Minggu, 21 November 2010

HOT LAND

2 komentar
Sayup terdengar kumandang takbir,
saat semesta senyap masyghul,
hawa panas membakar malam ,
raga bermandikan peluh..
semilir tidak lagi menyejukan,
air tidak lagi menyegarkan,



ku rebahkan diri di hamparan bumiMu, perih..
serasa didepan api unggun,
menjilat-jilat, mencolek-colek..
mata makin perih, rambut makin keriting,


takbir baru saja selesai, pintaku tidak kunjung usai..
untuk sebuah harapan, menuai setitik Ilmu Mu..

di negeri panas ini..


By. Fahrie Sadah

2 Responses so far

  1. bendi says:

    Terjal beraral lebih menjanjikan indah kawan..

  2. Terimakasih atas semangatnya.. sobat ^^

Leave a Reply

Komentarin SADAH Dunk !!

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian