Minggu, 28 November 2010

RIHLAH ke Jabal Aulia

2 komentar

Lihat saja mesin, bila bekerja terus-menerus bisa terbakar karena kepanasan. Jiwa manusia juga demikian, beban pikiran yang datang bertubi-tubi menyebabkan jiwa kelelahan. Bila tidak segera diantisipasi, akan mencapai titik kulminasi berupa gangguan jiwa..


Inilah salah satu alasan kita butuh rihlah, refreshing, rekreasi atau apalah namanya. Seperti yang kami lakukan saat ini, tamasya ke Jabal Aulia. Salah satu tempat wisata yang banyak dikunjungi di Sudan. Tempat yang cukup menarik untuk melepas kepenatan saat menjalani ritual hidup yang penuh dengan kesibukan.




Setiap orang mempunyai paradigma berbeda tentang rihlah. Ada yang mengatakan tidak harus tamasya ke suatu tempat yang jauh. Duduk-duduk ngopi bersama teman-teman juga rihlah. Bagi sebagian orang, membaca novel, cerita menarik ataupun menonton film juga masuk kategori rihlah.
Secara garis besar, rihlah terbagi dalam tiga macam:
Pertama; Rihlah Ruhiyah. Lebih menjurus pada aspek agama sebagai obat segala kompleksitas permasalah dunia. Ketika menemukan jalan buntu, seseorang yang berserah diri  kepada Allah Swt . dengan tulus dan ikhlas senantiasa akan tenang pikirannya, dan insyaAllah akan menemukan jalan keluar.

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ (الرعد:28(

Orang-orang yang beriman dan hati mereka mengingat Allah, sesungguhnya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram” (Ar Ra’du: 28)

Rihlah Jasmaniyah; Melakukan kegiatan yang di sukai seperti olah raga, bermain musik, teater dan sebagainya termasuk dalam jenis Rihlah Jasmaniyah. Demikian pula rekreasi atau tamasya ke suatu tempat bersama keluarga maupun teman-teman. Semua kegiatan ini berhubungan dengan jasmani secara langsung, juga rohani secara tidak langsung. Kegiatan-kegiatan yang menyenangkan ataupun kebersamaan yang tercipta (togetherness), dapat membuat kita melupakan sejenak persoalan yang pelik dalam hidup dan pikiran kembali jernih. Pikiran yang jernih menjadi modal yang baik untuk memikirkan penyelesaian dari permasalahan yang dihadapi (problem solving).

Jadi teringat kata Rafli dalam syairnya;
 “Ubat hatee.. Allah allah..”
“Ubat susah.. piasan beuna atawa rame syedara”

Rihlah ‘Aqliyah; Membaca kisah Rasulullah membawa kita kembali ke zaman Beliau dan mengenal Beliau lebih dekat meskipun tidak hidup se-zaman denganNya. Alfu lailah wa lailah, menghamparkan gemerlapnya kota Bagdad dalam cakrawala benak kita. karya-karya Sidney Sheldon mengajak kita mengenal seluk beluk keindahan Eropa. Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Syirazi, memamerkan kecantikan Kota Alexandria di Mesir meskipun belum ke Mesir. Ya, membaca juga termasuk rihlah dengan catatan kita menikmati apa yang kita baca.
“Buku adalah benda luar biasa
Buku itu seperti taman indah penuh dengan bunga aneka-warna,
Seperti permadani terbang
Yang sanggup melayangkan kita Ke negeri-negeri tak dikenal sebelumnya”
[Frank Gruber, 1944]
Paska musim liburan Idul Adha ini, sebagian besar mahasiswa di Sudan akan menghadapi ujian semester. Momen rihlah ke Jabal Aulia kali ini sangat tepat untuk me-refresh kembali pikiran yang kusut. Ibarat komputer yang perlu di refresh setelah seharian bekerja, agar kembali berfungsi dengan optimal.
Selamat menghadapi ujian, semoga memperoleh hasil yang memuaskan. Setelah ujian kita libur lagi, tapi kepada kawan-kawan di Sudan di harapkan jangan melancong terlalu jauh. Nanti kesasar ke daerah Janub atau Darfur bisa berabe, karena bulan Januari mendatang kabarnya ada referendum besar-besaran di Sudan..
Kita rihlah di kediaman masing-masing aja dengan berzikir atau baca cerita-cerita ringan sepringan Abu Nawas dan harrypotter. Bisa juga ikut ngopi sore-sore di lapak Mak samping galon dan nge-ashir di pojok si Makki. Atau silakan meng-ekspresikan diri layaknya gadis Sudan yang sedang bahagia karena dipinang sang pujaan hati; "lelelelellelleeellllelelele.... lalalalalalalalalallala..... lulululelelellelulululululululu.....!!!"  ^_^

Tikram,..


2 Responses so far

  1. Hariz says:

    mantap...
    two thumbs keu pak fakhrie... :)

  2. Ah bisa saja Pak Haris neh.. ^^

Leave a Reply

Komentarin SADAH Dunk !!

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian