Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan saDaH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan-jalan saDaH. Tampilkan semua postingan
Minggu, 15 April 2012

Sepenggal Kisah di Dongola, Part 3

23 komentar
Hari ini kita akan melihat situs bersejarah yang telah berumur ribuan tahun. Lokasinya masih di Dongola juga, masyarakat di sini menyebutnya KARAM. Ternyata, karam nama kerajaan yang sudah sangat tua sekali, yaitu kerajaan Noba bagi Bangsa Nobi, konon katanya semasa dengan Nabi Yusuf as. 

Pernah dengar sejarah Bangsa Nobi? Bangsa ini tergolong bangsa tertua di Afrika yang masih bertahan hingga sekarang, saat ini bangsa nobi banyak ditemui di Mesir bagian Selatan dan di Sudan bagian Utara. Sejarawan sering mengaitkan bangsa Nobi dengan peradaban Mesir Kuno.. Dan menurut penjaga situs bersejarah ini, Bangsa Nobi juga ada disinggung dalam Taurat dan Injil, sebagai bangsa yang berperadaban tinggi.

Saat ini, karam hanya tinggal reruntuhan saja..

Tinggal Fondasinya doank ..^^

Di sini ada pyramida juga, lho! Tapi kecil-kecil.. ^^


Di sebelah bekas reruntuhan dibangun sebuah museum, yuk kita lihat ada apa saja dalam museum ini..!


Sebenarnya masih banyak pernak-pernik peninggalan Bangsa Nobi di museum ini. Tapi yang paling menarik adalah jasad yang ditemukan di reruntuhan yang sudah berupa tengkorak, di antaranya..

Coba tebak ! Ini tengkorak laki-laki atau perempuan..??
Sudah dulu ya sobats.. 
Kita ketemu di jalan-jalan sadah berikutnya..^^


Wassalam.. 

Continue reading →
Jumat, 13 April 2012

Sepenggal Kisah di Dongola, Part 2

13 komentar
Sobats.., pagi ini begitu cerah, sangat kontras dengan wajah-wajah yang tampak kurang bersemangat. Tahu kan kejadian malam kemarin? Kami baru saja kehilangan dua buah tas berisi hape dan barang berharga lainnya, dan sampai sekarang kabarnya masih simpang siur! (Baca di sini: Sepenggal Kisah di Dongola, Part 1)

But, show must go on! Rencananya hari ini kami akan mengunjungi sebuah desa yang dikelilingi oleh sungai nil. Bisa dikatakan seperti pulau-lah, akses untuk mencapai desa ini hanya bisa ditempuh dengan menyusuri sungai terpanjang di dunia ini!

Pengembaraan di mulai..!


Pulau ini bernama Malawarti, penduduknya hanya berkisar 500 jiwa. Penghasilan mereka hanya berasal dari perkebunan gandum dan kurma. Dan yang paling berkesan adalah keramahan mereka, setiap orang berdiri di depan rumah menyambut kami dengan menyuguhkan halawah (manisan), hmmm.. so sweet! hehe

"Aku bantuin panen gandumnya ya Pak, nanti hasilnya jangan lupa bagi dua!"
"Buruan fotonya, keburu yang punya keledai datang!!"
Berpose dengan gadis-gadis desa.. ^^

Menyusuri kebun kurma.. ehm! ^^
Oh ya, baik kebun gandum ataupun kebun kurma di desa ini merupakan milik bersama, bukan milik individu tertentu. So, saat panen, berbondong-bondong masyarakat desa ini turun ke lahan panen.. seperti pesta rakyat.. Mantab! Sikap kebersamaan dan tolong-menolong sangat kental terasa..

Menjelang petang, kami-pun harus segera beranjak, karena nanti malam ada jamuan makan khusus bersama walikota. Kunjungan ke Malawarti sangat berkesan bagi kami. Dengan kesederhanaan mereka dapat hidup rukun dan bahagia, layaknya satu keluarga besar di pulau kecil ini.


"Sampai jumpa lagi..! Jangan kapok maen kesini ya..! ^^
Di tengah perjalanan, tiba-tiba Pak Suparman, koordinator kami meneriakkan Takbir setelah menerima telpon dari seseorang. Ada kabar gembira! Tas kami yang hilang telah ditemukan! Rupanya memang anak-anak nakal setempat yang mengambil. 
Wajah anak-anak kembali ceria setelah hape gak jadi hilang, hehe

Alhamdulillah, paling tidak peristiwa ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pihak. Bagi kita, agar lebih berhati-hati lagi menjaga barang bawaan di tengah-tengah keramaian seperti semalam. Dan bagi panitia lokal, agar lebih meningkatkan keamanan dalam event-event besar seperti ini. Seperti kata Bang Napi, kejahatan itu terjadi tidak hanya karena ada niat dari pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan!

Bapak Walikota Dongola telah meminta maaf secara terbuka atas kelalaian pihak keamanan mereka. Kepolisian setempat juga mendapat jempol karena cepat mengambil tindakan, dan mampu mengungkap kasus ini dalam waktu yang relatif singkat, hanya sehari semalam!

Huft.. hari yang melelahkan.. Eiit! Besok masih ada agenda juga, Sob! Rencananya akan ada kunjungan ke KIRAM, sebuah situs bersejarah yang berumur ribuan tahun. Seperti apa ya? Tunggu update beritanya besok ya.. di Sepenggal Kisah di Dongola, Part 3!

Wassalam.


Continue reading →
Rabu, 11 April 2012

Sepenggal Kisah di Dongola, Part 1

21 komentar
Assalamu'alaikum..

Sobat, apakabar? Hari ini aku mau ngajak sobat semua jalan-jalan ke Dongola, ibukota Provinsi Syimaliah, Sudan. Kebetulan aku termasuk salah satu anggota sanggar budaya Indonesia yang akan memperkenalkan budaya Indonesia di kota perbatasan Sudan-Mesir ini. Agenda ini termasuk dalam rangkaian program penguatan hubungan kerjasama ekonomi antara Sudan - Indonesia, yang dicanangkan oleh KBRI Sudan.

Perjalanan dari Khartoum (Ibukota Sudan) ke Dongola, memakan waktu sekitar 5 jam. Untungnya kita menggunakan Bus Diplomasi, Bus yang sangat nyaman, sesuailah untuk tamu negara seperti kami, ayo ikut..! hehe

Sepanjang perjalanan yang tampak hanya padang pasir, sesekali kami melewati perkebunan kurma yang sangat luas..!

Hamparan Padang Pasir
Istirahat di tengah perjalanan
 
Perkebunan Kurma
Sampai di Dongola sudah malam, sehabis makan malam kami langsung istirahat di penginapan. Simpan tenaga, karena keesokan harinya, kami harus gladiresik untuk penampilan nanti. Ada tari rantak, tari pendet, tari saman, angklung, pencak silat, fashionshow pakaian adat dan batik serta jaipong yang rencananya akan tampil. 

Sore hari selepas gladiresik aku sempat ngobrol dengan Randa, gadis manis yang akan menjadi guide kami seterusnya. Randa yang juga panitia lokal ini sempat mengisyaratkan satu tampilan yang bisa memicu masalah bila tetap dipertahankan, yaitu Jaipong! 

Randa dan Miska (Sssst...! Sepertinya tentang Randa perlu dibuat judul khusus nih.. :-))
Menurut hemat Randa, Jaipong masih tabu dipertontonkan di daerahnya, karena masyarakat di sini fanatik ke-Islamannya masih sangat kuat. Ia khawatir Jaipong akan memberi kesan yang kurang baik tentang Indonesia. Tapi, panitia Indonesia tetap akan menampilkan Jaipong, dengan pertimbangan goyangannya telah dibatasi, dan Lia, sipenari jaipong sudah susah payah latihan, kasihan kalau dicancel..
Beberapa anggota Saman bersama Lia (Jaipong) dan Dek Farah (Tari Pendet)
Penampilan Angklung
Penampilan Saman
Penonton yang membludak..
Secara umum penampilan kami cukup memuaskan, hanya  ada sedikit gangguan soundsystem dan sorakan yang kurang enak didengar dari penonton saat Lia tampil Jaipong, persis seperti dugaan Randa. Paling tidak, ini bisa jadi pelajaran untuk event-event berikutnya, bahwa tidak semua budaya kita bisa diterima di luar sana, sama halnya tidak semua budaya luar bisa kita terima di Indonesia.

Namun, tiba-tiba kru Indonesia terlihat panik saat dua buah tas berisi 8 unit hape, beberapa dompet, jam tangan dan ratusan pond Sudan milik anggota sanggar Saman raib digondol maling di kamar ganti, Alhamdulillah laptopku tidak ikut raib! Total kerugian mencapai 7000 Pond/ setara 15 juta rupiah. Muka Bapak Walikota Donggola merah seperti kerang rebus, karena menahan malu dana marah. Polisi langsung dikerahkan untuk mengejar maling. Seluruh kru dari Indonesia maupun Sudan, juga para penonton ditahan untuk sementara waktu guna diadakan penggeledahan. Suasana gembira, seketika berubah mencekam..!

Banyak spekulasi di benak setiap orang, siapa yang mengambil kedua tas berisi barang berharga itu? Orang Sudan, atau salah satu panitia lokal? Atau salah satu dari penonton? Dan tidak tertutup kemungkinan, orang dalam..atau oknum dari kru Indonesia sendiri?!

Semua tetap menjadi misteri, sampai akhirnya kami dipulangkan ke penginapan pukul 02.00 tengah malam tanpa hasil yang memuaskan. Kita tunggu saja apa yang akan terjadi esok! Kalau mau tahu kelanjutannya, besok balik kesini lagi ya?! Ikuti Sepenggal Kisah Di Donggola, Part 2..!

Salam,-
Continue reading →
Sabtu, 31 Desember 2011

Sandy, Pyramid yang Belum Jadi

10 komentar
Follow Sadah Twitter@IamSadah

Liburan akhir tahun ini kami memilih Sandy sebagai tujuan rihlah. Jarak dari Khartoum ke Sandy lumayan juga, tiga jam perjalanan darat. Dan perlu merogoh kocek sebesar 40 Pond, yaitu berkisar 100 ribu rupiah. 
Pohon Jigsaw
Perjalanan ke Sandy betul-betul petualangan liar. Sepanjang jalan yang terlihat hanya padang pasir, gunung-gunung batu dan pohon jigsaw (pohon gurun) yang tumbuh jarang. Sesekali muncul kawanan unta, sapi maupun domba, dan tidak sedikit bangkai-bangkai binatang itu berserak di pinggir jalan. “Kebanyakan korban tabrak lari” Jelas supir sebelum aku sempat bertanya.

Di sini banyak camp-camp militer dan pos-pos penjagaan, bis kami sempat kena sweeping sampai lima kali. Maklum, keamanan di Sudan belum pulih total. Dan celakanya, kalau mau ngambil foto harus diam-diam, kalau ketahuan bisa disita. Tapi, buat aku.. inilah adventure! Afrika kalau tidak begini bukanlah Afrika namanya! 


Sandy, sandy, sandy.. Akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Yang paling aku suka dari sandy adalah pasir emasnya yang terhampar sejauh mata memandang, sangat lembut dan berombak. Kalau pyramidnya tidak seperti di Mesir, pyramid di sini banyak yang belum selesai, bopeng sana-sini bahkan ada yang cuma setengah tiang, hehe. 

Pasir Emas
Pasir Emas Lagi

Alkisah, zaman dahulu Firaun sempat menggelar kerja paksa untuk membangun Pyramid di sini, dan waktu itu Sudan sedang musim dingin. Di tengah proses pembangunan pyramid, musimpun berganti menjadi musim panas hingga mencapai 53 derajat. Banyak para pekerja yang mati kelelahan. Karena tidak tahan panas, Firaun memindahkan proyek pembangunan pyramid ke daerah Giza-Mesir. Karena itulah pyramid terbesar sekarang ini ada di Mesir. 
Pyramid Belum Jadi
Puas mandi-mandi pasir, makan-makan, berburu aksesoris di pasar kaget dan kencan dengan ratu padang pasir yang melenggak-lenggok lucu, kami-pun kembali ke habitat semula di Khartoum. 

Unta; Ratu padang pasir
Oh ya, di Sandy kami bertemu dengan James, backpacker asal Austria. James telah mengelilingi Benua Afrika selama berbulan-bulan, hanya dengan mengendarai sepeda! Kereeeeeen eeyyy!

With James

Subhanallah, Mahabesar Allah atas ciptaannya di muka bumi.. 


Salam,-

Continue reading →
Sabtu, 17 Desember 2011

Pedicure-medicure Jalanan ala Afrika

10 komentar

Dari dulu, setiap dengar ‘pedicure..medicure.. mendadak kepala saya berasa gatal dan minta digaruk, mata berputar dan bibir miring sebelah (jangan dipraktekin lho!). Yaiyyalah.. Sudah segitu malasnya kah manusia? Untuk urusan kuku-pun gak bisa ditangani sendiri, malah rela keluar duit banyak untuk permak kuku di salon!

Tapi, jum’at sore kemarin, rasa penasaran mengalahkan ego saya. Saya-pun ber-‘pedicure..medicure’-ria... Stop! Bukan di salon, tapi di kaki lima!
Continue reading →
Kamis, 10 November 2011

Alexandria; Egypt Beauty

7 komentar

Tidak hanya indah, Alexandria juga menyimpan nilai sejarah yang begitu agung. Diambil dari nama seorang raja Macedonia yang berjulukan the great, Alexander The Great (356 SM). Dalam Wikipedia dijelaskan, Alexander telah memperluas wilayah kekuasaan ayahnya hingga 50 kali lipat lebih besar dari wilayah kekuasaan yang diwariskan kepadanya. Meskipun Alexander hanya memerintah selama 13 tahun, dunia mengakui kebesarannya. 
Continue reading →
Senin, 07 November 2011

Kalakalah; Nile River Swim Area

16 komentar

Bus telah disewa, dua ekor kambing kurban siap disembelih, pemanggangan-arang-tusuk sate-baskom-beras sudah tersedia, bumbu sate- sop- lalapan- buah semua ada. Dalam rangka rihlah (liburan) Idul Adha, Kamipun meluncur ke.. Kalakalah..! 

Kalakalah adalah salah satu wisata alternative untuk rekreasi keluarga di Sudan. Kawasan tepian sungai nil ini selalu ramai dikunjungi turis domestik maupun mancanegara, karena selain lokasinya yang tidak jauh dari ibu kota, kalakalah juga bebas dari ancaman belut listrik yang menjadi momok bagi sungai nil. Jadi, kita aman dan bisa berenang sepuasnya..! 


Continue reading →
Senin, 26 September 2011

Stranded in Yemen; Gara-gara Presiden !

2 komentar

 Setelah bermalam di Coral Hotel, Aden-Yemen, jetlag yang sangat mengganggu sejak kemarin malam agak berkurang. Berita pagi di Stasiun Televisi Yaman memberitakan kepulangan Presiden Yaman,  Ali Abdullah Shaleh setelah menjalani pengobatan di Saudi akibat luka-luka karena percobaan pembunuhan. Hari itu juga Bandara International Sana’a-Yaman ditutup demi keamanan sang presiden. Baca : Presiden Yaman Pulang Kampung.

Gara-gara presiden pulang! Kami seluruh penumpang yemenea air tujuan Sana’a terpaksa didaratkan di Aden, Yaman. Dan bayangkan akibat yang ditanggung para penumpang transit tujuan Sudan, Eritria, juga Asmara! Kami terpaksa luntang-lantung ke Bandara lain yang ada penerbangan ke tujuan masing-masing.
Continue reading →
Kamis, 22 September 2011

Stranded in Yemen

5 komentar
 Yaman memang indah dan unik, terutama di Sana’a, ibukota Yaman yang disebut-sebut tempat menetapnya Kaum Saba. Kalau ingin tahu lebih jelasnya, kisah tentang Kaum Saba terdapat di Perjanjian Lama dan juga dalam Al-Qur’an.

Tahun lalu saya pernah transit di Yaman selama dua hari. Mengitari perbukitan Sana’a yang sejuk dan indah, seperti suasana di Puncak, Bogor, hanya saja di Sana’a lebih berkesan klasik dengan rumah-rumah batu yang tersusun rapi. Di perbukitan, kita juga bisa menikmati berbagai jenis buah-buahan yang tidak ada di Indonesia, seperti Mis-Mis, Kum dan kukh. 
Continue reading →
Minggu, 29 Mei 2011

Ke Jakarta aku, kan kembali ...

16 komentar
FollowtwitSadah@FahrieSadah 

Aroma itu, Jakarta akan menyambutku dengan guyuran hujan. Pasti saat itu rasanya indah bukan kepalang. Bak kejutan saat ultah, aku akan meresapi basah demi basah yang nyaris setahun tidak kurasakan sampil senyum-senyum sendiri. 

Logat-logat cablak itu, menarik-narik paksa, mental kuli terminal. Lama kutertegun, lalu menjerit setelah roda troli sukses menggilas ujung kakiku, ternyata ini semua hampir nyata. Tidak lama lagi aku akan memeluk bandara soeta.
Continue reading →
Kamis, 19 Mei 2011

Khaurtoum - Jakarta

15 komentar
You know what? Malam ini saya akan meninggalkan Khartoum menuju Jakarta! Segala persiapan sudah matang, tinggal menuju Bandara dan siap-siap jet lag karena perjalanan memakan waktu hingga 15 jam. Liburan musim panas ini lumayan panjang, sekitar 4 bulan. Sebenarnya, ingin merasakan puncak musim panas di Sudan. Tetapi, kerinduan akan kampung halaman lebih besar, apalagi keluarga besar mengharapkan kepulangan saya .. ^^
Continue reading →
Senin, 21 Maret 2011

Aku menemukannya di DIWEM

14 komentar

Apakah dengan memperoleh segala hal yang kita inginkan di dunia ini, lantas kita bisa dikatakan bahagia? Atau ada pengertian lain tentang kebahagiaan itu sendiri? 

Katakanlah indikator-indikator kebahagiaan yang telah menjadi kesepakatan umun, di antaranya; harta yang melimpah, kesehatan dan awet muda, popularitas, isteri cantik, dan anak – anak yang lucu.
Continue reading →
Senin, 07 Maret 2011

Ada Pramugara Dalam Bus

3 komentar


Bisa dibayangkan enaknya menjalani profesi sebagai pramugara. Mengenakan seragam khusus, melayani orang-orang berkelas dan sekaligus bisa berkeliling dunia. Dan seperti sudah seleksi alam, mereka yang berprofesi sebagai pramugara pastilah memiliki penampilan yang rupawan baik fisik maupun sikap dan tutur kata. Dari segi materi, mereka tentunya tergolong mapan. Maka, tidak heran jika di negeri ini, sekolah tinggi khusus pramugara menjadi salah satu sekolah tinggi favorit. Terutama bagi mereka yang berkocek tebal.
Continue reading →
Rabu, 02 Februari 2011

Wisata Demonstrasi Di Mesir (2)

3 komentar


Setelah ribuan demonstran menghancurkan sebagian besar pos polisi di Cairo, Husni Mubarak langsung meliburkan polisi dan jajaran aparat pemerintahannya untuk menghindari bentrok dengan warga. Tindakan ini justru memunculkan masalah baru. Cairo dengan polisi keamanan saja susah diatur, apalagi tanpa polisi!
 
Kondisi  ini makin diperparah, setelah ribuan narapidana dari penjara Cairo dan Alexandria dikabarkan kabur. Sebagai antisipasi, masyarakat mulai menerapkan ronda mulai jam tiga sore hingga dini hari. Ronda yang extrim menurutku! Setiap orang masing-masing memegang senjata mulai dari balok kayu, cangkul, sekop, pisau daging hingga pedang samurai. Bahkan beberapa orang terlihat memegang senjata api rakitan. Warga Mesir memang sudah terbiasa dengan senjata api, hal ini dikarenakan setiap pemuda Mesir sebelum mengenyam bangku kuliah, di kenakan wajib militer selama setahun.
Continue reading →

Wisata Demonstrasi (Cairo, Mesir)

0 komentar














Wisata, kedengarannya memang naif di tengah musibah yang sedang terjadi. Namun, mozaik kerusuhan di Mesir saat ini, menjadi wahana hiburan tersendiri yang memicu adrenalin. Sama halnya kita menggigil ketakutan saat berada di Rumah hantu atau berteriak histeris saat naik Halilintar di Dunia Fantasi. Karena itulah saya menyebutnya wisata demonstrasi, atau bila di generelisasikan lagi, sebut saja wisata politik. Karena secara tidak langsung, trik dan intrik politik dalam situasi rusuh ini menarik untuk disimak.
Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian