Tidak hanya indah, Alexandria juga menyimpan nilai sejarah yang begitu agung. Diambil dari nama seorang raja Macedonia yang berjulukan the great, Alexander The Great (356 SM). Dalam Wikipedia dijelaskan, Alexander telah memperluas wilayah kekuasaan ayahnya hingga 50 kali lipat lebih besar dari wilayah kekuasaan yang diwariskan kepadanya. Meskipun Alexander hanya memerintah selama 13 tahun, dunia mengakui kebesarannya.
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mesir. Tampilkan semua postingan
Kamis, 10 November 2011
Minggu, 24 April 2011
Siti Rahmah, TKW dan Take a Way
Tidak hanya di Indonesia, westernisasi (taghrib) juga melanda negara-negara Arab. Menjajah mulai dari bahasa hingga peradaban mereka. Dalam majlis-majlis ilmu sering kita temui orang yang berbicara Bahasa Arab dengan menyelipkan istilah-istilah Bahasa Inggris. Pada titik ini, Bahasa Inggris menjadi ‘ikon’ intelektualitas, bahkan di dunia Arab sendiri. Karena sering digunakan, istilah dari barat ini banyak yang ber-metamorfosis menjadi Bahasa Arab, ini yang disebut sebagai (ta’rib).
Rabu, 06 April 2011
HOBI BERBICARA
Satu lagi karakteristik Bangsa Arab yang mau saya shere adalah HOBI NGOMONG! Mengenai kebiasaan mereka berbasa-basi, sudah pernah saya jelaskan sepintas di sini.
Satu sisi, kegemaran mereka berbicara ini dapat membentuk masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi dan peka terhadap kondisi sosial. Tapi, di sisi lain, kegemaran ngomong ini sering memicu ego tidak mau kalah. Walhasil, debat-debat kusir sering kita temui di mana saja, di pusat perbelanjaan, di jalan, di sekolah, di kampus, di bus kota, bahkan di rumah sakit.
Kamis, 31 Maret 2011
Mari Bersih-bersih..!
Memang masalah klasik sih, tapi apa mau dikata? Sampai sekarang masalah kebersihan tetap saja menjadi masalah terbesar di Dunia pada umumnya, dan Dunia Arab khususnya! Kata ‘bersih’ masih asing dari kehidupan di Dunia Arab. Para ahli sejarah dan antropolog beranggapan bahwa pengaruh budaya padang pasir yang begitu melekat, membentuk perilaku ‘cuek’ mereka terhadap kebersihan.
Sabtu, 12 Maret 2011
Suara itu bernama ‘ZAGHRUTAH’
Sudah lama saya penasaran, sejak pertama kali mendengar suara itu dari asrama putri, “Lululululu lililililiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...!” Saat itu baru selesai ujian semester.
Selang beberapa bulan, suara itu terdengar kembali dari asrama yang dihuni mahasiswi-mahasiswi asal timur tengah itu. Malah kali ini lebih bervariasi, Eyyayayayaya... Yeeyyeyeyeye... lililililiiiiiii.. eeeuuuyy... heiiiiiyiiiiiiii... lululuuuuuliiiyyy! Rupanya, ada yang baru saja menikah. Hehe..
Penasaran? Silakan dengar sendiri siulan 'zaghrutah' dalam cuplikan film Arabian Nights berikut ini:
Rabu, 02 Februari 2011
Wisata Demonstrasi Di Mesir (2)
Setelah ribuan demonstran menghancurkan sebagian besar pos polisi di Cairo, Husni Mubarak langsung meliburkan polisi dan jajaran aparat pemerintahannya untuk menghindari bentrok dengan warga. Tindakan ini justru memunculkan masalah baru. Cairo dengan polisi keamanan saja susah diatur, apalagi tanpa polisi!
Kondisi ini makin diperparah, setelah ribuan narapidana dari penjara Cairo dan Alexandria dikabarkan kabur. Sebagai antisipasi, masyarakat mulai menerapkan ronda mulai jam tiga sore hingga dini hari. Ronda yang extrim menurutku! Setiap orang masing-masing memegang senjata mulai dari balok kayu, cangkul, sekop, pisau daging hingga pedang samurai. Bahkan beberapa orang terlihat memegang senjata api rakitan. Warga Mesir memang sudah terbiasa dengan senjata api, hal ini dikarenakan setiap pemuda Mesir sebelum mengenyam bangku kuliah, di kenakan wajib militer selama setahun.
Wisata Demonstrasi (Cairo, Mesir)
Wisata, kedengarannya memang naif di tengah musibah yang sedang terjadi. Namun, mozaik kerusuhan di Mesir saat ini, menjadi wahana hiburan tersendiri yang memicu adrenalin. Sama halnya kita menggigil ketakutan saat berada di Rumah hantu atau berteriak histeris saat naik Halilintar di Dunia Fantasi. Karena itulah saya menyebutnya wisata demonstrasi, atau bila di generelisasikan lagi, sebut saja wisata politik. Karena secara tidak langsung, trik dan intrik politik dalam situasi rusuh ini menarik untuk disimak.
Rabu, 26 Januari 2011
Bag. III. Mesir Rusuh; Berlindung di Benteng Shalahuddin
LPJ (Laporan Perjalanan)
Khartoum-Cairo
Saat duduk santai di Taman Ataba selepas menukar US Dolar ke Pond Mesir, tiba-tiba datang dua orang polisi dan mengusir kami dari tempat itu. Katanya akan ada demonstrasi besar-besaran sebentar lagi. Suasana Mesir memang sedang panas meski musim dingin. Setelah bom bunuh diri di Alexandria, secara beruntun enam warga Mesir di tempat terpisah melakukan protes dengan cara membakar diri, meniru aksi di Tunisia.
Sabtu, 22 Januari 2011
Bag. II. Saweu Nek 'Uun
Agenda kami di Cairo hari-hari pertama adalah flatwalking, bersilaturrahmi ke beberapa flat mahasiswa Aceh yang kami kenal. Mahasiswa Aceh di Cairo kira-kira berjumlah 400-an. Kebanyakan mendiami kawasan Katameya, yaitu sekitar 150 orang. Dan yang lainnya tersebar di beberapa wilayah seperti Matariya, Ezbed, Nasr city, Hayasir, dan Elmarg. Sebagian kecil ada juga yang tinggal di provinsi selain Cairo seperti Thanta, Manshurah dan Zagaziq.
Rabu, 19 Januari 2011
Bag. I (Leumak Mabok)
First Report
“Kesan pertama mendarat di Cairo.. susah nemuin orang jelek! “ Kata Moli sambil melihat ke arahku. Ada dua spekulan disini, apakah aku ganteng, atau justru tergolong orang yang susah ditemukan itu? Entahlah, aku tidak begitu yakin. Kubolak-balik beberapa lembar pecahan dolar sebagai persiapan. Pond Sudan sudah jelas tidak berlaku disini. Sedangkan untuk keperluan migrasi, pasti membutuhkan uang. Secuil rasa ge er tadi hilang di balik rentetan pertanyaan petugas migrasi, nyaris berubah cemas. Mulai dari pertanyan tentang keperluan apa di Cairo hingga minta bukti finansial atau dikenal dengan istilah ‘uang tunjuk’.
Langganan:
Postingan (Atom)










