Tampilkan postingan dengan label Puisi SadAh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi SadAh. Tampilkan semua postingan
Kamis, 26 Juli 2012

Perpisahan

15 komentar

Genggamlah hari ini, tapi kita tidak bisa merubah masa lalu
Kenang saja, waktu yang pernah menertawai kebersamaan kita
Hari ini, waktu jua yang menangisi perpisahan kita
Esok lusa, ia-pun akan mengamini kerinduan kita..

Terimakasih telah mengajariku menangis dan tertawa
Senang, sedih, suka, duka yang pernah kita lalui bersama
Terimakasih telah mengajariku hidup, lewat cinta, amarah, dan petuah
Semua kan terukir indah, sebagai petunjuk kumelangkah

Rangkullah hari ini, tapi kita tidak bisa melawan takdir
Kudatang membawa asa, Kini ku harus pergi demi cita-cita
Jarak menjauh, takkan membuat persaudaraan rapuh
Bukankah bintang itu semakin indah di kejauhan?


Pertemuan penuh kasih, perpisahan penuh sayang
Maafkan segala salah, maafmu membuatku tenang
Sampai bertemu kembali, nanti..
Masih di pangkuan waktu

(Sudan, Juni 2012)
Continue reading →
Jumat, 18 Mei 2012

Bukan Episode Terakhir

25 komentar


Satu lagi episode hidup-ku berlalu
Ada tawa ria menghempas, lepas seikhlas mentari
Menari-nari berselubung seringai sungsang
Sesekali tersedak, menahan himpitan geladak
Haru melantak, takabur sampai lupa kubur
Aku bingung, haruskah aku gembira? Atau sedih..

Apapun yang sudah lalu, hilang begitu saja
Atau membekas parut, mengaibkan jiwa
Semata inprovisasi dari wayang kacangan sepertiku
Kukira hebat, padahal mungkin terlihat bodoh di depan-Mu
Ampuni aku, Wahai Sutradara Kehidupan..

Jika masih ada episode selanjutnya
Kan kuperbaiki peranku..
Kan kuberi penawar, bukan penyakit!
Kan kusemai mawar, bukan menabur duri!
Semoga harapan ini, belum menjadi layu

(Sudan, Mei 2012)
Continue reading →
Sabtu, 28 April 2012

Habis Pikir?

18 komentar

Anak manusia, inilah adicipta-Nya
Sibak jendela rasa, buka pintu asa, asah belati peka
Berapa nyawa masih nestapa?
Tidur menukik dalam kolong pipa
Lir melata, khalifah layu terhempas papa


Satu sisi dari planet ini hobi pesta
Gelak tawa di antara timpukan pasta
Peluh, daki bercampur adonan
Suka cita menginjak makanan
Satu sisi lain? Nanar menahan liur pasang



Masih tidak habis pikir
Satu sisi dari planet ini suka lomba
Siapa terbanyak menelan langgam?
Tenaga waktu terpacu demi hadiah semalam
Perut besar keluar sebagai pemenang..
Satu sisi lain? Mengais nasi dalam pembuangan



Anak manusia, Inilah adicipta-Nya
Ribuan raga kurang gizi, miskin nutrisi
Berteman  kucing, anjing dan tikus
Berbagi suap dalam sampah se-bungkus


Mungkin mereka tidak sampai mati
Andai kita tidak menggembok hati, saling mengisi..

(Bumi Afrika, 28 April 2012)
Continue reading →
Minggu, 01 April 2012

Petuah Muslimah

19 komentar


Mudi muslimah sejati, di manapun dia berada
Kemanapun dia pergi, Iman dan Taqwa tetap menyala
Tak terpengaruh, tak berhenti, oleh situasi.

Laksana ikan di lautan
Terus berenang siang dan malam
Di tengah air asin tak peduli
Bahkan dia, asli ikan sejati
Lezat dan nikmat kala dimakan

Inilah tamsilan iman yang teguh
Tak terpengaruh oleh arus globalisasi

(Langsa, 1996, Abu Wahab Hasan)
Continue reading →
Sabtu, 10 Maret 2012

Sepotong Besi

27 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
 
Teringat waktu almarhum Kakek masih ada, kami memanggilnya Abu. Abu sering menulis tamsilan dan dibacakan buat anak, cucu maupun murid-muridnya. Ya Allah, lapangkanlah kubur beliau, dan tempatkanlah beliau di tempat paling mulia di sisimu, Aamiin Ya Rabbal 'Alamiin ..

Ini salah satu tamsilan yang pernah kakek sertakan dalam surat kakek untukku..

Sepotong Besi
Oleh: Tgk. H. Abd. Wahab Hasan

Aku sepotong besi, dibiarkan tak ada yang peduli
Aku diambil sipande besi, aku dibakar, dibakar merah sekali
Aku dipukul, dipukul dengan palu besi
Aku dipalu, dipalu bertubi-tubi
Aku dibentuk sesuka hati, aku dibikin, dibuat pisau belati
Aku diberi gagang kayu jati
Aku diberi sarung, sarung kulit sapi
Mataku tajam, tajam sekali, dapat memotong semua ini
Aku digunakan di sana-sini, aku disangkut dipinggang lelaki
Aku kini sudah disukai, aku dipakai setiap hari..

***

Catatan: Untuk memperoleh semua ini, sabar derita harus dilalui, tak kan dapat ilmu yang tinggi, sebelum derita kita rasai, baik akhirat dan duniawi.

Untuk ananda, camkanlah tamsilan ini..!
Abu,-



Continue reading →
Kamis, 01 Maret 2012

Do’a di penghujung malam

21 komentar

Do’aku di penghujung malam
Hapus semua lukisan silam
Sambut senyum di ufuk timur
Karena Allah tidak pernah tidur

Aku percaya pada cinta..
Namun aku pasrah pada jodoh
Tetaplah mekar bunga berseri..
Meski kau jauh dari taman hati

Do’aku di penghujung malam
Untuk bahagiamu..

(Maret, 2012)


Continue reading →
Rabu, 15 Februari 2012

Shalawat untuk Baginda

2 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Langit dan penghuninya mengalun shalawat atas Nabi
Padang pasir tandus melukis jejak langkah-Mu
Pohon dan batu menyibak tanah, patuh titah-Mu
Air menyembur dari jari-jari-Mu laksana sumbur
Belahan barat mengenal-Mu, timur utara selatan-pun tahu
Salam untuk Rasulullah dari semesta alam

Shalawat untuk Baginda Rasul
Atas berkah risalah yang Engkau semat  
Kadang sunnah-Mu kami enggan taat
Pun kemuliaan Islam yang Engkau semai
Demi selamat umat dunia akhirat
Namun uswah qudwah-Mu belum kami tunai

Malam kelam hingga ufuk menjulang
Pagi siang hingga petang datang
Mendenyut nadi, mendegup jantung.. mendebar hati..
Berpacu, berburu, berlomba dari nafas ke nafas..
Tidak hanya hari ini! Tidak cuma Rabi’ul Awwal ini!
Kami rindu meneguk syafa’at dari tangan-Mu
Wahai Baginda Muhammad Rasulullah

Shalallahu ‘ala Muhammad, Shalallahu ‘aaihi wasallam
Innallaha wa malaaikatahu yushalluuna ‘alannabi
Yaa ayyuhallaziina aamanu.. Shallu ‘alaihi wasallimu tasliima

Langit dan penghuninya mengalun shalawat atas Nabi
Pun kami di bumi, selalu ..

(Negeri Dua Nil, Rabiul Awwal, 1433 H)


*Mumpung masih Rabi'ul Awwal, mari kita berselawat sebanyak-banyaknya ^^

Salam,-

Continue reading →
Sabtu, 31 Desember 2011

Ucapan Tahun Baru dari Jalur Gaza

20 komentar

Follow Sadah Twitter@IamSadah
 
Tidak terasa Blog-ku sudah berumur 1 tahun lebih. Gak percaya? Ini ada postingan-ku tentang suasana tahun baru 2011 lalu di Sudan, kalau mau baca klik aja di sini.

Tahun ini aku gak mampu se-euforia tahun lalu, sob. Seiring waktu berjalan, aku kenal beberapa pemuda Palestina di Sudan ini. Mereka kabur ke Sudan karena diusir dari Negaranya sendiri oleh penjajah Israel. Dan sampai detik ini, kondisi di tanah air mereka masih sangat memprihatinkan, terutama Kota Al-Quds dan Jalur Gaza.

Iya, Sob. Malam tahun baru ini, aku menemani mereka berdo’a agar Israel segera meninggalkan Palestina. Dan berdo’a agar masyarakat se-dunia mau peduli atas penderitaan mereka. Kalau sobat-sobat sadah ada di posisi aku, pasti sobat juga akan merasakan hal yang sama.

Ini ada sebuah puisi untuk kita semua, terutama kaum muslimin. Puisi ini mewakili sedikit dari jeritan hati-hati mereka, masyarakat Palestina.. Dan terimakasih buat Harian Serambi Indonesia yang sudah mau memuat puisi ini. Berikut Linknya: Ucapan dari Jalur Gaza (serambi Indonesia)

Kartu Ucapan dari Jalur Gaza
Oleh: Fahrie Sadah

Saudaraku se-Islam..
Dari Gaza aku menunjuk diam
Dalam blokade Yahudi Israel aku membisik
Hentak serdadu lebih lantang dari nyalak anjing malam buta
Sengau heli bersungut tajam, 
lebih merdu dari kicau nuri pagi tanpa seri
Tank-tank hijau tua merah darah, 
lebih gelak dari tawa kawanan hyena
Marah, kejam, buas menerkam..

Saudaraku se-iman..
Dari Gaza aku merutuk bisu
Kenapa berperang dalam perang?
Wahai Wahabi, Sunni, Syi’ah, Salafi, Modern, NU,  Muhammadiah !
Perang sesungguhnya di sini, Al-Quds-mu yang meriang
Dingin tanpa selimut, hujan tanpa payung, 
Panas tanpa pelepah kurma
Badai..tanpa dekapan bunda

Saudaraku se-akidah..
Dari Gaza aku menjerit senyap
Al-Qur’an sahaja buku hidupku
Helaku tinggal beberapa hafalan ayat
Anak-anak Palestina

Jalur Gaza mengajariku tentang prioritas
Kenapa menabur racun di sumur sendiri?
Perkara temeh remeh saja mencerai-berai-mu!
Jenggot sejumput di tungkai kepala menuai debatmu?
Dan aku, saudaramu? Mungkin esok tidak berkepala lagi..

Mengapa celana lewat mata-kaki menyita kaji?
Lihat aku, yang sekejab granat kehilangan kaki!

Mengapa rayaan tahun baru ramai fatwa?
Sementara di sini, Aku lebih hafal tanggal matiku dari lahirku..

Saudaraku se-hati,
Dari Gaza aku menangis bahagia
Selamat tahun baru untukmu..
Boleh aku pinta sesuatu?
Ajaklah Israfil meniup terompet bersamamu,
Agar aku ikut mendengar sangkakalanya
Dari sini.. Masjid Al-Aqsa kita yang mati suri


Masjid Al-Aqsa

 Sudan,
Malam Tahun Baru 2012









Continue reading →
Minggu, 25 Desember 2011

Tuhan, Jangan Marah Lagi.. (Tsunami Aceh in Pray)

17 komentar
Tuhan, seperti Engkau jauhkan antara timur dan barat
Jauhkanlah mereka dari siksa kuburmu
Layaknya kain putih yang bersih dari noda
Hapuslah noda-noda dosa mereka, 
Dengan telaga, salju dan embun kasihmu
Sayangi mereka, bentangkan permadani itu hingga sampai tiba waktunya

Pekuburan Massal untuk korban Tsunami Aceh 26 Des 2004, Siron-Banda Aceh
Untukmu, Bang Ajir, Abangku..
Juga untukmu Cicik, Heri, Yusuf, Yanti, sahabat-sahabatku..
Dan kau Fadillah Blay dan adikmu yang manis itu..
Semua saudara-saudaraku yang ada di pekuburan massal ini..
Seikat kembang tak mampu kusematkan,
Raga tak bisa hadir hari ini di perumahan kalian
Hanya baris-baris Fatihah dan Yasin kuhadiahkan
Karena kuyakin, do’a tulus tak mengenal batas-batas ruang
Itulah hidangan kecil persembahan dariku tanggal 26 Desember tahun ini

Tuhan, seperti Engkau jauhkan antara timur dan barat
Jauhkanlah Acehku dari kesalahan kekhilafan,
Yang mengundang rengkuh murkamu untuk kedua kalinya
Aamiin.. Ya Rabbal Alamin



26 Des 2011 (The 7th years Tsunami Aceh )
Dari Negri dua nil,
Untukmu Acehku Sayang,
“Jangan buat Allah marah lagi!”

Baca Juga :: Sadar Bencana = Azab
Continue reading →
Kamis, 22 Desember 2011

Ibumu, ibumu, ibumu Kemudian Ayahmu

9 komentar

Follow Sadah Twitter@IamSadah


Aku tersedan, tapi kenapa seisi kamar tertawa?
Hanya ia yang masih begitu gugup..
Tangannya begitu luas dan hangat, ada desiran saat kuhinggap di sana
Seruas senyum berhias bibirnya, “Jarinya lengkap!"
Tak peduli apa yang lengkap!
Yang nyata, ia begitu cantik..
Malaikatkah?

Sejak itu, ia selalu tersenyum
Bahkan saat teman berkumis-nya marah-marah
“Selalu beol dan nangis tengah malam!
Ia tetap tersenyum, “Itu karena anak kita normal..”

Tak peduli teman berkumisnya itu!
Hanya ia yang aku tahu
Tak pernah membiarkanku kedinginan
Bersenandung menjelang aku tidur
Mengerti saat aku haus atau bosan
Malaikatkah?

Ya! Ia memang malaikat, aku tahu itu saat aku mulai bisa merayap
Panggilannya, ‘Ma..ma..!’ 


***
Selamat Hari Ibu.. ^^

Dalam sebuah Hadits ;

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliaa berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548)
Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian