tuh ^^

  38. @marsudiyanto: Wah Pak Mars sejak SMP, harus dicontoh nih jangan manja kaya kebanyakan anak sekarang ^^

  39. @dmilano: Lon tengoh di Sudan, kuliah siat..^^ Buleun puasa ntek buka bersama Aduen.. hehe

  40. @Nia: Oh yang biji besi, bola kasti ya? haha, dasar udik ^^ Salam buat suaminya Mbak Nia..

  41. NECKY says:

    @nicamperenique: nique bukan elo aja yg berubah dari kecil, remaja dan dewasa

  42. NECKY says:

    Spider solitaire main yg difficult khan? hehehe sama2 saya juga suka main itu

  43. die says:

    Dah lamam nggak maen solitaire, bahkan dikomputerpun game sudah dinon aktifkan. Tapi kalau perkara sendiri, sampai sekarangpun masih suka sendiri.

  44. @die: Jangan terlalu sering menyendiri, bahaya..^^

Leave a Reply

Komentarin SADAH Dunk !!

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian