Tampilkan postingan dengan label Jika Rasul bersama kita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jika Rasul bersama kita. Tampilkan semua postingan
Senin, 26 Maret 2012

Candai Isteri-mu ..

17 komentar

Aisyah R.a pernah bercerita; 

Suatu hari, Saudah binti Zam’ah[1] berkunjung ke rumahku. Ketika kami sedang asik mengobrol, Rasulullah Saw datang, dan duduk di tengah-tengah kami berdua, antara aku dan Saudah. Lalu Rasulullah meletakkan sebelah kakinya di pangkuanku, dan kaki yang satunya lagi dipangkuan Saudah.

Di hadapan kami ada sepiring ‘harirah’[2], dan aku mempersilakan Saudah memakannya, namun Saudah berlagak tidak mau, katanya ia tidak suka harirah.

Sambil bercanda aku berkata, ‘Makanlah, atau aku lumuri wajahmu dengan harirah ini..! Saudah tetap tidak mau, dan dia membalas perkataanku sambil tersenyum, “Coba, kalau berani..!

Aku gemas juga melihatnya, akhirnya aku lumuri saja wajah Saudah!

Rasulullah tertawa melihat wajah Saudah yang belepotan, lalu Rasulullah Saw mengangkat kakinya dari pangkuan Saudah sambil berkata; ‘Ayo, balas, tunggu apa lagi?’ Rasulullah mengambil sedikit harirah dan meletakkannya di tangan Saudah, dan alhasil wajahku-pun belepotan harirah, lalu kami tertawa bersama-sama.

(Hadist dari Aisyah, Riwayat Abu Ya'la. Lihat Sunan Kubra An-Nasai 8917)

***

Sob, sebagian kita mungkin beranggapan, kalau orang sudah alim, atau sudah jadi ustaz atau kyai tentu rumahnya hanya akan di penuhi oleh ibadah-ibadah saja, bacaan Al-Qur’an, dan shalat saja.. sama sekali tidak ada ruang untuk canda tawa bersama istri. Benarkan seperti itu?

Rasulullah sangat memperhatikan aspek psikologis istri-nya, yang secara umum juga menjadi pedoman bagi umat. Dengan kata lain, Rasulullah dalam risalahnya, juga menitikberatkan psikologis umatNya. Sebagaimana yang dicontohkan Rasullullah dalam Hadist di atas. Beliau selalu memberi keceriaan dan kelembutan kepada istri-istri Beliau. Karena itulah, tidak ada sejarah yang mencatat kegagalan Rasulullah dalam berumah tangga.

Jika Rasulullah bersama kita hari ini, apa yang akan Beliau katakan bila melihat kenyataan berikut ini :

Cemburu, Suami Aniaya Istri


Sadis! Suami Bakar Istri di Depan Anak. Klik untuk baca!



Lebih dari 90 Persen Kekerasan terhadap Perempuan Terjadi di Rumah Tangga

Kasus Perceraian di GK Meningkat

Salam,


[1] Istri kedua Rasulullah Saw sepeninggal Khadijah
[2] Makanan yang berbahan dasar tepung
Continue reading →
Senin, 12 Maret 2012

PRT juga Manusia

24 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Anas bin Malik R.a sebelum menjadi Mufti dan ahli hadist, beliau adalah pembantu Rasulullah Saw (Khadim ar-Rasul). Anas sering mengisahkan, bahwa majikannya (Rasulullah), memperlakukan dirinya layaknya anggota keluarga, tidak memandang rendah padanya karena ia pembantu.

Pada suatu hari Rasulullah menyuruh Anas membeli sesuatu, maka pergilah ia ke pasar. Di pasar, Anas melihat anak-anak yang sedang bermain, dan ia-pun tertarik ikut bermain bersama mereka (saat itu anas juga masih kecil). Karena terlalu lama menunggu, akhirnya Rasulullah menyusul Anas ke pasar, dan memergoki Anas melalaikan tugasnya, malah asyik bermain-main. 


Apa yang dilakukan Rasulullah terhadap pembantunya itu?  

Betapa kagetnya Anas, karena tiba-tiba ada yang mengangkatnya dari belakang. Ketika ia menoleh, ternyata Rasulullah Saw, majikannya. Anas langsung pucat pasi, ia tahu kesalahan yang telah ia perbuat, dan ia sudah siap bila Rasulullah marah atau menghukumnya. Namun sama sekali tidak, Rasulullah justru tertawa lalu bertanya dengan lembut sambil jongkok dan memegang kedua bahu Anas; “Wahai Unais, apakah kamu sudah kerjakan apa yang aku perintahkan?” 

Wajah teduh dan kelembutan itu membuat Anas tertegun beberapa detik, “Iya, iya.. Maafkan aku wahai Rasul, aku beli sekarang..” Jawab Anas cepat, lalu ia langsung berlari mengerjakan tugasnya. Sejak kejadian itu, Anas berjanji tidak akan pernah melalaikan tugasnya lagi, apalagi sampai mengecewakan Rasulullah, majikannya.  

Pada riwayat yang lain Anas juga pernah berkata; “Aku menjadi pembantu Rasulullah Saw selama Sembilan tahun. Dan selama itu, bila aku tidak mengerjakan tugasku, Rasulullah tidak pernah membentakku. Dan ketika aku mengerjakan tugasku, Rasulullah tidak pernah mencari-cari kesalahan dari apa yang aku kerjakan”.

Pada saat Rasulullah menjadi pemimpin kaum muslimin di Madinah. Jangan dibayangkan, semua masyarakat pada masa itu taat pada perintah Rasulullah dari A sampai Z! Tidak pernah membantah, atau semuanya disiplin, tidak! Dan dari sirah-sirah beliau, kita bisa mengambil teladan bagaimana Rasulullah menindak bawahannya yang berbuat salah. Beliau selalu bersikap lembut dan bersahabat ketika bermu’amalah dengan segenap bawahan Beliau. Tidak pernah membentak, tidak pernah memukul, tidak pernah mencaci, namun Beliau dengan posisinya sebagai pemimpin, tetap dengan kesederhanaan dan kelembutannya. 

Pertanyaaannya sekarang.. Apabila Rasulullah Saw ada dirumah kita hari ini, apakah yang akan Beliau katakan bila melihat perlakuan kita terhadap pembantu? Yang seperti ini…

Baca beritanya di sini ..!

Sekeluarga Menyiksa Pembantu dan Merantainya Bersama Anjing

 

Anggota brimob aniaya pembantu hingga cacat, 

Lihat videonya di bawah ini ..



Salam,-


Continue reading →
Sabtu, 03 Maret 2012

Hargai Nikmat dan Karunia ini ..

19 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Rasulullah Saw. sangat menghargai setiap karunia dan kenikmatan yang Beliau peroleh. Suatu hari di rumah Aisyah r.a, Rasulullah menjumpai sepotong kisrah (roti khas masy. Arab) yang tercecer di lantai. Rasulullah mengambil roti itu, membersihkannya dan kemudian memakannya. Lalu Rasulullah berkata kepada Aisyah;


أَكْرِمِي كريمكِ فإنها ما نَفَرَتْ عَنْ قومٍ قَطْ فَعَادتْ إلَيهم (رواه ابن ماجه عن عائشة)
“Hargai karunia nikmat yang ada padamu, karena nikmat tersebut jika telah hilang dari suatu kaum, maka ia akan susah kembali lagi”

Hadist di atas mengajak kita untuk mensyukuri nikmat yang ada, termasuk makanan. Syukurilah selama kita masih memiliki makanan, Sob. Karena, bila suatu kaum menderita kelaparan, maka akan membutuhkan upaya keras dan waktu yang lama untuk keluar dari penderitaan itu.

Sob, makanan adalah salah satu nikmat dan karunia dari Allah. Hendaknya, mulai saat ini kita biasakan makan secukupnya agar tidak bersisa. Kalaupun bersisa, jangan kita buang seenaknya di tempat sampah atau di selokan. Selain dapat mengundang penyakit, tindakan ini juga sama sekali tidak mencerminkan sikap menghargai makanan.

Jika Rasulullah Saw. ada di tengah-tengah kita saat ini. Bagaimana perasaan Beliau melihat kenyataan di bawah ini?

The ironic nature of the world’s food crisis, Klik here

Pesta Tomat, Mandi tomat rame-rame. Klik Aja!

[BAHAYA!!!very dangerous]....Jangan BUANG NASI anda ....!!! Klik di sini

Rumah Wali Kota Malang Dihujani Nasi Akibat Kisruh Arema, Baca di sini!

Hormati Makanan, Jangan Sia-Siakan, klik aja..

Masya Allah...Setiap Tahun Dubai Buang 1000 Ton Limbah Makanan Berbuka Puas, bacalah..


Salam,-






Continue reading →
Senin, 27 Februari 2012

Ajari dengan Kasih Sayang

16 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Rasulullah Saw. sangat menyayangi anak kecil. Pada suatu hari dalam sebuah majlis, duduk di sebelah kiri Rasulullah, Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khatab dan sahabat senior lainnya. Sedang di sebelah kanan Rasulullah duduk seorang anak kecil

Suguhan minumpun tiba, dan diletakkan tepat dihadapan Rasulullah untuk menghormati Beliau. Menurut adat dan kebiasaan saat itu, suguhan itu akan digilir untuk yang di sebelah kanan Rasul dan seterusnya. Namun, karena Rasul melihat di sebelah kanannya anak kecil, sedang di sebelah kirinya Abu Bakar, Rasulullah menoleh kepada anak kecil tersebut, “Nak, apa boleh kita berikan air ini kepada yang tua-tua dulu?”
 
Si anak menggelengkan kepalanya dengan sikap khas anak kecil, “Saya mau bagian saya dulu!” Dan Rasulullah sambil tersenyum, menuangkan air untuk si anak. Lihatlah bagaimana Rasulullah tetap menghargai yang duduk di sebelah kanannya meskipun seorang anak kecil. Ini salah satu bentuk perhatian Beliau terhadap anak kecil. Karena di hari mendatang, anak-anak kecil inilah yang akan mengukir peradaban baru.

Ummu Khalid menceritakan kisahnya bersama Rasulullah saat ia masih kanak-kanak; “Suatu hari aku dibawa ayahku ke rumah Rasulullah, saat itu aku mengenakan baju warna kuning. Dan Rasulullah, memujiku dan mengatakan aku sangat cantik dengan baju itu. Betapa senangnya aku , dan aku-pun bermanja-manja di sisi Rasul. Saat itu aku tertarik dengan tanda kenabian di tengguk Rasul, dan aku memegang bagian belakang dari kepala Rasulullah untuk melihat tanda itu lebih dekat. Seketika ayahkupun marah-marah.”

 “Ummu! Kesini, jangan ganggu Rasulullah!!” Bentak ayahku dengan isyarat tangan seperti ingin menukulku. Lalu Rasulullah berkata pada ayahku; “Ajarkan dia dengan kasih sayang dan kelembutan..”

Banyak sekali kisah mu’amalah Rasulullah dengan anak kecil. Bahkan ketika sedang beribadah sekalipun, Rasulullah tidak luntur kasih sayangnya terhadap anak kecil. Rasulullah pernah shalat sambil menggendong Umamah bin Zainab, cucu Beliau. Ketika sujud, Rasul meletakkan Umamah di sisinya, dan ketika berdiri Rasul kembali menggendong Umamah, dan melanjutkan shalat sambil menggendong Umamah. 

Pada waktu yang lain, Hasan dan Husain cucu Rasulullah bermain kuda-kudaan di punggung Rasulullah, dan saat itu Rasulullah sedang sujud dalam shalat. Apa yang beliau lakukan? Rasulullah memanjangkan sujudnya hingga Hasan dan Husain puas bermain dan turun, baru Beliau melanjutkan salatnya. 

Pada kisah yang lain, saat Rasul sedang mengimami shalat di masjid. Rasulullah mendengar anak kecil menangis, dan Beliau-pun memperpendek bacaan shalat, agar ibu si anak bisa segera menemui anaknya.

Dr. Ali Umar membahasakan sikap Rasul kepada anak-anak dengan ungkapan, “Bila Rasulullah melihat anak kecil, bagi Beliau, seakan-akan dunia berhenti seketika”. Suatu ketika, Rasulullah berdiri di hadapan jamaah shalat jum’at hendak memulai khutbah. Tiba-tiba beliau melihat Hasan, cucu Beliau. Dan Rasul turun dari mimbar dan menggendong Hasan, lalu membawa Hasan ke mimbar dan melanjutkan khutbah.

Begitulah contoh sikap kasih sayang Rasulullah kepada anak-anak yang bisa kita baca dalam sirah Beliau. Mungkin hari ini kita jarang melihat seorang ayah shalat sambil menggendong anaknya. Atau seorang khatib jum’at turun dari mimbar demi melihat seorang balita, lalu membawa bersamanya ke atas mimbar. Barangkali, kalaupun kejadian, khatib itu akan di cerca oleh jama’ah karena dianggap tidak serius membawakan khutbah.

Jika Rasulullah ada bersama kita hari ini, apakah beliau akan meridhai perlakuan kita terhadap anak-anak seperti ini ..??

Baca beritanya di sini

Kasus Mutilasi BABE: Fenomena Anak Jalanan

Kekerasan Terhadap Anak Timbulkan Gangguan Mental, Klik aja!

Kekerasan pada anak-anak [jangan ditiru] ;)), Klik aja!

23 Anak Bunuh Diri, 120 Diculik, Klik aja

Beraninya Serang Anak-anak Palestina, klik di sini


Tabek,- 


 Terinspirasi dari Realiti Show Saudi, Lau Kana Bainana al-habib.
Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian