Tampilkan postingan dengan label Giveaway Sadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Giveaway Sadah. Tampilkan semua postingan
Senin, 05 Maret 2012

BS atau BBS ?

21 komentar
Gambarnya nyomot dari sini
FollowTwitSadah@FahrieSadah
Agak shok melihat waktu kontes ini hanya 6 jam saja. Belum lagi selisih waktu Indonesia-Sudan sampai 4 jam. Jam 9 pagi di Indonesia, di sini masih jam 5 subuh, hehe. Tapi masih ada waktu kok untuk ikut di sini lebih kurang satu jam lagi. Yang penting, aku ingin berpartisipasi aja di perhelatan Pak Dhe ini biar lebih akrab ^^ 

Now What? Apa aku ini termasuk “Bukan Blogger Semusim.." Selanjutnya disingkat menjadi (BBS)? atau malah sebaliknya, aku ini “Blogger Semusim" Selanjutnya disingkat menjadi (BS)! 

Melalui sedikit investigasi, aku mencoba menelaah;

Pertama : BS itu biasanya ngeblog untuk satu tujuan khusus dalam tenggang waktu terbatas. Misalkan buat Blog untuk merespon satu issue yang sedang heboh, dan blog itu akan non-aktif seiring berakhirnya issue tersebut. Masih ingat kasus pencemaran nama baik atas @Poconggg?

Dan, Dunia sadah tidak di ciptakan untuk merespon satu issue tertentu dan pada musim tertentu saja. Berarti BBS atau BS ? Hehe^^

Kedua : BS itu jarang up-date, dan sering ditinggal pemiliknya dalam waktu yang lama. Aku tidak termasuk rajin juga sih, paling dua hari sekali atau dua kali seminggu. Semoga bisa tetap konsisten lah.. ^^ Pada kategori ini, aku BS atau BBS..ya..?

Ketiga : Ngeb-blog itu tergantung tujuannya. Kalau ngebblog hanya untuk mencapai target dan tujuan jangka perdek, bisa jadi setelah targetnya dicapai ia akan berhenti ngeb-blog, dan ini tergolong dalam BS. Tujuan aku ngebblog apa ya? Tujuanku ada yang jangka pendek, menengah dan panjang. ^^

Keempat : Ngebbog itu ibadah. Ya lihat dulu content nya..! Kalau mengandung nilai-nilai yang baik, motivasi yang baik, sumber inspirasi yang baik, menghibur yang baik, informasi yang baik, jalinan komunikasi yang baik, tentunya akan bernilai ibadah bukan? Ilmu yang bermanfaat akan menjadi sedekah jariah yang pahalanya tidak putus-putus. Begitu juga ngebbog, selama menularkan nilai-nilai positif kepada pembaca, blog kita bisa jadi ladang pahala. Kalau ngeblog kita niatkan ibadah, insyaallah kita Bukan Blogger Semusim..(BBS).


Mengingat waktu tinggal 10 menit lagi, aku cukupkan di sini Sobat. Tahniah buat sobat-sobat blogger yang terus menginspirasiku…

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Tiga Kata Bukan Blogger Semusim di BlogCamp.

Salam    
Continue reading →
Senin, 20 Februari 2012

Solitaire dan Sendiri

45 komentar
FollowTwitSadah@FahrieSadah

Sumber Logo Solitaire
Solitaire dan sendiri, game kartu ini memang identik dengan kesendirian. Aku akrab dengannya saat mulai menginjak bangku kuliah. Saat itu, solitaire kerap menghiburku saat mulai jenuh dengan tugas atau sekedar mengisi waktu kosong. Tidak jarang juga, solitaire malah menyita waktuku hingga berjam-jam. Aku tidak suka game yang ribet dan berat, makanya salah satu pilihanku jatuh pada solitaire.

Sendiri, kata ini mewakili 'aku' banget! Sejak kecil aku tinggal sama nenek, sebagai satu-satunya anak kecil di rumah tua, sendiri. Sementara adik-kakakku tinggal sama orangtua kami di kota. Terbayang masa kecil, kalau sudah main di luar rumah dengan teman-teman pasti pulangnya kesorean. Habis, di rumah sepi! Main di pekarangan sendiri, di kebun belakang sendiri, nonton tipi sendiri, tidur sendiri. Karena itulah, dulu aku hobi perihara ayam, burung, dan ikan hias. Setidaknya, saat dilarang main ke luar rumah, aku bisa main dengan hewan-hewan peliharaanku.

Mungkin karena bosan di’sendirikan’, aku histeris senang saat akan disekolahkan di sekolah  yang berasrama. Meskipun harus berpisah dengan teman-teman peliharaanku.. ya setidaknya mereka dapat merasakan hidup di alam bebas, justru sekarang aku yang ingin terpenjara. Saat beberapa teman se-asramaku merengek minta pulang, aku malah tidak mau pulang. Lebih betah di asrama, karena di sini aku lebih banyak teman, dan tempat ini menghapus ‘kesendirianku’.

Tamat SMU aku hijrah kuliah ke Jakarta. Lagi-lagi di Jakarta tinggal sendiri. Memang ada saudara sih, tapi kok rasanya saat itu aku justru lebih senang sendiri. Masa-masa inilah aku mengenal spider solitaire dan kakaknya solitaire. Ya, solitaire dan sendiri. Karakter game ini cocok dengan karakter orang yang senang strategi dan senang menikmati kesendiriannya. Seperti aku..

Solitaire tidak berbicara padamu, tapi ia paham dan memberi kunci saat hati dan pikiranmu tergembok. Ia juga banyak memberi alternative pilihan sesuai kemampuanmu. Solitaire memberitahumu lewat isyarat bunyi, ia juga memberi aplaus saat kamu meraih sukses.

Teori psikologi-nya, “Karakter seseorang saat remaja dan menjelang dewasa, biasanya dipengaruhi oleh karakternya saat masih kanak-kanak". Aku terbiasa sendiri dari kecil, ternyata kondisi itu sedikit banyaknya berpengaruh pada kejiawaan-ku sekarang. Aku lebih sering memendam masalahku sendiri, daripada menceritakannya pada orang lain. Kalau sudah membuncah, paling buat puisi sebagai lampiasan. Aku suka duduk sendiri di plafon rumah sambil menatap langit, ‘tadabur!’ kilahku bila ada yang mempertanyakan.

Aku selalu kikuk saat menyampaikan perasaanku pada orang lain, baik saat marah ataupun suka. Aku tidak mempunyai sahabat yang sangat akrab seperti di film-film, buatku semua temanku adalah sahabatku, dan tidak ada yang terlalu istimewa, semua sama. Aku lebih senang jalan sendirian dan berpetualang sendiri ke tempat-tempat yang baru, bertemu orang-orang yang baru, budaya yang baru. Aku punya dunia sendiri, dunia sadah.. 

Solitaire juga temanku, aku bisa langsung berkomunikasi dua arah dengannya. Semakin sering aku gagal saat menaklukkan solitaire empat kartu, rasanya semakin akrab aku dengannya. Tidak jarang juga aku kesal karena gagal terus, lalu berpaling hati bermain catur atau zuma. Solitaire dan sendiri, entahlah, ini sebuah kebetulan atau apa. Jangan-jangan kondisi kejiwaan menuntun raga untuk condong pada game tertentu!? Atau sebaliknya, game yang sering kita mainkan, menunjukkan kondisi kejiwaan tertentu!?

Sumber Gambar
Seberapa dekat kamu dengan solitaire? 


Tulisan 'Solitaire dan Sendiri' ini diikutkan pada perhelatan GIVEAWAY :  PRIBADI MANDIRI yang diselenggarakan oleh Imelda Coutrier dan Nicamperenique.

Salam,-
Continue reading →
Kamis, 26 Januari 2012

SAH ?!

20 komentar


 FollowTwitSadah@FahrieSadah








Sah?” Seru Pak Penghulu.

Saaaah..!!” Jawab para saksi dan semua hadirin.

Sambil mengusap wajah masing-masing, kami mengucap, “Alhamdulillah..!”  

Rasanya begitu nyata, detik ini statusku berubah. Aku bukan lagi Dodi si bujang lapuk! Tidak ada lagi yang akan menghinaku, mengataiku tak laku-laku. Dan siapa sangka? Dina, gadis idaman pemuda se-Jagarosa. Mulai dari mahasiswa hingga eksekutif muda menggilainya, toh akhirnya jatuh ke pelukan-ku, si pengembala kerbau dari kubangan Jagarosa!

Mana mungkin Dina menolak arjuna yang datang menunggang kerbau!” Kataku sambil menepuk dada. 

Dina tersenyum menyeringai medengar ocehan orang-orang. Sambil menggandeng lengan legamku, ia mengedipkan mata, siapapun pasti mengerti akan isyarat itu.

Selamat ya.. semoga lenggeng
Wah, beruntung banget si Dodi!
Iya, tapi musibah buat Dina..

Para jejaka melirik sinis lewat ujung mata, mata-mata itu gengsi takut ketahuan sedang sirik, namun kepalan tangan mereka tidak bisa bohong. Aku serasa seperti pahlawan, senyumku menyaingi matahari, pikatku mengalahkan Messi, langkahku elegan seperti mersi. 

Dan yang paling bahagia adalah Ibu. Hari ini ibu kelihatan sangat..klasik, mungkin lebih tepatnya lagi kuno. Tapi ibu punya alibi, kebaya 30 tahun lalu itu tidak pernah ibu pakai lagi semenjak bapak meninggal. Dan hari ini, ibu merasa lebih hidup dengan kebaya itu! Seperti ter-rewind ke masa silam, saat ijab Kabul dengan almarhum bapak. Ibu berlari kecil kesana kemari sambil terus membagikan kueh ‘rom-rom’ buatannya ke semua orang. Persis seperti seorang gadis yang sedang merayakan hari ulang tahunnya. Ibu ingin berbagi bahagia, satu bebannya telah hilang.

Tapi rupanya alam tidak merestui, tiba-tiba angin bertiup kencang. Tenda-tenda pesta rubuh seketika. Orang-orang-pun panik, berlari tak tentu arah. Kueh ‘rom-rom’ ibu beterbangan ke angkasa, dan yang paling parah..Dina lepas dari genggamanku! “Dina.. Dina! Dimana kamu??” Teriakku sambil celingukan kiri kanan.

Aku sangat kebingungan, berputar-putar seperti gasing, dan Dina tidak kunjung ketemu. Akhirnya hujan turun, semakin deras, dan sepertinya akan banjir. Air sangat cepat meninggi, aku kelelep sambil terus menyebut nama Dina.
Dina, kita sudah sah! Sah, sah, sah, sah! Saaaaaah! Saaaaabblebblebblebbleb…” 

Aku tenggelam, dan sebuah kapal menabrakku hingga aku tersentak dan terlempar ke sebuah jurang.

Buuuk!

Hah..hah.., kok aku belum mati? Dina..Dina mana?! Oh, pinggangku..” 

Aku ngos-ngos-an. Butuh sekian detik untuk sadar, bahwa aku sedang tergeletak di lantai, bahwa aku baru saja jatuh dari ranjang, bahwa kasurku basah semua, bahwa Ibu sedang melotot ke arahku sambil memegang bantal guling dan bersiap-siap memukulku dengan bantal itu.

Sah..sah..sah! Apanya yang sah? Dari tadi ibu siram pake air ngak bangun-bangun! Ditimpuk pakai bantal guling sampai jatuh baru bangun! Noh, si kebo dah kelaparan, kasih makan sana! Jangan tidur mulu! Dasar pemalas! Gimana mau dapat jodoh!” Rentet ibu panjang kaya pengunguman diskon pasar kaget.

Rupanya hanya mimpi..” Gumanku pelan.

Itu  di atas meja ada kueh ‘rom-rom’ untuk sarapan, ibu mau ke pasar” Teriak ibu sebelum menutup pintu depan. 

Aku bangkit dari kasur dengan memikul berton-ton rasa malas, “Minimal kue ‘rom-rom’ buatan ibu sudah jadi kenyataan!!” Sahutku dan langsung dibalas oleh dentuman pintu, ‘Buummm!”.

Note: 476 kata (Nyumbang FF di hari terakhir Kontes FF Mbak Wangi, hehe..)


Continue reading →
Jumat, 13 Januari 2012

Mis Meaning

25 komentar

FollowSadahTwit@FahrieSadah

 Setelah posting cerita ‘mis listening’ beberapa hari yang lalu, hari ini saya mau cerita tentang adiknya ‘mis listening’ yaitu ‘mis meaning’. Keduanya nyaris kembar tapi tak sama. Mis meaning tidak ada hubungan dengan alat pendengaran harus divacum karena banyak debu! Namun, ia lebih menjurus ke kajian ilmu makna atau dikenal dengan Ilmu Dilalah (Semantik). Jadi, mis meaning itu, salah paham dalam mengartikan satu kata dalam bahasa yang sama..^^


Banyak faktor penyebab mis meaning, Sob. salah satunya karena beda territorial. Kita ambil kata ‘motor’ sebagai contoh. Di Aceh, karena lebih kental budaya melayunya dan sering bersinggungan dengan Malaysia, ‘motor’ diartikan sebagai ‘mobil’ bukan 'sepeda motor'!. Sedangkan masyarakat Aceh sendiri menggunakan kata ‘kereta’ untuk menyebut ‘sepeda motor’, padahal di luar Aceh ‘kereta’ sebutan untuk ‘kereta api’. Bagaimana dengan di Jakarta dan daerah lain? Berbeda makna bukan? Berikut studi kasus mis meaning pada kata ‘motor’;
MOTOR
Prolog:
Terjadi percakapan antara Sadah, mahasiswa baru asal Aceh, baru pertama kali ke Jakarta (itu aku..hehe) dan Ical, anak betawi asli, ngakunya Betawi Arab keturunan habib. Setting ceritanya di parkiran salah satu kampus negeri di Jakarta. Sadah sedang melihat-lihat sepeda motor di parkiran, waktu Ical baru saja memarkirkan sepeda motornya. Sadah memang berencana mau beli sepeda motor untuk keperluan transportasinya selama di Jakarta. Lalu Ical menghampiri Sadah dan terjadilah percakapan berikut ;

Ical :: Hi, ente mahasiswa baru ya? Kenalin, Ane Ical!

Sadah :: Aku Sadah, aku memang masih baru di Jakarta. Wah, kereta kamu bagus kali, Cal!

Ical :: Bujug! Kereta yang mane? Bisa tekor ni kampus kalo kudu nyediain parkiran kereta! Hehe..

Sadah :: … … (Bengong, mis meaning)

Ical :: Udah, lupain! Di Jakarta jangan keseringan mangap begitu, emangnye ane alien ape? Eh, ente asalnya dari mane mang?

Sadah :: Aku dari Aceh, Cal.

Ical :: Oh.. wah.. Kapan nyampe ente, dari Aceh kesini naik pesawat ya?

Sadah :: Aku sampai dua hari yang lalu, pesawat mahal Cal, aku naik motor ke Jakarta.

Ical :: Buset! Berapa hari pejalanan ente naik motor?

Sadah :: Jangan mangap begitu, aku sudah sering naik motor berhari-hari untuk perjalanan jauh. Dari Aceh ke Jakarta cuma tiga hari tiga malam kok.

Ical :: Waduh, tepos tuh pan***! Kok sanggup ente?

Sadah :: Naik motor itu enak, Cal! Kita bisa santai sambil lihat-lihat pemandangan. Lagian, motornya bagus kok bisa selonjoran kaki gitu, tiduran juga bisa. Apalagi motornya ada AC dan selimut..
Ical :: ... ... (Makin mangap.. Mis meaning)
 
Apakah sobat sadah sekalian ikutan mis meaning juga membaca cerita ini?



Fahrie Sadah berpartisipasi dalam ‘Saweran Kecebong 3 Warna’ yang didalangi oleh Jeng Soes-Jeng Dewi-Jeng Nia”. Disponsori oleh : “Jeng Anggie, Desa Boneka, Kios108
Continue reading →
Selasa, 27 Desember 2011

Flash disk 256 dari Ayah

10 komentar
FollowTwitter@IamSadah

“Nak, ini ada hadiah dari kantor, untuk kamu aja, Ayah gak tau ini buat apa”, tulis Ayah di akhir suratnya medio tahun 2002 silam. Kurogoh amplop coklat itu sekali lagi, tanganku seperti menyentuh sebuah kotak kecil..

You know what?? Waktu itu aku senang bukan kepalang. Sebuah Flash disk 256 mb seharga uang sakuku selama tiga bulan, ada dalam genggamanku sekarang! “Alhamdulillah, tugas-tugas kuliah tinggal dicopas dari Prof Google, gak perlu ketak-ketik lagi”, Aku melamun sambil senyam-senyum dengan alis turun-naik.


((Hellloooo.. wake up! Sekarang Eksternal Mini Hardisk udah sampai kapasitas 5 tb, dan you masih ngomongin felasydisss 256 mb?? Teriak tetangga sebelah)) 

“Cerita kenangan jaman dulu Dah, waktu awal-awal kuliah di Jakarta. Maklumlah, baru datang dari kampung, udik ‘dikit’! ^^

Tapi buat aku waktu itu flash disk ini sangat spesial, dan sekarang masih spesial juga walaupun jarang dipakai lagi (gak cukup buat copi film sih, he). Flash disk ini masih aja ngikutin aku hingga saat ini. Itu karena;

·      1  Hadiah dari Ayah
·      2  Masih bisa digunakan di saat-saat mendesak
·     3   Awet dan tahan lama. Pernah secara gak sengaja ikut berenang di kolam renang selama 2 jam, tapi doi gak rusak
·      4  Setia. Sudah berkali-kali hilang, akhirnya balik-balik juga. Tapi, tutupnya sepertinya benar-benar hilang
·       5 Berjasa, Dah. Skripsi dan tugas-tugas kuliah aku dulu pernah nangkring di sana.

Sekarang ia memang jauh ketinggalan zaman, modemku saja bisa memuat data lebih besar. Ehmm, nilai suatu benda, apapun itu, tergantung bagaimana kita menghargainya.


Artikel ini diikutsertakan dalam acara GIVEAWAY "11 tahun Bersamamu" oleh Tarry KittyHolic
(Semoga Mbak Tarry dan keluarga sehat selalu..^^)


Yalla, Bye..


Posted By: http://jabanahsadah.blogspot.com/
Continue reading →
Jumat, 23 Desember 2011

Cinta itu Ada Traffic Light Juga!

15 komentar
Follow Sadah Twitter@IamSadah

Cinta itu ibarat menggunakan jalan raya, ada Traffic Light juga! Cinta adalah fitrah yang dianugrahkan Tuhan kepada hati-hati anak manusia, semua sepakat tentang ini. Tapi bila terlanjur masuk perangkap cinta dalam kamuflase ‘pacaran’, jangan lupa bawa surat-surat penting, dan selalu awas dengan traffic light cinta! Masa-masa awal pacaran biasanya lampu kuning akan terus menyala. Artinya kita harus hati-hati jangan terlalu terbawa perasaan dan terjebak oleh permainan nafsu. Kalau tidak dijaga bisa-bisa terserempet setan, dan saat itu terjadi, lampu merah-pun akan menyala dengan seketika. Kalau nekat terobos bisa celaka! Mau aman? Jangan lama-lama pacaran atau tidak usah pacaran sekalian! Luruskan niat, kenali karakteristik pasangan dengan seksama. Kalau cocok, segera temui walinya dan lamar! Dijamin, begitu selesai akad nikah, lampu hijau langsung menyala. Itu artinya, silakan meluncur, jalanan ini milikmu! Hehe..

Untuk kriteria calon pasangan yang aku idamkan. Tidak muluk-muluk kok! Cantik dan itu relatif, yang penting tidak gila harta, berasal dari keturunan yang baik dan mengerti Agama. Hehe, seperti anjuran Rasulullah, tapi untuk mendapat pasangan ideal, tentunya aku harus bisa jadi ideal terlebih dahulu.

5th-anniversary-giveaway

“Tulisan ini saya ikutsertakan di acara 5th AnniversaryGiveaway: Ce.I.eN.Te. yang diselenggarakan oleh zoothera“ 

Semoga limpahan kasih-sayang Allah senantiasa mengucur ke Mbak Zoothera beserta suami. Dan semoga langgeng terus untuk selama-lamanya..  (Sering-sering ngadain Giveaway seperti ini ya..^^)

Jazk,-



Continue reading →
Minggu, 29 Mei 2011

Ke Jakarta aku, kan kembali ...

16 komentar
FollowtwitSadah@FahrieSadah 

Aroma itu, Jakarta akan menyambutku dengan guyuran hujan. Pasti saat itu rasanya indah bukan kepalang. Bak kejutan saat ultah, aku akan meresapi basah demi basah yang nyaris setahun tidak kurasakan sampil senyum-senyum sendiri. 

Logat-logat cablak itu, menarik-narik paksa, mental kuli terminal. Lama kutertegun, lalu menjerit setelah roda troli sukses menggilas ujung kakiku, ternyata ini semua hampir nyata. Tidak lama lagi aku akan memeluk bandara soeta.
Continue reading →
Sabtu, 02 April 2011

Dua Keping Asa

23 komentar
Follow Sadah Twitter@FahrieSadah

Sosok itu berlari melewati gang demi gang. Lehernya turun naik, mengkilat berlumuran keringat dan debu. Tangan kurusnya memegang sebuah bungkusan plastik. 

Hidup keras sudah menemaninya sejak ia lahir. Dikin sama sekali tidak tahu bagaimana sosok orangtuanya. Satu hal yang Dikin yakini, untuk tetap terus hidup ia harus makan, setidaknya dua hari sekali.
Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian