Rabu, 05 Oktober 2011

Tingkatan CINTA

16 komentar

TA’ARUF (PERKENALAN)

Perkenalan adalah fondasi awal terbangunnya sebuah hubungan cinta. Maka, tidak salah bila ada ungkapan; “Tak kenal, maka tak sayang. Tak sayang, maka tak cinta..” 

Pertemuan yang mengarah pada perkenalan merupakan takdir Allah. Dan fondasi cinta yang kokoh adalah perkenalan yang tulus tanpa berselimut kepentingan, juga perkenalan yang tidak pilah pilih latar belakang, paras, atau strata sosial. Firman Allah dalam QS. Al Hujarat: 13 yang artinya ;

“Hai manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu, laki-laki dan perempuan dan menjadikan kamu berbangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”

Dalam perkenalan, Islam tetap memberi batasan. Sangat sulit kita sebagai manusia menilai ketakwaan seseorang. Namun, rambu-rambunya jelas. Kalaupun ingin memilah-milih teman, hindarilah berteman dengan mereka yang jauh dari Agama. Jika berteman dengan sipenjual Parfum, pastilah kecipratan wanginya..

TA’AWUN (TOLONG MENOLONG)

Bila saling tolong menolong sudah tercipta, itu artinya kita sudah naik satu tingkatan lagi yaitu TA’AWUN. Sahabat atau teman sejati tentu akan ringan tangan menolong tanpa pamrih, saat kita dalam masalah besar. That's what friend for.. (kata orang bule).

Dalam Islam ada istilah itsar, yang artinya mendahulukan kepentingan orang lain. Dalam kondisi tertentu, itsar memang dianjurkan. Tapi, dalam hal ibadah, itsar tidak dianjurkan, seperti perkara Nikah (ingat kasus Fadil yang mengalah pada temannya untuk menikahi perempuan yang dicintainya dalam film KCB). He he.. masih demam KCB.

TAKAFUL (SEPENANGGUNGAN)

Ini tingkatan tertinggi dalam cinta. Pada tingkatan TAKAFUL, dua orang yang saling mencintai akan merasa sepenanggungan. Deritamu adalah deritaku, bahagiamu adalah bahagiaku.. Senyummu adalah senyumku, tangismu adalah tangisku..

Sejatinya, suami istri dalam menjalani rumah tangga sudah mencapai tingkat TAKAFUL dalam cinta. Jenjang perkawinan bukanlah waktu untuk saling berkenalan lagi, tapi waktu untuk saling menyesuaikan diri dengan pasangannya, hingga mencapai tingkat TAKAFUL.

Ada pesan Rasulullah perihal cinta; “Jangan sampai cintamu kepada makhluk lebih besar daripada cintamu kepada sang khalik (pencipta). Cintailah kekasihmu, tapi jangan terlalu, karena suatu saat  bisasaja ia menjadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu, tapi jangan terlalu, karena suatu saat bisasaja ia menjadi kekasihmu..”

Sudah pada tingkatan mana CINTA-mu??

Jazk..

16 Responses so far

  1. nice posting sohibblogger.... :) keep writing... salam silaturrahmi... :)

  2. uchank says:

    Ta'Aruf deh kayaknya :D

    amin ya rab :)
    keep writing ya ~

  3. Kangmas :: Makasih dah mampir.. Salam silaturrahmi juga :-)

  4. Accilong says:

    hm, sepertinya ente lagi tarufan dah bg. hehheheheh

  5. Uchank :: Good luck ya ta'arufnya.. ^^

    Achi :: Justru nih lagi nyari yang mau diajak ta'aruf nenk..! he e

  6. wisren says:

    hehehe.. thanks for sharing this.. :D
    kirain tadi intisari buku "taman orang jatuh cinta dan memendam rindu', :)

    eh, btw, iring2an mos nya bagus yah, ada semacam bintang ngikut gitu

  7. Wisren :: Buku "taman orang jatuh cinta dan memendam rindu' karangan siapa? Jadi pingin baca..

  8. Wisren :: Tingkatan cinta diatas merupakan pengembangan dari pemikiran Hasan Al Banna :-)

  9. wisren says:

    iya, pernah baca juga tingkatan cinta di atas itu, tapi lupa baca di mana :)

    o, itu bukunya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah.. :)

  10. Fitri :: Jangan kelamaan mikir, dia butuh kepastian .. ^^

    Wisren :: Iya betul, tu ada dalam bukunya Ibnu Qayyim.. Suka baca karya2 beliau juga? ^^

  11. wisren says:

    buku nya ibnu Qayyim asik, baru itu yang wis baca.. hehe
    wis baca yang terjemahannya, Fahrie
    alhamdulillah penerjemahnya bagus, buku nya jadi enak dibaca.. ^^
    buku beliau yang lain, yang recomended, apa misalnya ya?

  12. Wisren:: Ya, buku2nya memang asik..^^ Sudah baca 'RUH'? segala yang berkaitan dengan ruh dan ghaib dikupas Ibnu Qayyim disini, mudah2an sudah ada terjemahannya.. 'Zawaid' juga bagus krn banyak hikmah kehidupan disana

  13. wisren says:

    oya??
    wah, belum :(
    hm, nanti deh dicari terjemahannya
    kalo ada info ttg terjemahan tsb, kasi tau ya, hehe
    eniwei, makasi info nya fahrie ^^

  14. numpang baca...
    wahhhh... masya Alloh

  15. @Annur EL- Kareem: Sudah sampai di mana tingkatan cintamu?.. ^^

Leave a Reply

Komentarin SADAH Dunk !!

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian