Tampilkan postingan dengan label Bahasa Sadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahasa Sadah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 08 Februari 2012

Keistimewaan Bahasa Arab (1)

14 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
Sumber kamus online : http://www.etymonline.com/

 Sob, postingan kali ini subjektif dikit ya.. hehe. Secara, aku kan kuliah di kajian literature Arab.  Jadi boleh donk sekali-sekali nulis tentang Bahasa Arab..^^ Setelah mendalami karakteristik dan sejarah Bahasa Arab, ternyata Bahasa pertama di dunia ini (bahasa Nabi Adam) makin istimewa di hati. Dan banyak lho Sob kata-kata yang tidak asing di telinga kita, ternyata berasal dari Bahasa Arab. Aku sempat ngajuin judul tentang asal usul bahasa ini, tapi ditolak.. ^^

Kalau kita ke pasar buah, terus ketemu buah yang lonjong berwarna kuning, itu namanya pisang! Kalau di Ingris (Banana), Perancis (Banane),  Jerman (Banane),  Belanda (Banaan). Ternyata asal muasalnya dari Bahasa Arab (Banan al-mauz) yang artinya jari-jari pisang^^


Masih di pasar buah, siapa yang tidak kenal buah limun atau jeruk nipis? Orang-orang Inggris bilang (Lemon), Italia (Limone), Spanyol (Limon). Dan asalnya dari Bahasa Arab (Laimun/limah).

Sekarang kalau kita mau nongkrong di café, trus kita pesan kopi dong? Nah, orang inggris pesannya (coffee), Perancis (cafe), Italia (caffe), Jerman (kaffee), Belanda (koffie), Turki (kahve). Rupanya semua kata-kata itu berasal dari Bahasa Arab (qahwa).


Ada sobat yang gak doyan kopi biasa, pinginnya moca! Dan hampir semua Negara di Eropa juga nyebutnya (moca). Ternyanya asal katanya dari Bahasa Arab (Mukha), yaitu nama sebuah pelabuhan di Jepang. Ceritanya dulu saudagar Arab membawa moca lewat pelabuhan mukha yang ada di jepang, jadilah namanya mukha atau moca.

Dan kalau mau tambah gula, orang perancis nyebutnya (sucre), Inggris (sugar), Jerman (zucker), Belanda (suiker). Asalnya dari bahasa Arab (Sukkar). Karena diproduksi dari pohon tebu (Qasab sukkar).

Sekarang kita pindah ke topik yang lain, Sobat pasti tidak asing dengan kata Aljabar kan? Kalau di Amerika (algebra), Perancis (algebre), dan mayoritas Negara di eropa menyebutnya (algebra). Aljabar ini berasal dari kata Bahasa Arab (Al Jabr) yang diambil dari nama buku pertama di bidang ilmu ini yaitu Al-Jabr wa l-Muqabala (buku tentang pengurangan dan persamaan) karya Al Khawarizmi, ahli matematika dan astronomi asal Persia.

Nah, pernah dengar kata chemistry? Orang bule nyebutnya gitu. Di Italia (chimica), Belanda (chemie), Perancis (chimie), Indonesia (kimia). Dan memang, asalnya dari Bahasa Arab (al-kimiya), digagas sendiri oleh ahlinya kala itu Jabr ibnu Hayyan.


Kata gitar, semua pasti tahu! Guitar kalau kata orang Inggris, Belanda (gitaar), Italia (chitarra), Jerman (Gitarre). Dan rupanya berasal dari Bahasa Arab (Qitar).

Jika di suatu hari, kita duduk-duduk santai di atas sofa. Orang bule rata-rata nyebutnya sofa juga! Kata sofa berasal dari Bahasa Arab (suffah) yang artinya tempat duduk yang tinggi.

Dan bila butuh pijat karena mungkin sedang pegel. Orang barat ngomongnya massage, dan ternyata berasal dari kata dalam Bahasa Arab (massa) yang artinya.. ya massage. Orang yang profesi memijat dalam bahasa Arab di sebut Mumassid^^

Ngomong-ngomong tentang pegel, jadi pegel beneran nih. Yang mijit juga gak ada, huff! nasib jadi bujangan.. Masih banyak lagi kata-kata Bahasa Arab yang kemudian diadopsi oleh Bahasa lain. Kita sambung lagi nanti aja ya,,,

Contoh CD Belajar Bahasa Arab - Donlod aja ^^


Yalla Bye..!  (Sapaan Bahasa Arab yang ke-Inggris-inggrisan ^^)



Continue reading →
Jumat, 13 Januari 2012

Mis Meaning

25 komentar

FollowSadahTwit@FahrieSadah

 Setelah posting cerita ‘mis listening’ beberapa hari yang lalu, hari ini saya mau cerita tentang adiknya ‘mis listening’ yaitu ‘mis meaning’. Keduanya nyaris kembar tapi tak sama. Mis meaning tidak ada hubungan dengan alat pendengaran harus divacum karena banyak debu! Namun, ia lebih menjurus ke kajian ilmu makna atau dikenal dengan Ilmu Dilalah (Semantik). Jadi, mis meaning itu, salah paham dalam mengartikan satu kata dalam bahasa yang sama..^^


Banyak faktor penyebab mis meaning, Sob. salah satunya karena beda territorial. Kita ambil kata ‘motor’ sebagai contoh. Di Aceh, karena lebih kental budaya melayunya dan sering bersinggungan dengan Malaysia, ‘motor’ diartikan sebagai ‘mobil’ bukan 'sepeda motor'!. Sedangkan masyarakat Aceh sendiri menggunakan kata ‘kereta’ untuk menyebut ‘sepeda motor’, padahal di luar Aceh ‘kereta’ sebutan untuk ‘kereta api’. Bagaimana dengan di Jakarta dan daerah lain? Berbeda makna bukan? Berikut studi kasus mis meaning pada kata ‘motor’;
MOTOR
Prolog:
Terjadi percakapan antara Sadah, mahasiswa baru asal Aceh, baru pertama kali ke Jakarta (itu aku..hehe) dan Ical, anak betawi asli, ngakunya Betawi Arab keturunan habib. Setting ceritanya di parkiran salah satu kampus negeri di Jakarta. Sadah sedang melihat-lihat sepeda motor di parkiran, waktu Ical baru saja memarkirkan sepeda motornya. Sadah memang berencana mau beli sepeda motor untuk keperluan transportasinya selama di Jakarta. Lalu Ical menghampiri Sadah dan terjadilah percakapan berikut ;

Ical :: Hi, ente mahasiswa baru ya? Kenalin, Ane Ical!

Sadah :: Aku Sadah, aku memang masih baru di Jakarta. Wah, kereta kamu bagus kali, Cal!

Ical :: Bujug! Kereta yang mane? Bisa tekor ni kampus kalo kudu nyediain parkiran kereta! Hehe..

Sadah :: … … (Bengong, mis meaning)

Ical :: Udah, lupain! Di Jakarta jangan keseringan mangap begitu, emangnye ane alien ape? Eh, ente asalnya dari mane mang?

Sadah :: Aku dari Aceh, Cal.

Ical :: Oh.. wah.. Kapan nyampe ente, dari Aceh kesini naik pesawat ya?

Sadah :: Aku sampai dua hari yang lalu, pesawat mahal Cal, aku naik motor ke Jakarta.

Ical :: Buset! Berapa hari pejalanan ente naik motor?

Sadah :: Jangan mangap begitu, aku sudah sering naik motor berhari-hari untuk perjalanan jauh. Dari Aceh ke Jakarta cuma tiga hari tiga malam kok.

Ical :: Waduh, tepos tuh pan***! Kok sanggup ente?

Sadah :: Naik motor itu enak, Cal! Kita bisa santai sambil lihat-lihat pemandangan. Lagian, motornya bagus kok bisa selonjoran kaki gitu, tiduran juga bisa. Apalagi motornya ada AC dan selimut..
Ical :: ... ... (Makin mangap.. Mis meaning)
 
Apakah sobat sadah sekalian ikutan mis meaning juga membaca cerita ini?



Fahrie Sadah berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia”. Disponsori oleh : “Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios108
Continue reading →
Senin, 09 Januari 2012

Mislistening

12 komentar
Followtwit@FahrieSadah

Pantas saja ‘mendengar’ disebut-sebut sebagai keterampilan bahasa yang paling pokok dan pertama sekali diajarkan, kesalah-paham-an ketika mendengar bisa berakibat fatal, Sob. Tercatat dalam kisah perang Arab zaman dulu, ada seorang Arab Himyar yang salah mengartikan perintah panglimanya. Setelah berhasil menyusup dan memanjat benteng lawan pada tingkat pertama, sang panglima menyeru kepadanya dari atas, “Tsib Ilayya!” (Lompat ke atas!). Rupanya sahabat ini ‘mislistening’, ia hanya mendengar “Tsib” (lompat!). Setelah berpikir sejenak, akhirnya ia memutuskan untuk melompat ke bawah. Al-hasil, ia ditangkap musuh yang sedang berjaga-jaga di bawah. 

Zaman dulu, bahasa percakapan masih sangat memperhatikan kaidah (grammer). Kalimat (Tsib + Ila) berarti ‘melompat ke atas’, sedangkan (Tsib + Ala) artinya ‘melompat ke bawah’. Sedang zaman sekarang, bahasa percakapan sudah tidak memperhatikan grammer lagi. Cukup mengatakan (Tsib!), dan melihat konteks peristiwa saat terjadi perintah, orang akan mengerti akan melompat ke atas, ke bawah, atau ke samping..

Tapi, ‘mislistening’ yang aku alami semalam lebih ngeselin, Sob! ^^ Ceritanya, aku lagi pingin Pizza. Karena di Sudan gak ada Pizza Hut (No western product, here!), akhirnya kami ke Aspawa Pizza, Resto Turki. Saat asik dengan pizza, si pramusaji yang belakangan menyebut dirinya dengan Mona, datang dan menawarkan kopi;


Mona :: Jabanah, Dairin? (Ada yang mau kopi?)
Temanku :: Jibli kub wahid! (Buat untukku, secangkir!)
Mona :: Samih.. (baik)
Aku :: Ana dair Salatah Arabiyah, Salatah! (Saya pesan Salad Arab, Salad!)
Mona :: Talatah? (???????)
Aku :: Aiyyy! (Iya!)
***

Salad Arab dengan porsi jumbo itu memang datang, Sob! Tapi tiga porsi! Padahal, maksud aku cuma 1 porsi saja, bahkan itupun belum tentu habis kami makan berdua… ^^

Dimana ‘mislistening’ nya?

Perhatikan dialog antara aku dan Mona ini:

Aku :: Ana dair Salatah Arabiyah, Salatah! (Saya pesan Salad Arab, Salad!)
Mona :: Talatah? (???????)

Salatah, artinya Salad. Sedangkan pertanyaan Mona; Talatah? artinya 'tiga?'. Karena aku mengucapkan Salatah dua kali, mungkin Mona ‘Mislistening’ dan menganggap Salatah yang kedua adalah jumlah pesanan atau Talatah (tiga). Dan aku juga ‘Mislistening’ saat Mona menegaskan kembali, Talatah? Dan langsung aku juwab, “iya..” Sukses deh..makan salad dengan pizza bukan makan pizza dengan salad, he.

Sobat-sobat sadah pernah mengalami 'Mislistening'?? ^^ 

Posted by : http://jabanahsadah.blogspot.com
Continue reading →
Minggu, 24 April 2011

Siti Rahmah, TKW dan Take a Way

9 komentar


Tidak hanya di Indonesia, westernisasi (taghrib) juga melanda negara-negara Arab. Menjajah mulai dari bahasa hingga peradaban mereka. Dalam majlis-majlis ilmu sering kita temui orang yang berbicara Bahasa Arab dengan menyelipkan istilah-istilah Bahasa Inggris. Pada titik ini, Bahasa Inggris menjadi ‘ikon’ intelektualitas, bahkan di dunia Arab sendiri. Karena sering digunakan, istilah dari barat ini banyak yang ber-metamorfosis menjadi Bahasa Arab, ini yang disebut sebagai (ta’rib).
Continue reading →
Sabtu, 12 Maret 2011

Suara itu bernama ‘ZAGHRUTAH’

11 komentar


Sudah lama saya penasaran, sejak pertama kali mendengar suara itu dari asrama putri, “Lululululu lililililiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...!” Saat itu baru selesai ujian semester.

Selang beberapa bulan, suara itu terdengar kembali dari asrama yang dihuni mahasiswi-mahasiswi asal timur tengah itu. Malah kali ini lebih bervariasi, Eyyayayayaya... Yeeyyeyeyeye... lililililiiiiiii.. eeeuuuyy... heiiiiiyiiiiiiii... lululuuuuuliiiyyy! Rupanya, ada yang baru saja menikah. Hehe..

Penasaran? Silakan dengar sendiri siulan 'zaghrutah' dalam cuplikan film Arabian Nights berikut ini:
Continue reading →
Rabu, 29 Desember 2010

WALIMAH

2 komentar
Istilah ini tentu tidak asing lagi bagi kita. walimah yang sekarang diartikan pesta pernikahan ternyata telang mengalami generalisasi makna (perluasan makna). Walimah adalah istilah bangsa arab dahulu yang artinya makanan yang dihidangkan pada pesta pernikahan. Untuk soal makanan, bangsa arab ternyata sangat detail. Terbukti dengan beragam istilah yang mereka gunakan. Selain walimah ada istilah lain seperti ma’diah (makanan yang disuguhkan untuk tamu), i’zar (makanan saat acara khitanan), Kharas (makanan saat ada yang melahirkan), naqiah (makanan untuk menyambut anggota keluarga yang baru datang dari perantauan), dan lain sebagainya.
Pada momen kali ini, saya menghadiri walimahan si Hasan penjaga kafetaria tempat saya kuliah. Acaranya juga diadakan di kafetaria, jadi banyak mahasiswa yang hadir. Apalagi mahasiswa asing yang tinggal di flat kampus, ini adalah hiburan tersendiri bagi mereka sekaligus untuk mengenal budaya Sudan lebih dalam.
Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian