Tampilkan postingan dengan label Cerita Video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Video. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 September 2012

Doaku untukmu Sayang ..

6 komentar

Satu lagu untuknya...



Kau mau aku apa, pasti kan ku beri
Kau minta apa, akan ku turuti
Walau harus aku terlelap dan letih
Ini demi kamu sayang
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
Reff:
Aku tak akan berhenti
Menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati
Ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami di surga nanti

Tahukah kamu apa yang ku pinta
Di setiap doa sepanjang hariku
Tuhan tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan aku sayang dia

Repeat reff
(Tuhan tolong aku, jaga jaga dia
Tuhan ku pun sayang dia)

Repeat reff


Mello sesion,
http://jabanahsadah.blogspot.com/
 
Continue reading →
Sabtu, 02 Juni 2012

Sandstorm

26 komentar

Penampakan Sandstorm/ Ghubar saat menyerang dari jauh
Satu lagi fenomena alam yang ada di Negara-negara Timur Tengah dan tidak kita temui di Indonesia adalah ghubar atau disebut juga haboob, dalam bahasa inggris dikenal dengan sandstorm. Akhir-akhir ini di Sudan kerap terjadi sandstorm atau badai pasir, seperti kemarin waktu aku sedang belanja di suuq markezy. Tiba-tiba angin bertiup kencang, orang berlarian mencari perlindungan, jalan seketika macet, tidak terlihat karena tertutup debu tebal dan udara penuh dengan pasir yang beterbangan. 



Ini cuplikan video Sandstorm saat di Suuq Markezy..



Sudah nonton MI 4 kan? Nah, di film ini ada penampakan sandstorm ganas yang mengambil setting di Dubai. Memangsih, badai pasir ini relative aman dan tidak membahayakan, paling-paling jika masih nekat menghadang sandstorm akan berakhir seperti ini … hahaha..

Korban Sandstorm.. ^^

Salam.-
Continue reading →
Kamis, 05 April 2012

Shalatilah Shalatmu..

16 komentar

Ungkapan ini memang agak aneh kedengarannya, namun bila kita teliti makna dari shalat itu sendiri, tentu ungkapan tadi akan mudah dipahami. Dahulu sebelum shalat difardhukan kepada kaum muslim, tepatnya sebelum isra’ mi’raj Nabi Muhammad Saw, bangsa Arab telah menggunakan kata shalat yang berarti harapan atau do’a. Jadi, shalat sebenarnya sinonim dengan kata do’a. Nah, kalau kita padankan dengan kata di atas, kalimatnya akan jadi; “Doakanlah do’amu”..

Kenapa kita harus menshalati shalat kita, atau mendo’akan doa kita? 

Ini suatu wujud instrospeksi ibadah yang harus kita jalankan untuk mencapai istiqamah (konsisten) dalam ibadah. Karena Baginda Rasul sendiri mengakui, ayat yang paling membebani Beliau adalah ayat tentang istiqamah berikut ini;

“Maka tetaplah (istiqamahlah) kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS 11:112).

Bagaimana shalat kita selama ini? Inilah yang mesti kita instropeksi! Apakah kita masih ogah-ogahan, malas-malasan, atau terpaksa menjalankannya? Apakah shalat kita sudah sesuai dengan kaidah ilmu fikih yang benar? Maka, shalatilah shalatmu..

Rabi’ah al-Adawiyah r.a, seorang wanita sufi yang tentu tidak asing lagi di telinga kita. Meskipun Rabi’ah sufi yang sangat tekun beribadah, beliau masih merasa kurang pede dengan kualitas ibadahnya, sehingga sering keluar ungkapan dari bibir beliau;

أستغفر استغفاري..
“Aku beristighfar atas istighfarku..”

Kadang, saat shalat hati dan pikiran kita entah berada di mana. Ketika shalat berjama’ah, tanpa sadar tiba-tiba sudah salam! Shalat kita hanya rutinitas yang tidak berpengaruh sama sekali dalam memperbaiki prilaku kita! Shalat seperti inilah yang perlu kita shalati kembali..

Kadang, kita mengamini do’a yang dipimpin oleh imam, tetapi kita tidak tahu apa sebenarnya arti do’a yang dipanjatkan iman tersebut! Do’a seperti inilah yang perlu kita do’akan kembali..

Kadang, kita beristighfar berkali-kali seusai shalat, namun sambil lalu saja! Hati kita tidak ikut beristighfar dan menyesali dosa-dosa yang telah kita perbuat! Istighfar seperti inilah yang perlu kita istighfari kembali..

***

Video Shalatilah Shalatmu ..



Tikram,-
Continue reading →
Sabtu, 25 Februari 2012

Aceh Lon Sayang

16 komentar
 followtwitsadah@fahriesadah
Desain Batik Aceh Lon Sayang, ambil dari sini ^^

Homesick..? 

Kadang aku juga merasakan begitu asing di tempat yang aneh. Aku bingung, tersesat dan ingin segera pulang. Meringkung di balik selimut tebal-ku, di kamarku sendiri, ranjangku sendiri. Hingga tak lama kemudian.. tangan penuh kasih itu mengelus rambutku, "Kenapa Nak, kamu sakit?"

***

Dulu, Ibu sering senandungkan lagu ini,
So, kalau kangen rumah .. Aceh lon sayang,
I hear this song ^^



Lirik

Daerah Aceh, tanoh lon sayang
Nibak tempat nyan, lon udep matee

Tanoh keuneubah, indatu moyang
Lampoh dengon blang, luah bukon lee
(2 kali )

Keureja udep, na soe peutimang
Na soe peuseunang, keureja matee

Hatee lon susah, lon rasa seunang
Aceh lon sayang, sampo on mate
(3 kali)


Lagu Aceh lon sayang  ini juga pernah jadi hymne pemersatu aktivis Aceh di Jakarta pada masa konflik silam, dan mungkin masih sampai sekarang. Saat damai sudah diteken, tetaplah berpegangan tangan...Kawan (Dedicate to : kawan-kawan Imapa Jakarta, Saman UI, Kompajaya, Foba, dll)


Saleum,-
http://jabanahsadah.blogspot.com/
Continue reading →
Rabu, 11 Januari 2012

Saman, Media Diplomasi Indonesia di Sudan

8 komentar
FollowTwit@FahrieSadah


Telah dimuat di Harian Serambi Indonesia, (11/01/2012), klik di sini

Minggu, tanggal 08 Januari 2012 adalah penampilan pembuka kami tahun 2012 di Negeri dua nil ini. Kami dipercaya untuk mengisi pembukaan Peresmian Asosiasi Dharma Wanita Lima Negara, yaitu; Indonesia, Sudan, Malaysia, Iran dan India. Acara yang terselenggara di Wisma KBRI-Sudan ini turut mengundang Ibu Negara Sudan, Widad Babiker Omer, para duta besar berikut diplomat dari kelima Negara.

Walau jumlah mahasiswa Aceh di Sudan masih relatife sedikit. Alhamdulillah,  di bawah payung organisasi kekeluargaan bernama KMA (Keluarga Mahasiswa Aceh), telah terbentuk Grup Tari Saman Aceh. Sepanjang tahun 2011, Grup Tari Saman ini tercatat telah ikut meramaikan lima event international di Sudan. Di antaranya pada acara ‘Persembahan Mahasiswa Asing untuk Perdamaian Sudan’ , April 2011. Saat itu Saman tampil mewakili Indonesia, bersama puluhan kesenian lain dari berbagai Negara ikut mengkampanyekan semangat perdamaian di tengah-tengah kemelut perang saudara yang dihadapi Sudan.

Grup Saman KMA-Sudan juga pernah memeriahkan Pentas Seni Kebudayaan Dunia, July 2011, yang diselenggarakan di IUA (International University of Afrika), Sudan. Ada moment yang sangat berkesan saat itu. Para penonton banyak yang terharu saat menyaksikan penampilan kami, bahkan seorang bapak menyalami kami satu-persatu sambil bercucuran air mata. Pasalnya, sebelum kami tampil, MC sempat menceritakan sekilas tentang Aceh berikut bencana tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 silam. 

Dr. Sujatmiko,M.A. selaku Dubes RI untuk wilayah Sudan dan Eritria sangat konsen memperkenalkan budaya Indonesia, termasuk kebudayan Aceh. Beliau beserta Istri, Ibu Nani Sujatmiko mengaku sangat senang dengan atraksi Dance of a Thausand Hands atau Saman Dance ini. Ibu Dubes sendiri sudah menyiapkan 20 set pakaian tari saman yang diharapkan bisa digunakan oleh mahasiswa dari Aceh untuk menampilkan Tari Saman ini. 

Karena itulah, hampir di setiap acara yang bersifat diplomatik, Tari Saman kerap dipinta tampil. Seperti halnya malam ini, melihat antusiasme para undangan saat mengapresiasi penampilan Saman, Pak Dubes-pun meminta kami untuk tampil sekali lagi di penutup acara. 

Kami yang tergabung dalam KMA (Keluarga mahasiswa Aceh) di Sudan sangat senang bisa turut memperkenalkan budaya Indonesia, dan khususnya Budaya Aceh di kancah Internasional. Saat ini kami sedang mempersiapkan penampilan Rapa’i Geleng, hanya tinggal hunting beberapa peralatan dan seragam tari.  “Inilah yang bisa kita persembahkan kepada dunia,semoga dapat menjadi bukti bahwa tari saman memang sudah pantas mendapatkan pengakuan dari organisasi budaya dunia, UNESCO” Kata Syukran bin Mas’ud, Ketua KMA (Keluarga Mahasiswa Aceh) di Sudan.



Saleum,-




Continue reading →
Minggu, 25 Desember 2011

Tuhan, Jangan Marah Lagi.. (Tsunami Aceh in Pray)

17 komentar
Tuhan, seperti Engkau jauhkan antara timur dan barat
Jauhkanlah mereka dari siksa kuburmu
Layaknya kain putih yang bersih dari noda
Hapuslah noda-noda dosa mereka, 
Dengan telaga, salju dan embun kasihmu
Sayangi mereka, bentangkan permadani itu hingga sampai tiba waktunya

Pekuburan Massal untuk korban Tsunami Aceh 26 Des 2004, Siron-Banda Aceh
Untukmu, Bang Ajir, Abangku..
Juga untukmu Cicik, Heri, Yusuf, Yanti, sahabat-sahabatku..
Dan kau Fadillah Blay dan adikmu yang manis itu..
Semua saudara-saudaraku yang ada di pekuburan massal ini..
Seikat kembang tak mampu kusematkan,
Raga tak bisa hadir hari ini di perumahan kalian
Hanya baris-baris Fatihah dan Yasin kuhadiahkan
Karena kuyakin, do’a tulus tak mengenal batas-batas ruang
Itulah hidangan kecil persembahan dariku tanggal 26 Desember tahun ini

Tuhan, seperti Engkau jauhkan antara timur dan barat
Jauhkanlah Acehku dari kesalahan kekhilafan,
Yang mengundang rengkuh murkamu untuk kedua kalinya
Aamiin.. Ya Rabbal Alamin



26 Des 2011 (The 7th years Tsunami Aceh )
Dari Negri dua nil,
Untukmu Acehku Sayang,
“Jangan buat Allah marah lagi!”

Baca Juga :: Sadar Bencana = Azab
Continue reading →
Sabtu, 12 Maret 2011

Suara itu bernama ‘ZAGHRUTAH’

11 komentar


Sudah lama saya penasaran, sejak pertama kali mendengar suara itu dari asrama putri, “Lululululu lililililiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...!” Saat itu baru selesai ujian semester.

Selang beberapa bulan, suara itu terdengar kembali dari asrama yang dihuni mahasiswi-mahasiswi asal timur tengah itu. Malah kali ini lebih bervariasi, Eyyayayayaya... Yeeyyeyeyeye... lililililiiiiiii.. eeeuuuyy... heiiiiiyiiiiiiii... lululuuuuuliiiyyy! Rupanya, ada yang baru saja menikah. Hehe..

Penasaran? Silakan dengar sendiri siulan 'zaghrutah' dalam cuplikan film Arabian Nights berikut ini:
Continue reading →
Minggu, 02 Januari 2011

FIREWORKS TAHUN BARU DI SUDAN

5 komentar
Terlepas dari segala bentuk kontrofersi agama yang ada, akhir desember malam menjelang pukul 00.00, khartoum sesak oleh warga yang ingin menyambut tahun baru. Kota khartoum betul-betul light, suara torompet sahut-sahutan dengan klakson mobil menambah ‘wah’ suasana malam itu.
 Suhu dingin mencapai 10 derajat celcius tidak menghalangi langkah kami menyaksikan warna-warni tahun baru di Sudan. Penghujung tahun ini memang puncak musim dingin. Sebagai antisipasi, jaket bulu lengkap dengan penutup kepala jadi andalan meredam dinginnya khartoum malam ini.



Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian