Shalat adalah ibadah yang pertama kali akan dihisab di hari
perhitungan nanti.. Rasulullah Saw bersabda;
(رواه
أبو داود) إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ
أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ
“Sesungguhnya amalan yang pertama kali dihisab pada manusia di hari
kiamat nanti adalah shalat... (HR. Abu Daud)
Shalat juga merupakan wasiat terakhir yang diucapkan Baginda
Rasulullah di detik-detik kepergian Beliau..
Lihat
kembali artikel; 7 Hari Menjelang Wafat Nabi Muhammad Saw, beliau bersabda;
الصلاة..
الصلاة.. الصلاة.. وما ملكت أيمانكم
(Dirikanlah shalat, shalat, shalat! Dan bebaskan
budak-budakmu..!)
Persoalan yang sering kita alami, bila sedang di luar
rumah, apakah itu di tempat perbelanjaan, di perkantoran atau pusat kota dan berniat
menunaikan shalat, akan terlontar pertanyaan seperti ini, “Mesjid jauh gak ya
dari sini?” atau begini, “Di mall ini ada mushallanya gak ya?”
Dan sering pula, lebih terkesan sebagai sebuah keluhan, “Waduh,
mesjidnya jauh! Harus putar balik nih kalau mau ke mesjid..” Atau begini, “Ya..
mushallanya ada di tingkat paling atas! Mana gak ada lift lagi..”
Yang paling parah, dalam situasi ini banyak yang akhirnya tidak
mengindahkan shalat.. “Duh ribet.. ntar di rumah ajalah dirapel” atau begini, “Bisa
terjebak macet nih kalau shalat dulu..”
Sudah menjadi persepsi umum, bahwa shalat itu hanya
dilakukan di mesjid (yang berbentuk bangunan khusus), di mushalla atau tempat-tempat yang memang khusus di
sediakan untuk shalat. Hal ini menjadikan shalat seakan hanyalah seremonial atau
upacara yang harus dilakukan di ruang tertentu saja, dan memanglah terlihat..
masyarakat kita masih banyak yang kurang meresapi shalat itu sendiri, selain sebagai kewajiban
semata..
Padahal, mesjid itu seluas hamparan bumi, asalkan kita yakin
akan kesucian tempat itu, maka kita bisa shalat dimana saja di atas bumi ini. Di lantai kantor, di lobby, di parkiran, bahkan di taman-taman kota. Why not? Ulama
telah sepakat akan hal ini, shalat boleh di mana saja kecuali di kuburan (Dimakruhkan shalat
wajib) atau di tempat-tempat kotor seperti kamat mandi, kandang ternak dan tempat
pembuangan sampah.
Rasulullah Saw bersabda;
وجعلت لنا الأرض كلها مسجدا ( رواه مسلم،1 / 371 ، رقم 522)
“Dan
telah dijadikan bumi ini seluruhnya sebagai mesjid”
(HR. Muslim, jld 1, hal
371, no. 522)
الأرض كلها مسجد إلا المقبرة والحمام (سنن الترمذي ، 2 / 260 )
“Bumi ini seluruhnya (bisa) sebagai mesjid kecuali kuburan dan
kamar mandi”
(HR. Tirmizi, jld 2, hal 260)
Jadi, jangan ragu untuk shalat di mana saja, ini juga bisa
jadi syi’ar, dakwah dan ajakan bagi orang lain yang melihatnya..
![]() |
| Di sudut taman kota |
![]() |
| Di depan sebuah restoran |
![]() |
| Di halaman sebuah pasar hewan |
![]() |
| Di pekarangan kantor |
![]() |
| Di tengah-tengah padang tandus |
![]() |
| Di perkebunan |
![]() |
| Di sebelah kios kecil pinggir jalan |
![]() |
| Di halaman terbuka pinggir jalan |
Kapan pemandangan seperti ini terlihat di Indonesia?? Yang
kononnya, bangsa yang berpenduduk muslim terbanyak di dunia..
Tabek,

































