Tampilkan postingan dengan label Filosofi Semesta Sadah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Filosofi Semesta Sadah. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 April 2012

Ketika Semut Bertasbih

18 komentar
Ketika sedang asik berjelajah di dunia maya, aku berpapasan dengan satu lagi tanda kebesaran Allah yang ada di hamparan bumi ini.. Subhanallah!! Perhatikan bentuk rumah semut berikut ini..


Aku menemukan gambar ini di situs al-arabiya.net, tidak ada keterangan persisnya di daerah mana gambar rumah semut yang berlafaz Allah ini diambil. Aku tertegun, maha besar Allah.. bahkan semut-pun punya cara tersendiri dalam bertasbih atas kebesaran Allah..

Semoga fenomena ketika semut bertasbih ini menjadi ibrah bagi kita semua, karena hanya dengan tafakkur, kita dapat merenungi bukti kebesaran Allah yang selama ini kurang kita perhatikan..


Wassalam,


Continue reading →
Rabu, 21 Maret 2012

Filosofi Semut (3); "Pantang Menyerah"

27 komentar
FollowTwitSadah@FahrieSadah
 Coba saja halang-halangi semut, dengan segala cara ia akan mencari jalan untuk tetap melangkah dengan memanjat, mencari celah di bawah atau di samping,  tidak ada istilah mundur bagi semut.

Alkisah, ada seorang pemuda yang berniat bunuh diri karena merasa tidak mampu lagi menahan cobaan hidup. Pemuda itu bersandar pada sebuah pohon, sambil memegang sebilah pisau yang siap memotong urat nadinya kapan saja. 

Di detik-detik akhir keputusannya mengakhiri hidup, pandangannya tertuju pada seekor semut yang tampak kewalahan mengangkat beban yang jauh lebih besar dari tubuhnya. Beban itu berkali-kali jatuh saat ia hendak melewati sebuah tanjakan, namun berulang kali pula semut itu mencoba segala upaya dengan mengangkat, menyeret dan mendorong beban itu sampai akhirnya berhasil melewati tanjakan.

Lalu apa yang terbersit di benak si pemuda?

Pemuda itu merasa malu pada diri sendiri dan pada semangat yang ada pada tubuh kecil si semut. Serta merta ia bangkit dan urung bunuh diri, semut itu telah mengajarkan padanya; 

“Kita tidak boleh kalah oleh masalah, karena sesungguhnya masalah itu diciptakan untuk dikalahkan” 


Alhamdulillah, aku dapat Award "The Seven Shadow". Kali ini dari Akhi Fitrianto, jazakallah khair... Buat sobats blogger, jom main ke blognya Fitrianto.. Banyak pelajaran bermakna di rumahnya ^^. Ini Awardnya..





Salam,-
Continue reading →
Sabtu, 17 Maret 2012

Filosofi Semut (2); “Jembatan Cinta”

11 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Sob, kita sambung tentang filosofi semut ya..

Kali ini tidak hanya bicara tentang kepintaran, namun lebih dari sekedar pintar, semut juga memiliki cinta kasih. Untuk mencapai tujuan bersama, semut rela berkorban untuk sesama..

Sebuah koloni semut mempunyai norma-norma yang mengatur kepentingan koloni, kepentingan bersama, kepentingan berjama’ah! Umat semut telah terbukti memiliki peradaban tinggi, arsitek handal yang telah berhasil membangun ‘istana’ dan ‘gedung pencakar langit’ sejak jutaan tahun yang lalu. Dan sungguh, mereka telah sukses menerapkan fiqih sosial dalam kehidupan ber-koloni-nya. Salah satu-nya tampak pada jembatan yang mereka bangun, aku menyebutnya.. ‘jembatan cinta’.

Bila perjalanan mereka terhalang oleh sebuah ‘jurang’ misalkan, atau inginkan sebuah ‘jalan pintas’ dan mereka merasa perlu sebuah jembatan sebagai penghubung, maka jadilah jembatan ini..

Gambaran sebuah toleransi..

Dari gambar di atas, kita bisa melihat bagaimana usaha keras mereka, saling berbegangan erat agar terbentuk jembatan yang kokoh.

Bentuk sebuah pengorbanan..

Renungkanlah bersamaku, bagaimana ‘jembatan hidup’ ini dibangun dengan pengorbanan sebagian semut terhadap semut yang lain… Apakah semut-semut yang berperan sebagai jembatan itu tidak merasa kesakitan saat semut-semut lain melintasi mereka?

Lukisan sebuah kesabaran..

Silakan lihat videonya di sini:

Melihat jembatan ini, kita akan menemukan toleransi, pengorbanan dan kesabaran. 
Jembatan ini, jembatan cinta..


Sampai di sini izinkan aku berhenti sejenak, untuk sekedar menarik nafas panjang.. Aku teringat sebuah Hadist Rasulullah Saw, yang berbunyi;

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه
“Tidak sempurna iman seseorang, hingga ia mencintai saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”


Semut telah mengamalkan Hadist Rasulullah di atas, 
bagaimana dengan kita?


Tabek,-
http://jabanahsadah.blogspot.com/
Dari berbagai sumber
Continue reading →
Rabu, 14 Maret 2012

Filosofi Semut (1); "Istana Megah"

25 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Dari makhluk mungil ini, banyak sekali yang bisa kita teladani. Di antara yang paling berkesan buat aku adalah kepintaran mereka. Dengan ilmu arsitektur yang canggih, mereka mampu membangun istana yang sangat megah bagi kerajaan semut

Istana ini di desain dengan pertimbangan yang sangat teliti, dirancang mampu mengantisipasi panas, hujan dan anti longsor. Istana semut ini memiliki ruangan-ruangan khusus dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada ruang ratu, ruang penyimpanan persediaan makanan, dan ruang bertelur.

Kerajaan semut juga memiliki struktur kepengurusan, mereka menguasai ilmu manajemen kerajaan, Sob! Pingin kenal jajaran pengurus kerajaan semut? Ini dia.. ^^
Dari paling kanan: Pegawai, Prajurit, Ratu, Panglima Bersayap

Tidak terbayang Istana bawah tanah ini dibangun oleh arsitek-arsitek semut yang jenius. Jadi teringat kisah Nabi Sulaiman yang diabadikan dalam Al-Quran, yang artinya;

“Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah Ratu semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari (QS. An-Naml, Ayat 18)”

Pada ayat tersebut, dikisahkan bahwa sang ratu semut memerintahkan rakyatnya agar berlindung di dalam sarang, karena tentara Nabi Sulaiman akan lewat. Subhanallah, lihatlah betapa pintarnya semut, mereka bisa mendeteksi kedatangan para tentara Nabi Sulaiman, hingga mereka akhirnya berhasil menghindar dari maut. 

Nabi Sulaiman tersenyum mendengar instruksi semut itu, Beliau mendengarnya walaupun jaraknya masih jauh yakni tiga mil, dan kita tahu bersama salah satu mukjizat Nabi Sulaiman, bisa mengerti bahasa binatang. Ketika mereka hampir sampai ke lembah semut, Nabi Sulaiman menahan bala tentaranya dan menunggu supaya semut-semut itu memasuki sarang-sarangnya terlebih dahulu, baru mereka melanjutkan perjalanan.

Lembah Semut
 Subhanallah, sejak 14 abad yang lalu Al-Qur’an telah menyatakan, bahwa semut dipimpin oleh seorang ratu. Sedangkan ilmu pengetahuan baru berhasil mengungkapnya pada abad 20. 

Semut, dengan segala keistimewaannya, maka wajarlah bila dalam A-Qur’an ada satu surah yang bernama An-Naml yang artinya semut. Semoga serangga kecil ini bisa menjadi ibrah bagi kita semua, berikut ada video kerajaan semut yang saya ambil dari youtube, la’allakum tahtadun…


 

Oh ya, JazakallahKhair, terimakasih banyak buat Mas Insan Robbani atas Award-nya yang cantik ( "Tulisan Mas Fahrie banyak membuat saya merenung, sangat menginspirasi" Kata Mas Insan) Ah, Mas..berlebihan, jadi#ge-erisasi! Hehe.. Semoga Media Robbani tetap istiqamah menebar kebaikan dalam usianya yang tiga tahun...

Ini Award-nya..^^ 


Saleum, 
Continue reading →
Senin, 05 Maret 2012

Filosofi Angsa

12 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
Nah, kalau filosofi angsa sudah pada dengar kan?  


Pertama sekali aku tahu filosofi angsa ini lewat email yang dikirim seorang teman, beberapa tahun lalu. Dan saat itu, filosofi angsa ini memang sering disampaikan di berbagai seminar maupun training. Bahkan, sudah banyak yang memposting-nya di blog, coba aja ketik “Filosofi Angsa” di google. 

Sob! Karena aku suka, jadi aku ingin mendokumentasikannya di blog-ku, hehe,. Selain itu, sebagai muzakarah juga, Sob! Karena sebagai manusia, kita dikaruniakan sifat lupa. Dan ketika melihat kawanan angsa terbang di langit biru, kadang kita lupa ber-tafakkur.. akan maknanya, ataupun akan kebesaran penciptanya.

Sekawanan angsa bila terbang di angkasa akan membentuk letter “V” atau mata panah! Tujuannya tidak lain adalah menambah kecepatan terbang mereka berkali-kali lipat, karena sudut tajam tentu lebih mudah menembus udara.  Dan dengan mengepakkan sayap secara serentak dalam formasi, semakin ringan beban kepak sayap  yang harus mereka emban. Angsa yang terbang berkelompok dalam formasi, dapat menempuh jarak terbang 71% lebih jauh daripada angsa yang terbang sendirian. Ada nilai “kerjasama” dan “kecerdasan” di sana! 


Kalau ada seekor angsa yang keluar dari formasi, ia akan merasa kewalahan sendiri, hingga ia akan berusaha kembali bergabung dalam formasi untuk mendapat daya dukung dari teman yang di depannya. Ada sebuah “penyesalan” ketika keluar dari jalinan persaudaraan, dan ada “kesadaran sosial” bahwa seekor angsa sekali-pun butuh pada angsa yang lain.



Ketika pemimpin angsa yang terbang paling depan merasa lelah, ia akan memutar ke belakang dan angsa lain akan menggantikan posisinya. Lihatlah praktek “pendelegasian” dan “kesepenanggungan” yang dicontohkan oleh makhluk cantik ini.. 

Kawanan angsa ini biasanya akan bersuara riuh saat terbang bersama, laksana mars penyemangat seperti yang sering dilagukan rombongan tentara dalam barisan. Ada  upaya “saling menguatkan” dalam mencapai sebuah tujuan bersama.

Bila ada seekor angsa yang sakit dan keluar dari barisan, bebrapa angsa lain akan melindungi dan mengawalnya hingga ia sembuh dan bisa bergabung kembali dalam formasi, atau hingga angsa yang sakit itu mati dan jatuh ke tanah.  Nilai apa lagi yang bisa kita ambil di sini, selain sebuah sikap “kesetiaan” dan “ketulusan” terhadap sesama teman, walaupun pada masa-masa yang sulit.



Salam,-
Continue reading →
Kamis, 23 Februari 2012

Filosofi Kepiting

39 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
Ada yang tidak kenal si capit ini? 

Sumber Pose Kepiting, lihat juga tentang sifat kepiting ini di sini
Kepiting paling enak bila digulai dengan kuah santan kelapa, hmmm..  Kepiting juga lemak kalau dibakar. Dan suasana yang paling aku rindukan sekarang, adalah jalan sore-sore ke kuala dekat pelabuhan, trus singgah di lesehan Mie Aceh kepiting yang bertebaran di sepanjang jalan menuju pelabuhan. Atau, duduk santai di simpang Surabaya, Banda Aceh, menikmati mie kepiting special ala Bang Duen, sambil menikmati suasana kota malam hari.^^ 

Dulu,  aku sering nangkap kepiting di rawa bakau dekat pelabuhan, dan buruanku bukan kepiting biasa, tapi kepiting hamil! #Sadis. 

Kok kepiting hamil ??? Sob, telur kepiting Sob! Kalau dipanggang, wow…! Dan yang punya telur cuma kepiting hamil, hehe.

Sebenarnya pesan dari tulisan ini bukan tentang nikmatnya gulai maupun sop kepiting.. Eh, apalagi kalau capitnya besar Sob, seru makannya! Ada sedikit pertarungan, krup..krup! Sorry lah bagi yang alergi kepiting.. Nah, kalau mau beli kepiting, sebaiknya yang hidup-hidup, Sob! Jauh lebih gurih dagingnya …

Tapi perilaku kepiting sama sekali tidak pantas ditiru, dikenal dengan filosofi kepiting. Kepiting itu punya sifat dengki dan iri terhadap sesamanya. Coba saja kita lepas beberapa ekor kepiting dalam satu baskom besar. Nanti akan terlihat, setiap kali ada seekor kepiting yang berusaha untuk keluar baskom dengan cara memanjat dindingnya, kepiting lain akan menarik kepiting yang ingin keluar itu dengan capitnya. Akhirnya, tidak ada seekor kepitingpun yang bisa keluar, dan semuanya berakhir mengenaskan dalam sepiring Mie Aceh Kepiting.

Mau tahu resepnya, klik di sini
Sifat dengki dan iri hati adalah penyakit sosial yang sangat berbahaya, Sob. Tidak hanya berdampak negatife pada orang lain, sifat dengaki dan iri ini juga berakibat buruk pada pelakunya. Contohnya, si kepiting lagi! Begini ceritanya…

Kepiting paling dibenci oleh nelayan udang tradisional, yang menangkap udang dengan menggunakan bubu khusus. Biasanya bubu dipasang malam hari dengan umpan didalamnya. Pintu bubu penangkap udang relative kecil karena memang didisain khusus untuk udang. Nah, saat tengah malam, kepiting suka sirik melihat udang berbondong-bondong menuju umpan di dalam bubu, dan karena dengki kepiting kerap bertengger di pintu bubu dan menghalang-halang udang masuk. 
Gambar bubu-nya dari sini
Dasar kepiting, ia tidak sadar, kalau ulahnya itu telah menyelamatkan jiwa para udang, dan justru membahayakan nyawanya sendiri. Tidak jarang, kaki-kaki kepiting iseng itu malah terjepit di sela-sela jaring bubu. Bila keesokan paginya, nelayan menemukan kepiting tersangkut di bubu, biasanya udang tangkapan mereka hari itu sedikit. Kalau kepitingnya besar sih lumayan, masih bisa dijual. Kalau kecil, ya..paling dibakar!  

Sob, dalam hidup, jangan sekali-sekali kita menggunakan filosofi kepiting ini;  

“Senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang”




Saleum,-

Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian