Rabu, 26 Januari 2011

Bag. III. Mesir Rusuh; Berlindung di Benteng Shalahuddin

5 komentar

LPJ (Laporan Perjalanan)
Khartoum-Cairo

Saat duduk santai di Taman Ataba selepas menukar US Dolar ke Pond Mesir, tiba-tiba datang dua orang polisi dan mengusir kami dari tempat itu. Katanya akan ada demonstrasi besar-besaran sebentar lagi. Suasana Mesir memang sedang panas meski musim dingin. Setelah bom bunuh diri di Alexandria, secara beruntun enam warga Mesir di tempat terpisah melakukan protes dengan cara membakar diri, meniru aksi di Tunisia. 
Continue reading →
Sabtu, 22 Januari 2011

Bag. II. Saweu Nek 'Uun

0 komentar



Agenda kami di Cairo hari-hari pertama adalah flatwalking, bersilaturrahmi ke beberapa flat mahasiswa Aceh yang kami kenal. Mahasiswa Aceh di Cairo kira-kira berjumlah 400-an. Kebanyakan mendiami kawasan Katameya, yaitu sekitar 150 orang. Dan yang lainnya tersebar di beberapa wilayah seperti Matariya, Ezbed, Nasr city, Hayasir, dan Elmarg. Sebagian kecil ada juga yang tinggal di provinsi selain Cairo seperti Thanta, Manshurah dan Zagaziq.
Continue reading →
Rabu, 19 Januari 2011

Bag. I (Leumak Mabok)

1 komentar

LPJ (Laporan Perjalanan) Khartoum-Cairo

First Report

“Kesan pertama mendarat di Cairo.. susah nemuin orang jelek! “ Kata Moli sambil melihat ke arahku. Ada dua spekulan disini, apakah aku ganteng, atau justru tergolong orang yang susah ditemukan itu? Entahlah, aku tidak begitu yakin. Kubolak-balik beberapa lembar pecahan dolar sebagai persiapan. Pond Sudan sudah jelas tidak berlaku disini. Sedangkan untuk keperluan migrasi, pasti membutuhkan uang. Secuil rasa ge er tadi hilang di balik rentetan pertanyaan petugas migrasi, nyaris berubah cemas. Mulai dari pertanyan tentang keperluan apa di Cairo hingga minta bukti finansial atau dikenal dengan istilah ‘uang tunjuk’.

Continue reading →
Minggu, 09 Januari 2011

Referendum Sudan Selatan, Aman Terkendali

3 komentar
http://www.bbc.co.uk/arabic/worldnews/
Antrian panjang massa terlihat sejak pagi di pusat pemungutan suara Kota  Juba, Sudan. Pemilihan suara diawali oleh Salva Kiir, Kepala Pemerintahan Daerah Sudan Selatan. Ia idampingi oleh Aktor Amerika George Clooney beserta ketua komite hubungan luar negeri AS, John Kerry. Kehadirannya di TPS langsung disambut tepuk tangan meriah dari massa yang sedang mengantri. “Ini adalah momen bersejarah yang telah lama ditunggu rakyat Sudan Selatan”, kata Salva Kiir sebagaimana dilansir BBC NEWS  (Minggu, 9/1/2011).
Continue reading →
Rabu, 05 Januari 2011

Saman dan Reformasi Perdamaian di Sudan

1 komentar


Sukses dalam penampilan di Wisma KBRI tanggal 15 Des 2010 yang lalu dalam acara memperingati kemerdekaan Indonesia ke-65 sekaligus Promosi Budaya Indonesia. Tim saman Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Sudan berhasil memikat kalangan pejabat Sudan yang hadir. Terbukti, selang beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 19 Des 2010 datang permohonan mengisi acara dari Departemen Kebudayaan Sudan. Sudah tentu ini adalah kesempatan emas untuk bersosialisasi sekaligus memperkenalkan budaya kita di kancah internasional. 


Continue reading →
Minggu, 02 Januari 2011

FIREWORKS TAHUN BARU DI SUDAN

5 komentar
Terlepas dari segala bentuk kontrofersi agama yang ada, akhir desember malam menjelang pukul 00.00, khartoum sesak oleh warga yang ingin menyambut tahun baru. Kota khartoum betul-betul light, suara torompet sahut-sahutan dengan klakson mobil menambah ‘wah’ suasana malam itu.
 Suhu dingin mencapai 10 derajat celcius tidak menghalangi langkah kami menyaksikan warna-warni tahun baru di Sudan. Penghujung tahun ini memang puncak musim dingin. Sebagai antisipasi, jaket bulu lengkap dengan penutup kepala jadi andalan meredam dinginnya khartoum malam ini.



Continue reading →
Rabu, 29 Desember 2010

WALIMAH

2 komentar
Istilah ini tentu tidak asing lagi bagi kita. walimah yang sekarang diartikan pesta pernikahan ternyata telang mengalami generalisasi makna (perluasan makna). Walimah adalah istilah bangsa arab dahulu yang artinya makanan yang dihidangkan pada pesta pernikahan. Untuk soal makanan, bangsa arab ternyata sangat detail. Terbukti dengan beragam istilah yang mereka gunakan. Selain walimah ada istilah lain seperti ma’diah (makanan yang disuguhkan untuk tamu), i’zar (makanan saat acara khitanan), Kharas (makanan saat ada yang melahirkan), naqiah (makanan untuk menyambut anggota keluarga yang baru datang dari perantauan), dan lain sebagainya.
Pada momen kali ini, saya menghadiri walimahan si Hasan penjaga kafetaria tempat saya kuliah. Acaranya juga diadakan di kafetaria, jadi banyak mahasiswa yang hadir. Apalagi mahasiswa asing yang tinggal di flat kampus, ini adalah hiburan tersendiri bagi mereka sekaligus untuk mengenal budaya Sudan lebih dalam.
Continue reading →
Selasa, 28 Desember 2010

Berburu di Pulau Umdum 2

6 komentar
Perburuan dilakukan malam hari. Ya, saat mangsa kita sedang tidur pulas. Burung yang menjadi target adalah burung merbuk. Bahasa sainsnya Geopelia striata, burung yang senang berkelompok ini memang paling enak digulai ataupun dibakar. Di pulau umdum ini, species ini mencapai jutaan jadi tidak perlu takut sampai punah.
Lima tim yang telah terbentuk siap menuju medan buru. Masing-masing tim terdiri dari 3 orang yang mempunyai peran berbeda. Seorang eksekutor, pemegang senter dan seorang tukang jagal, hehe. Sebelum mangsa menghembuskan nafas terakhirnya, si tukang jagal dengan sigab langsung menyembelih sesuai dengan syari’at Islam.
Luas pulau umdum kira-kira mencapai 15 ha. Jadi untuk jaga-jaga kami tetap saling berkomunikasi selama perburuan. Satu-satunya petunjuk arah adalah bintang utara. Kami berpatokan pada bintang di langit sebelah utara itu bila nantinya nyasar. Karena lokasi kemah kebetulan terletak tepat dibawah bintang yang tidak pernah redup itu.
Continue reading →
Jumat, 24 Desember 2010

Perburuan Burung di Pulau Umdum

2 komentar
Hari ini para snipers sudah mempersiapkan segala hal untuk beraksi di Pulau Umdum. Mulai dari persiapan fisik, karena medan yang dilalui lumayan sulit. Jangan harap ada warteg di sana, jadi bekal untuk dimasak juga harus dibawa. Terutama air untuk bersuci, minum dan memasak. Satu lagi yang terpenting adalah senjata, lengkap dengan peluru sebanyak-banyaknya. 

Jarak dari Kota Khartoum menuju Pulau Umdum hanya sekitar 40 Km. Kira-kira hanya butuh 30 menit menggunakan mobil. Pulau tak berpenghuni ini terletak di seberang sungai nil. Tidak banyak yang berburu burung disini. Mungkin, hanya kolompok-kelompok kecil mahasiswa asal asia yang suka tantangan yang datang ke pulau ini. Menjalang ashar kami beranjak. Kalau pagi-pagi juga percuma, karena perburuan akan di mulai malam hari.
 
Sebelum sampai ke sungai nil yang berhadapan langsung ke pulau umdum, kita mau gak mau harus melewati sebuah perkampungan kumuh bernama ‘seyif’. Rumah-rumah kecil dari tanah liat berdiri kokoh mengelilingi sebuah pekuburan luas. Tidak ada nisan bertuliskan nama. Setiap kuburan hanya diberi tanda sebatang kayu. Entah bagaimana mereka membedakan kuburan keluarganya dengan kuburan yang lain?.. satu-satunya bangunan yang megah adalah sebuah mesjid yang terletak di sebelah pekuburan. Kami shalat ashar dan mengisi galon-galon besar dengan air untuk persiapan di Pulau Umdum.

Continue reading →
Google PageRank Checker Powered by  MyPagerank.Net

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian