Kamis, 23 Februari 2012

Filosofi Kepiting

39 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
Ada yang tidak kenal si capit ini? 

Sumber Pose Kepiting, lihat juga tentang sifat kepiting ini di sini
Kepiting paling enak bila digulai dengan kuah santan kelapa, hmmm..  Kepiting juga lemak kalau dibakar. Dan suasana yang paling aku rindukan sekarang, adalah jalan sore-sore ke kuala dekat pelabuhan, trus singgah di lesehan Mie Aceh kepiting yang bertebaran di sepanjang jalan menuju pelabuhan. Atau, duduk santai di simpang Surabaya, Banda Aceh, menikmati mie kepiting special ala Bang Duen, sambil menikmati suasana kota malam hari.^^ 

Dulu,  aku sering nangkap kepiting di rawa bakau dekat pelabuhan, dan buruanku bukan kepiting biasa, tapi kepiting hamil! #Sadis. 

Kok kepiting hamil ??? Sob, telur kepiting Sob! Kalau dipanggang, wow…! Dan yang punya telur cuma kepiting hamil, hehe.

Sebenarnya pesan dari tulisan ini bukan tentang nikmatnya gulai maupun sop kepiting.. Eh, apalagi kalau capitnya besar Sob, seru makannya! Ada sedikit pertarungan, krup..krup! Sorry lah bagi yang alergi kepiting.. Nah, kalau mau beli kepiting, sebaiknya yang hidup-hidup, Sob! Jauh lebih gurih dagingnya …

Tapi perilaku kepiting sama sekali tidak pantas ditiru, dikenal dengan filosofi kepiting. Kepiting itu punya sifat dengki dan iri terhadap sesamanya. Coba saja kita lepas beberapa ekor kepiting dalam satu baskom besar. Nanti akan terlihat, setiap kali ada seekor kepiting yang berusaha untuk keluar baskom dengan cara memanjat dindingnya, kepiting lain akan menarik kepiting yang ingin keluar itu dengan capitnya. Akhirnya, tidak ada seekor kepitingpun yang bisa keluar, dan semuanya berakhir mengenaskan dalam sepiring Mie Aceh Kepiting.

Mau tahu resepnya, klik di sini
Sifat dengki dan iri hati adalah penyakit sosial yang sangat berbahaya, Sob. Tidak hanya berdampak negatife pada orang lain, sifat dengaki dan iri ini juga berakibat buruk pada pelakunya. Contohnya, si kepiting lagi! Begini ceritanya…

Kepiting paling dibenci oleh nelayan udang tradisional, yang menangkap udang dengan menggunakan bubu khusus. Biasanya bubu dipasang malam hari dengan umpan didalamnya. Pintu bubu penangkap udang relative kecil karena memang didisain khusus untuk udang. Nah, saat tengah malam, kepiting suka sirik melihat udang berbondong-bondong menuju umpan di dalam bubu, dan karena dengki kepiting kerap bertengger di pintu bubu dan menghalang-halang udang masuk. 
Gambar bubu-nya dari sini
Dasar kepiting, ia tidak sadar, kalau ulahnya itu telah menyelamatkan jiwa para udang, dan justru membahayakan nyawanya sendiri. Tidak jarang, kaki-kaki kepiting iseng itu malah terjepit di sela-sela jaring bubu. Bila keesokan paginya, nelayan menemukan kepiting tersangkut di bubu, biasanya udang tangkapan mereka hari itu sedikit. Kalau kepitingnya besar sih lumayan, masih bisa dijual. Kalau kecil, ya..paling dibakar!  

Sob, dalam hidup, jangan sekali-sekali kita menggunakan filosofi kepiting ini;  

“Senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang”




Saleum,-

39 Responses so far

  1. Una says:

    Jadi kepitingnya maunya sama sama susah gitu ya :D
    Aku baru sekali makan kepiting. Makannya susah sih :D

  2. @Una: Kalau Una maunya yang mana? Sama2 susah atau sama senang? ^^ Orang yang suka makan kepiting itu artinya suka tantangan, hehe

  3. Sayang sekali mas, enak sebenarnya, tapi karena saya punya tensi tinggi jadi gak bisa nikmatin makanan2 yang beginian... hehe...

  4. terima kasih share filosofi kepitingnya :) like this! bisa jadi bahan tausiyah.. hihi

  5. Baru dengar ada 'filosofi kepiting' .... kepiting enak tapi enakan udang dan kerang :) :)

  6. hihi.. nah itu si kepiting menyusahkan hahah.. dikash kepiting malah dibuang. Gak tahu caranya gimna udah gemes dluan...
    alhasil k\makan lauk nasi putih tanpa lauk.
    Bingung mkannya kelamaan hihi.

    keren filosofinya...
    “Senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang”

    salam kenal yah

  7. @Ahmad Saleh Muslimin:Gak papa Mas, sekali2 oke aja kan?^^

  8. Mulki :: Oh, ustzh sering ngasi teusiah ya? hebat:)

    Nufus :: Emang sih ibu2 biasanya lebih suka kerang ^^

    Annur :: Mangkanya, mkn kepiting itu pantang menyerah, hehe. Kok keren sih? Bahaya tu filosofinya..^^

  9. jadi pengen kepiting :3

    jadi gimana ya? hmm.. kadang mmng beginilah kenyataan kehidupan sekarang.. bhkan ada yang bilang, kalau mayoritas menderita maka semuanya bahkan tidak rela ada satu yang ingin bahagia.. terlalu mencap bahwa keadaan itu tak bisa dirubah.

    haaa ^_^ ‘afwan kl sok tau

  10. kepiting emg dibneci para penderita tensi tinggi,,,jadi jauh jauhlah mengkonsumsi kepiting jika tidak akan bernasib sama dlm sepiring mie aceh hihihi

  11. Sam says:

    Senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang = kepiting, Maka lebih baik kita memakannya, meleburkannya dalam kunyahan hingga tak bersisa, dan semoga sifat itu tidak mendarah daging ke tubuh kita sehabis memakannya...:D

  12. filosofi yg mantep, tp BTW, aku tuh paling benci liat capit kpiting sob...
    makanya jarang makan kpiting...
    hehe..



    ------------
    kamu sudah terdaftar di flash quizku sob..
    mksh atas partisipasinya

  13. Gulungn pita :: Tidak akan berubah kalau kita tidak mau merubahnya ^^

    Mimi :: Yang punya darah tinggi sing sabar ya..^^

    Sam :: Aku sepakat Sam sama solusimu ^^

    Penghuni60 :: Tapi daging capitnya enak! hehe. Makasi ya udah diterima sbg peserta kuisnya^^

  14. Kepiting , i'm love it :D yummy... apah lagi dimasak saus asem manies ajibb...

    filosofi nya bagus tuh om , ndak boleh di ikutin berbahaya :D

  15. @Niar Sri Sadono Ningrum: Iya betul.. Niar pinter, nanti Oom beliin es krim ya ..^^

  16. HP Yitno says:

    Filosofi kepiting.
    Rasa iri hati dan dengki, akan mencelakakan dirinya sendiri.

  17. iye kerens ada2 aja cz kepiting bisa jadi filosofi. gtu maksdunya hihi
    dooor...

  18. @HP Yitno: betul dan kita harus buang jauh2 rasa iri maupun dengki itu

  19. @Annur EL- Kareem: Alam banyak mengjarkan kita tentang nilai-nilai ^^

  20. wah nice share ini ttg filosofi kepiting, gara2 postingan ini kemarin aku jadi memhatiin kepiting yg di bawa pulang sama si ayah..ternyata benar..makanya qe cepat pulang biar kita makan mie kepiting kuala langsa yooo..

  21. HA Peduli says:

    postingan yang sangat menarik :)
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. :)

  22. ongisnade says:

    your post is nice.. :)
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih.. :)

  23. @meutia rahmah: Bener kan? Dah gk sabar pingin pulang nih ^^

  24. @HA Peduli: Terimakasih, segera berkunjung ..

  25. liza says:

    wah, liza paling suka mie kepiting.. yummy

  26. Orang yang hasud sama dengan Kepting dong?

  27. @liza: Sama teryata selera kita Bu Dokter :-)

  28. @Roni Yusron: Iya, kelakuannya sama.. ^^

  29. zone says:

    hahahhaha
    Tuan Krab.....
    :P

  30. @zone: Mau dicapit? haha..

  31. Mauuu kepitingnya, seru dan seninya makan kepiting karena ada 'kesulitan' utk membuka dagingnya

  32. wah, kalau saya belum pernah tuh makan kepiting... :D

  33. @Ririe Khayan: Di restauran seafood banyak tuh.. hehe

  34. amel says:

    Wah baru ngeh saya ternyata kepiting nakal sekali.. tapi yang jelas rasanya enak sih,,hehe

  35. @amel: Selamat datang Amel yang juga suka makan kepiting ^^

  36. eh saya kelahiran juli, si lambang kepiting, tapi saya gak pake filosofi kepiting itu lho :D

  37. @Ummul Khairi: Oh kelahiran Juli rupanya.. Tahun berapa? Hehe..^^

  38. Kasian Banget sih si Kepiting...:D

Leave a Reply

Komentarin SADAH Dunk !!

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian