Jumat, 17 Februari 2012

Asa dalam Senyuman

17 komentar
FollowTwitSadah@FahrieSadah

Sob, lihat sekolah di perkampungan Afrika Yuk!
Yalla..!
Pekarangannya tandus, namanya aja Afrika! Kering..
But! Bersih dan banyak burung di sini (kalo di indo dah pada di ketapel anak-anak, he..)

Ahlan.. ahlan!
Sob, sanggup gak minum dari kendi-kendi ini?
Kalau kita di Afrika, jawabannya harus sanggup! Saking panasnya, di sini 10 menit sekali haus! sruuuups

Yang haus, yang haus..!
Lho, anak-anaknya mana ya? Oh, masih di kelas toh..

Nihau...!
Bersyukurlah kalau sekolah kita sudah berlantai keramik..

Lantainya masih tanah :-(
Namun, anak-anaknya sangat pede dan kreatif!!

Leele..lyly..kruooiiiiiiiiii...!!
Parkiran... Cuma ada dua kendaraan, punya Pak kepsek satu dan punya tamu sekolah satu..

Hening....
Ini tidak mempengaruhi rasa ingin tahu dan semangat belajar mereka!

Tulisannya kok kayak cakar ayam ya..?
Hidup anak-anak di sini keras, Sob. No game online ataupun playstation, no rekreasi ke ancol atau nongkrong di mall! Pulang sekolah, mereka kerja keras mengais rejeki bersama orang tua mereka di ladang, di jalanan, di pasar ataupun di pesisir nil. Keras, namun tetap santun, hormat dan patuh pada guru mereka, nilai hormat pada orang tua ini yang nyaris hilang di anak-anak Indonesia raya..

So.. Hari ini kita bermain bersama..!
Siapa yang punya tebak-tebakan lagi??
Potong bebek angsa.. masak di kuali..lalala..
Udah dulu ya, naltaqi fima ba'd.. See u later!

Jarang-jarang nih foto sama bule.. huk huk!
Jangan kapok main kesini ya...!! Yo, yo, yo...

Ada asa yang menyala dalam senyuman mereka..
www.jabanahsadah.blogspot.com
Continue reading →
Rabu, 15 Februari 2012

Shalawat untuk Baginda

2 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Langit dan penghuninya mengalun shalawat atas Nabi
Padang pasir tandus melukis jejak langkah-Mu
Pohon dan batu menyibak tanah, patuh titah-Mu
Air menyembur dari jari-jari-Mu laksana sumbur
Belahan barat mengenal-Mu, timur utara selatan-pun tahu
Salam untuk Rasulullah dari semesta alam

Shalawat untuk Baginda Rasul
Atas berkah risalah yang Engkau semat  
Kadang sunnah-Mu kami enggan taat
Pun kemuliaan Islam yang Engkau semai
Demi selamat umat dunia akhirat
Namun uswah qudwah-Mu belum kami tunai

Malam kelam hingga ufuk menjulang
Pagi siang hingga petang datang
Mendenyut nadi, mendegup jantung.. mendebar hati..
Berpacu, berburu, berlomba dari nafas ke nafas..
Tidak hanya hari ini! Tidak cuma Rabi’ul Awwal ini!
Kami rindu meneguk syafa’at dari tangan-Mu
Wahai Baginda Muhammad Rasulullah

Shalallahu ‘ala Muhammad, Shalallahu ‘aaihi wasallam
Innallaha wa malaaikatahu yushalluuna ‘alannabi
Yaa ayyuhallaziina aamanu.. Shallu ‘alaihi wasallimu tasliima

Langit dan penghuninya mengalun shalawat atas Nabi
Pun kami di bumi, selalu ..

(Negeri Dua Nil, Rabiul Awwal, 1433 H)


*Mumpung masih Rabi'ul Awwal, mari kita berselawat sebanyak-banyaknya ^^

Salam,-

Continue reading →

Untuk apa Aku diciptakan?

14 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah

Banyak orang yang bergelut dalam profesi yang sebenarnya tidak disukainya. Pepatah China mengatakan, “Jika kamu mencintai profesimu, maka kamu tidak akan susah sepanjang hidupmu”.

Sob, banyak kita temukan rahasia mencapai kesuksesan dalam buku-buku motivasi, satu di antaranya; 


Tujuan jelas + cinta profesi + keterampilan = Kesuksesan

Lihatlah bagaimana Rasulullah Saw, telah mempraktekkan rumus ini pada Khalid bin Walid. Kita tahu, Khalid sebelum masuk Islam adalah panglima besar yang disegani. Bahkan Khalid tercatat sebagai man of the war dalam perang Uhud, saat ia berhasil mengalahkan pasukan muslim. Dan ketika masuk Islam, Rasulullah langsung mengangkat Khalid sebagai Panglima pasukan muslim. Padahal di sana masih ada Abu Bakar, Umar bin Khattab dan lain-lain! 

Tapi Rasulullah tahu betul posisi dan kemampuan para sahabatNya. Khalid punya tujuan jelas dalam hidup, yautu jihad. Ia sangat ahli dalam berperang dan jiwanya menyatu dengan trik intrik dan strategi perang. Rasul sadar Khalid memang diciptakan sebagai Panglima perang. Benar saja, Khalid berhasil hingga mendapat gelar ‘Saifullah’ (Pedang Allah). Khalid sangat pantas dengan gelar itu!

Tidak ada kata terlambat untuk menjawab pertanyaan, “Untuk apa sebenarnya aku diciptakan?” Jika hari ini kita sadar, sebenarnya profesi yang selama ini kita jalani bukanlah profesi yang kita cintai! Tidak ada kata terlambat untuk mengubah haluan. Kita lihat contoh nyata, Kolonel Harlan Sanders, pada umur 60-an ia baru sadar bahwa sebenarnya ia diciptakan di muka bumi ini sebagai peracik bumbu ‘ayam goreng’. Hari ini, siapa di dunia ini yang masih asing dengan foto ini? 
Setiap kali melihat foto Mr. Sanders di jalanan, ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat untuk mencoba hal baru yang kita senangi

Sob, profesi atau kerja yang kita tekuni setiap hari seharusnya menjadi sesuatu yang kita senangi. Karena dengan mencintai profesi, akan lahir kepuasan hati yang dapat memicu kreatifitas dan produktivitas tinggi. Ingatlah selalu prinsip “double L” saat memutuskan akan terjun pada bidang tertentu, “Love it, or leave it!”

Mari kita merenungi kembali, Sob. Untuk apa kita diciptakan? Al-Qur’an sendiri telah menjawab pertanyaan ini, “Tidaklah diciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada Allah”. Betul! Namun ini jawaban secara umum, sebagai manusia kita mutlak harus beribadah kepada Allah. Tapi, kita secara pribadi!? Apa yang membedakan kita dengan orang lain? 

Jika Khalid bin Walid diciptakan sebagai panglima perang, Abdurrahman bin Auf diciptakan sebagai saudagar sukses, Abu Hurairah diciptakan sebagai perawi hadist, Bill Gates diciptakan sebagai penguasa software!  

Lalu Kita, sebagai apa kita diciptakan di atas muka bumi ini???




Continue reading →
Rabu, 08 Februari 2012

Keistimewaan Bahasa Arab (1)

14 komentar

FollowTwitSadah@FahrieSadah
Sumber kamus online : http://www.etymonline.com/

 Sob, postingan kali ini subjektif dikit ya.. hehe. Secara, aku kan kuliah di kajian literature Arab.  Jadi boleh donk sekali-sekali nulis tentang Bahasa Arab..^^ Setelah mendalami karakteristik dan sejarah Bahasa Arab, ternyata Bahasa pertama di dunia ini (bahasa Nabi Adam) makin istimewa di hati. Dan banyak lho Sob kata-kata yang tidak asing di telinga kita, ternyata berasal dari Bahasa Arab. Aku sempat ngajuin judul tentang asal usul bahasa ini, tapi ditolak.. ^^

Kalau kita ke pasar buah, terus ketemu buah yang lonjong berwarna kuning, itu namanya pisang! Kalau di Ingris (Banana), Perancis (Banane),  Jerman (Banane),  Belanda (Banaan). Ternyata asal muasalnya dari Bahasa Arab (Banan al-mauz) yang artinya jari-jari pisang^^


Masih di pasar buah, siapa yang tidak kenal buah limun atau jeruk nipis? Orang-orang Inggris bilang (Lemon), Italia (Limone), Spanyol (Limon). Dan asalnya dari Bahasa Arab (Laimun/limah).

Sekarang kalau kita mau nongkrong di café, trus kita pesan kopi dong? Nah, orang inggris pesannya (coffee), Perancis (cafe), Italia (caffe), Jerman (kaffee), Belanda (koffie), Turki (kahve). Rupanya semua kata-kata itu berasal dari Bahasa Arab (qahwa).


Ada sobat yang gak doyan kopi biasa, pinginnya moca! Dan hampir semua Negara di Eropa juga nyebutnya (moca). Ternyanya asal katanya dari Bahasa Arab (Mukha), yaitu nama sebuah pelabuhan di Jepang. Ceritanya dulu saudagar Arab membawa moca lewat pelabuhan mukha yang ada di jepang, jadilah namanya mukha atau moca.

Dan kalau mau tambah gula, orang perancis nyebutnya (sucre), Inggris (sugar), Jerman (zucker), Belanda (suiker). Asalnya dari bahasa Arab (Sukkar). Karena diproduksi dari pohon tebu (Qasab sukkar).

Sekarang kita pindah ke topik yang lain, Sobat pasti tidak asing dengan kata Aljabar kan? Kalau di Amerika (algebra), Perancis (algebre), dan mayoritas Negara di eropa menyebutnya (algebra). Aljabar ini berasal dari kata Bahasa Arab (Al Jabr) yang diambil dari nama buku pertama di bidang ilmu ini yaitu Al-Jabr wa l-Muqabala (buku tentang pengurangan dan persamaan) karya Al Khawarizmi, ahli matematika dan astronomi asal Persia.

Nah, pernah dengar kata chemistry? Orang bule nyebutnya gitu. Di Italia (chimica), Belanda (chemie), Perancis (chimie), Indonesia (kimia). Dan memang, asalnya dari Bahasa Arab (al-kimiya), digagas sendiri oleh ahlinya kala itu Jabr ibnu Hayyan.


Kata gitar, semua pasti tahu! Guitar kalau kata orang Inggris, Belanda (gitaar), Italia (chitarra), Jerman (Gitarre). Dan rupanya berasal dari Bahasa Arab (Qitar).

Jika di suatu hari, kita duduk-duduk santai di atas sofa. Orang bule rata-rata nyebutnya sofa juga! Kata sofa berasal dari Bahasa Arab (suffah) yang artinya tempat duduk yang tinggi.

Dan bila butuh pijat karena mungkin sedang pegel. Orang barat ngomongnya massage, dan ternyata berasal dari kata dalam Bahasa Arab (massa) yang artinya.. ya massage. Orang yang profesi memijat dalam bahasa Arab di sebut Mumassid^^

Ngomong-ngomong tentang pegel, jadi pegel beneran nih. Yang mijit juga gak ada, huff! nasib jadi bujangan.. Masih banyak lagi kata-kata Bahasa Arab yang kemudian diadopsi oleh Bahasa lain. Kita sambung lagi nanti aja ya,,,

Contoh CD Belajar Bahasa Arab - Donlod aja ^^


Yalla Bye..!  (Sapaan Bahasa Arab yang ke-Inggris-inggrisan ^^)



Continue reading →
Senin, 06 Februari 2012

Berwudhu atau Mandi?!

21 komentar
FollowtwitSadah@FahrieSadah

Air adalah salah satu dari nikmat terbesar yang dianugrahkan Allah kepada kita.  Apakah kita pernah merenungi pentingnya air bagi kehidupan? Apa pernah terbersit dalam fikiran kita, bahwa air yang ada di toilet kita, jauh lebih jernih, jauh lebih bersih dan bebas bakteri, daripada air yang diminum trilyunan anak manusia di benua Afrika? 

Sob, seberapa banyak kita telah mensyukuri nikmat air? Atas air yang kita minum setiap hari, atau air yang kita gunakan untuk masak, mandi, mencuci dan keperluan hidup yang lain? 

“Air ketika berlimpah seakan tidak bernilai, namun krisis air bisa menyebabkan peperangan antar negara”

Bagaimana perlakuan kita sehari-hari terhadap air?
Sob, banyak di antara kaum muslim berwudhu seperti mandi, dengan dalih agar lebih yakin. Permasalahan di sini adalah, banyak yang tidak memahami perbedaan isbagh wudhu  dengan israf wudhu. Sob, isbagh wudhu atau menyempurnakan wudhu ke anggota-anggota wudhu bukan berarti kita harus menyiram anggota wudhu itu berkali-kali. Yang disunnahkan dalam Islam adalah tiga kali, jadi bila lebih dari tiga kali itu namanya israf wudhu (berlebihan dalam berwudhu). Ini mubazir, dan orang-orang yang suka mubazir tergolong ke dalam saudara syaitan.

Coba kita iseng-iseng menghitung, berapa banyak air yang kita gunakan bila kita berlebih-lebihan dalam berwudhu (israf wudhu). Seorang muslim yang berlebih-lebihan dalam berwudhu bisa menghabiskan 100 liter air dalam sehari, hanya untuk keperluan wudhu saja. Lalu kalilah dengan jumlah muslim seluruh dunia! Berapa liter dalam sehari, umat muslim menghabiskan air hanya untuk berwudhu?

 Sekarang bandingkan bila kita mengikuti ajaran Rasulullah, maka sekali wudhu tidak akan lebih dari lima liter, itu artinya dalam sehari kita cukup menghabiskan kurang dari 20 liter untuk berwudhu. Coba bayangkan berapa banyak air yang bisa kita hemat, bila kita tidak berlebihan dalam wudhu?

Rasulullah pernah menegur Saad bin Abi Waqas, “Kenapa kamu berlebihan dalam berwudhu?” Lalu Saad bertanya, “Apakah ada istilah mubazir air ketika berwudhu wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab; “Iya! Sekalipun ketika kamu sedang berada di sungai yang mengalir!”

Kadang Rasulullah Saw. mencuci anggota wudhunya tiga-tiga kali, sebagaimana yang banyak diterangkan dalam hadits Utsman bin ‘Affan riwayat Bukhari-Muslim dan hadits Abdullah bin Zaid riwayat Bukhari-Muslim. Kadang pula Beliau mencuci anggota wudhunya dua-dua kali,sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Zaid riwayat Bukhari;

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘ alaihi wa alihi wa sallam berwudhu 2 kali 2 kali”

Kadang Beliau juga mencuci anggota wudhunya satu-satu kali, dan ini merupakan batasan wajibnya. Hal ini diterangkan oleh Ibnu Abbas dalam riwayat Bukhari;

تَوَضَّأَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً مَرَّةً
“Nabi shallallahu ‘ alaihi wa alihi wa sallam berwudhu satu kali satu kali”

Inilah tuntunan Rasulullah Saw dalam berwudhu, tidak pernah disebutkan beliau mencuci anggota wudhunya lebih dari tiga kali! Justru yang ada adalah larangan lebih dari tiga kali sebagaimana yang diterangkan dalam hadits Amr bin Syu’aib yang berbunyi;

جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَسْأَلُهُ عَنِ الْوُضُوْءِ فَأَرَاهُ ثَلاَثًا ثَلاَثُا فَقَالَ : هَذَا الْوُضُوْءُ فَمَنْ زَادَ عَلَى هَذَا فَقَدْ أَسَاءَ وَتَعَدَّى وَظَلَمَ
“Datang seorang A’raby kepada Rasulullah Saw bertanya tentang wudhu. Maka beliau memperlihatkan wudhu tiga-tiga kali lalu beliau berkata, ‘Inilah wudhu, siapa yang menambah di atas ini maka ia telah berbuat jelek, melampaui batas dan berbuat zhalim.’.” (Diriwayatkan oleh Abu Daud no. 135, Ibnu Majah no. 422, An-Nasa`i no. 140, Ahmad 2/180 dengan sanad hasan)

Kenapa kita harus menghargai air meskipun dalam wudhu? Mari kita membuka mata dan hati, Sob. Bila satu muslim saja berlebihan dalam berwudhu, yaitu dengan 20 liter sekali wudhu. Maka di benua afrika atau di negara-negara yang menderita krisis air, satu orang dalam sehari hanya mampu menghabiskan 10 liter untuk seluruh keperluan hidupnya, seperti masak, mandi dan termasuk berwudhu.

Air adalah salah satu dari nikmat terbesar yang dianugrahkan Allah kepada kita. Kadang suka sedih bila menyaksikan orang yang tidak menghargai air. Ada yang seenaknya membuang botol air kemasan, padahal airnya masih setengah. Ada yang menghidupkan keran air terus-menerus padahal ia sedang tidak menggunakannya, seperti saat sikat gigi di wastafel.  


Sob, kadang kita sering lupa. Ketika kita membuka kulkas, lalu minum segelas air dingin, kadang kita lupa untuk sekedar mengucapkan  Alhamdulillah”
Salam,-

Continue reading →
Selasa, 31 Januari 2012

Siapa yang Ingin Kaya ?

21 komentar

Sob, siapa orang di dunia ini yang tidak ingin jadi orang kaya?
Kekayaan memang bisa melenakan kita, Rasulullah Saw. bersabda;

«إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةٌ، وَفِتْنَةَ أُمَّتِي الْمَالُ»
“Sesungguhnya pada setiap umat (kaum) ada fitnah (yang merusak/menyesatkan mereka) dan fitnah (pada) umatku adalah harta”.( HR. Tirmidzi no. 2336, shahih.)

Ini memang harus kita waspadai, namun jangan kita jadikan alasan untuk mensyukuri kemiskinan. Mencari rejeki sudah menjadi kewajiban kita di hamparan bumi Allah ini. 

عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ:سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:لَوْ اَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ, تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا.

Dari Umar Radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Kalau kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, maka niscaya Allah akan memberikan kalian rezeki sebagaimana Allah memberi rezeki kepada burung; ia pergi pagi hari dalam keadaan perutnya kosong, lalu pulang pada sore hari dalam keadaan kenyang”. [HR Tirmidzi, no. 2344; Ahmad (I/30); Ibnu Majah, no. 4164]

Tawakkal bukanlah pasrah! Tawakkal adalah usaha dan hasilnya kita serahkan sepenuhnya kepada sang pemberi rejeki. Seperti halnya burung yang keluar pagi hari untuk mencari rejeki. Dan bila kekayaan kita diberengi dengan keimanan yang besar, sungguh kekayaan itu bisa menjadi aset ibadah yang sangat bernilai di sisi Allah. 

Untuk menjadi kaya, kita harus mencari rejeki, Sob! Allah swt telah meletakkan undang-undang tetap tentang rejeki sejak di lauhul mahfudh. Ada beberapa hal yang kudu kita ketahui tentang hakikat rejeki;

1.      Rejeki itu bukan sebatas materi berupa harta. Rejeki mengandung makna luas seperti memiliki anak, kesehatan, kekuatan, kepintaran, bebas dari beban pikiran. Jadi, bila ada orang yang memiliki harta berlimpah tetapi mengidap penyakit berat misalnya, atau mempunyai beban pikiran yang pelik karena banyak masalah, maka orang itu belum disebut sebagai orang kaya. Karena dengan penyakit atau beban pikiran itu, ia tidak dapat menikmati hartanya.

2.      Rejeki kita masing-masing sudah tertulis di lauhul mahfudh

Meskipun sudah tercatat, bukan berarti rejeki itu akan turun dengan sendirinya dari langit! Kuncinya adalah usaha. Kalau menurut Syekh Sya’rawi, perkara rejeki ini sudah jelas, dan kita diberi dua pilihan, apakah kita ingin memperoleh rejeki dengan jalan yang halal atau sebaliknya, melalui cara-cara yang haram. Dan setiap pilihan akan kita pertanggungjawabkan kelak di hari perhitungan.

Dan kita harus ingat, Sob! Malas-malasan, hanya berdo’a saja tanpa ada usaha tidak termasuk dalam kedua pilihan di atas! He..he..

3.      Ada beberapa rahasia untuk menjadi kaya;
               
               Pertama, sering-sering bersyukur.
               Kedua, perbanyak istighfar.
               Ketiga, sering-sering silaturrahmi.
               Keempat, sungguh-sungguh dalam usaha.

Kalau kita lihat sejarah para sahabat Rasulullah dahulu, banyak di antara mereka merupakan orang kaya. Tidak tanggung-tanggung, kalau diibaratkan zaman sekarang ini kekayaan mereka setara dengan kekayaan seorang Bill Gates. Sebagai contoh sebut saja Ustman bin Affan, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam. Tetapi, harta kekayaan itu tidak mendekap di dalam hati mereka! Mereka tidak takut kehilangan harta demi perjuangan di jalan Allah.

Masih ingat kan, Sob? Kisah Abdurrahman bin Auf yang merelakan kehilangan seluruh hartanya di Mekah ketika ia berhijrah di jalan Allah ke Madinah bersama Rasulullah. Ia tidak sampai bunuh diri karena bangkrut, itu karena harta kekayaannya tidak mendekap di dalam hati. Namun apa yang terjadi di Madinah, karena keuletannya dalam berdagang, meskipun dengan modal yang sangat minim Abdurrahman bin Auf mampu bangkit kembali dan menjadi salah satu saudagar terkaya di Madinah.

Sob, postingan kali ini bukan bermaksud agar kita terus mengejar kekayaan dan melupakan ibadah. Muslim yang kuat lebih baik daripada muslim yang lemah. Dan kenyataannya hari ini, kekayaan merupakan salah satu aspek kekuatan.

Hal terpenting di sini, aku hanya ingin memotivasi diri sendiri dan kita semua; 

“Kaya itu harus, karena simbol kekuatan zaman sekarang. Kekayaan harus berada dalam genggaman. Namun, kekayaan jangan sampai mendekap dalam hati”




Saleum,- 

Posted by: http://jabanahsadah.blogspot.com/      

Continue reading →
Kamis, 26 Januari 2012

SAH ?!

20 komentar


 FollowTwitSadah@FahrieSadah








“Sah?” Seru Pak Penghulu.

“Saaaah..!!” Jawab para saksi dan semua hadirin.

Sambil mengusap wajah masing-masing, kami mengucap, “Alhamdulillah..!”  

Rasanya begitu nyata, detik ini statusku berubah. Aku bukan lagi Dodi si bujang lapuk! Tidak ada lagi yang akan menghinaku, mengataiku tak laku-laku. Dan siapa sangka? Dina, gadis idaman pemuda se-Jagarosa. Mulai dari mahasiswa hingga eksekutif muda menggilainya, toh akhirnya jatuh ke pelukan-ku, si pengembala kerbau dari kubangan Jagarosa!

“Mana mungkin Dina menolak arjuna yang datang menunggang kerbau!” Kataku sambil menepuk dada. 

Dina tersenyum menyeringai medengar ocehan orang-orang. Sambil menggandeng lengan legamku, ia mengedipkan mata, siapapun pasti mengerti akan isyarat itu.

“Selamat ya.. semoga lenggeng”
“Wah, beruntung banget si Dodi!”
“Iya, tapi musibah buat Dina..”

Para jejaka melirik sinis lewat ujung mata, mata-mata itu gengsi takut ketahuan sedang sirik, namun kepalan tangan mereka tidak bisa bohong. Aku serasa seperti pahlawan, senyumku menyaingi matahari, pikatku mengalahkan Messi, langkahku elegan seperti mersi. 

Dan yang paling bahagia adalah Ibu. Hari ini ibu kelihatan sangat..klasik, mungkin lebih tepatnya lagi kuno. Tapi ibu punya alibi, kebaya 30 tahun lalu itu tidak pernah ibu pakai lagi semenjak bapak meninggal. Dan hari ini, ibu merasa lebih hidup dengan kebaya itu! Seperti ter-rewind ke masa silam, saat ijab Kabul dengan almarhum bapak. Ibu berlari kecil kesana kemari sambil terus membagikan kueh ‘rom-rom’ buatannya ke semua orang. Persis seperti seorang gadis yang sedang merayakan hari ulang tahunnya. Ibu ingin berbagi bahagia, satu bebannya telah hilang.

Tapi rupanya alam tidak merestui, tiba-tiba angin bertiup kencang. Tenda-tenda pesta rubuh seketika. Orang-orang-pun panik, berlari tak tentu arah. Kueh ‘rom-rom’ ibu beterbangan ke angkasa, dan yang paling parah..Dina lepas dari genggamanku! “Dina.. Dina! Dimana kamu??” Teriakku sambil celingukan kiri kanan.

Aku sangat kebingungan, berputar-putar seperti gasing, dan Dina tidak kunjung ketemu. Akhirnya hujan turun, semakin deras, dan sepertinya akan banjir. Air sangat cepat meninggi, aku kelelep sambil terus menyebut nama Dina.
“Dina, kita sudah sah! Sah, sah, sah, sah! Saaaaaah! Saaaaabblebblebblebbleb…” 

Aku tenggelam, dan sebuah kapal menabrakku hingga aku tersentak dan terlempar ke sebuah jurang.

“Buuuk!”

“Hah..hah.., kok aku belum mati? Dina..Dina mana?! Oh, pinggangku..” 

Aku ngos-ngos-an. Butuh sekian detik untuk sadar, bahwa aku sedang tergeletak di lantai, bahwa aku baru saja jatuh dari ranjang, bahwa kasurku basah semua, bahwa Ibu sedang melotot ke arahku sambil memegang bantal guling dan bersiap-siap memukulku dengan bantal itu.

“Sah..sah..sah! Apanya yang sah? Dari tadi ibu siram pake air ngak bangun-bangun! Ditimpuk pakai bantal guling sampai jatuh baru bangun! Noh, si kebo dah kelaparan, kasih makan sana! Jangan tidur mulu! Dasar pemalas! Gimana mau dapat jodoh!” Rentet ibu panjang kaya pengunguman diskon pasar kaget.

“Rupanya hanya mimpi..” Gumanku pelan.

“Itu  di atas meja ada kueh ‘rom-rom’ untuk sarapan, ibu mau ke pasar” Teriak ibu sebelum menutup pintu depan. 

Aku bangkit dari kasur dengan memikul berton-ton rasa malas, “Minimal kue ‘rom-rom’ buatan ibu sudah jadi kenyataan!!” Sahutku dan langsung dibalas oleh dentuman pintu, ‘Buummm!”.

Note: 476 kata (Nyumbang FF di hari terakhir Kontes FF Mbak Wangi, hehe..)


Continue reading →
Selasa, 24 Januari 2012

Apa Prioritas Kita?

5 komentar

Dalam kehidupan kita, harus ada prioritas-prioritas yang mesti dijaga. Demikian halnya dalam ranah fiqih. Fenomena yang jelas terlihat di tengah masyarakat saat ini, begitu marak dan megahnya kegiatan-kegiatan yang bersifat hiburan, sedangkan kegiatan keilmuan semakin sedikit. Lihat saja antusiasme masyarakat menghadiri nonton bola bareng atau konser band tertentu, dan bandingkan dengan kegiatan-kegiatan keilmuan seperti pengajian, ceramah atau seminar.

Syeh Yusuf Qardawi memberi batasan prioritas, yaitu dengan menempatkan sesuatu sesuai kedudukannya وضع كل شيء في مرتبته) ( .

Sebagai contoh nyata (waqi’), ada orang kaya yang zakat nya rajin, tetapi shalatnya masih bolong-bolong. Ia merasa sebagai dermawan yang rajin zakat, banyak sedekah ke mesjid, haji berkali-kali. Sehingga ia beranggapan bahwa ia tidak perlu shalat lagi. Atau sebaliknya, ada orang yang shalatnya sangat rajin, tetapi menyisihkan hartanya untuk zakat atau menunaikan haji sangat berat, padahal ia mampu.

Abu Bakar r.a. pernah berkata:
لأقاتلنَّ مَن فرّق بين الصلاة والذكاة  
(Sungguh, saya akan memerangi siapapun yang memisahkan antara kewajiban shalat dan zakat)

Kasus di atas adalah bukti penempatan prioritas yang sangat keliru. Shalat dan zakat,keduanya adalah wajib (asas) yang harus ditunaikan. Tidak ada pilihan ataupun prioritas dalam ibadah yang sama-sama fardhu. Terlebih lagi, bila kita memprioritaskan ibadah yang hukumnya sunnah di atas yang fardhu!

Contoh nyata yang lain, hari ini kita terseret jauh dalam labirin Ghauzul Fikr (perang pemikiran) yang di lemparkan oleh musuh-musuh Islam. Sehingga kita terlalu banyak menghabiskan waktu untuk saling berdebat soal-soal khilafiah dalam agama. Kita terlena dengan ego masing-masing dengan merasa pendapatnya paling benar. Kita stuck pada level debat terbuka ini, sementara mereka (musuh islam) sudah mencapai level produktivitas. Akhirnya, saat mereka berlomba-lomba dalam berkarya, kita juga berlomba-lomba dalam mengkonsumsi karya mereka (hedonisme).

Inilah yang kerap membuat hati geram, seharusnya kita mendahulukan yang Ushuluddin (asas-asas dalam agama) dalam kehidupan kita, jangan malah saling mencaci hanya untuk perkara furu’uddin (cabang dalam agama)! Mana contoh perkara furu’uddin? Shalat tarawih (kenapa terus berdebat tentang bilangannya, toh shalat tarawih ini sunnah (cabang) bukan wajib (asas) hukumnya?!)

Banyak contoh yang lain, hanya saja yang ingin kita gariskan di sini, mari kita ‘naik kelas’, tidak usah lagi banyak berdebat, karena debat hanya menimbulkan perpecahan, mari kita banyak berbuat. Dalam Islam ada landasan Fiqh Prioritas (Fiqh Aulawiyah), kenapa kita tidak mulai menempatkan sesuatu sesuai prioritasnya?

Tabek,-
Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian