Rabu, 06 April 2011

HOBI BERBICARA

7 komentar
Satu lagi karakteristik Bangsa Arab yang mau saya shere adalah HOBI NGOMONG! Mengenai kebiasaan mereka berbasa-basi, sudah pernah saya jelaskan sepintas di sini

Satu sisi, kegemaran mereka berbicara ini dapat membentuk masyarakat yang memiliki kepedulian tinggi dan peka terhadap kondisi sosial. Tapi, di sisi lain, kegemaran ngomong ini sering memicu ego tidak mau kalah. Walhasil, debat-debat kusir sering kita temui di mana saja, di pusat perbelanjaan, di jalan, di sekolah, di kampus, di bus kota, bahkan di rumah sakit.

Sudan masih lumayan kalem untuk urusan berbicara, tidak seperti Mesir. Di Mesir, setiap kita jalan di tempat keramaian, sudah dipastikan akan ada insiden adu mulut. Berbeda seratus derajat dengan di Indonesia, bila kita naik angkutan umum katakanlah sejenis busway, kita akan menyaksikan diskusi interaktif yang melibatkan hampir semua penumpang. Atau, bila kita naik taxi, maka siap-siaplah mendengar segala ocehan dan pertanyaan supir taxi selama perjalanan. Maklumlah, mereka keturunan kaum Nabi Musa yang hobi ngomong.

Ada yang salah dengan HOBI ini?

Bila disalurkan pada jalan yang tepat seumpama mendakwahkan kebenaran, tentu sangat baik. Apa saja, bila melebihi takaran yang wajar akan berakibat buruk. Contohnya makan, bila berlebihan tentu tidak sehat. Demikian juga berbicara, bila berlebihan bisa bahaya. Banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menjelaskan bahaya berbicara berlebihan (fudhulul kalam). Kehancuran umat-umat terdahulu juga banyak disebabkan karena saling berbeda pendapat dengan Nabi mereka.

Bicara tentang Mesir, jadi teringat kisah Umat Nabi Musa (Bani israil) saat diperintahkan berkurban dengan seekor sapi, mereka berkata ; “Tolong tanyakan pada Tuhanmu, sapi yang bagaimana?” 

Nabi Musa menjawab, “Sapi yang tidak terlalu tua, tidak pula terlalu muda”. 

Mereka berkata lagi, “Tolong tanyakan Tuhanmu, apa warna sapi yang harus kami kurbankan?”

Nabi musa Menjawab, “Warnanya kuning keemasan”. 

Bani Israil bertanya lagi, “Bagaimana ciri-cirinya yang lain?” 

Nabi Musa menjawab, “Sapi itu tidak pernah digunakan untuk bekerja di ladang, tidak ada bercak putih sedikitpun di tubuhnya”.  Dan akhirnya mereka tidak bisa menemukan sapi yang sesuai dengan ciri-ciri tersebut (QS. Al-Baqarah : 67-71)

Jika saja kaum Nabi Musa tidak terlalu bertele-tele bertanya, tentu mereka mudah saja menemukan sapi itu. Karena, perintah Allah yang pertama adalah menyembelih sapi yang mana saja. Tapi, dengan banyak bertanya, justru memberatkan mereka sendiri.
كثرة الكلام يأدي الي كثرة الخطأ والكدب
              “Banyak berbicara dapat mengakibatkan banyak salah dan banyak bohong

Kadang saya suka lupa diri bila sedang berbicara. Mulai dari omongan yang baik-baik, lalu panjang lebar, merentet, hingga tanpa disadari omongan mulai bertema menjelekkan orang lain, menggosipi tetangga atau lawan jenis.

Padahal anggota tubuh yang paling sering melakukan dosa adalah lidah. Yaitu, BOHONG, ADU DOMBA dan FITNAH. Karena, sungguh… lidah tidak bertulang!

NB: Peringatan untuk diri sendiri, biar lebih sedikit pendiam..^^

7 Responses so far

  1. nice post.... I like it
    Gambar ilustrasinya lucu juga ya, kasihan tuh tukang sapunya .... hehehehehe...
    makasih ya telah berkunjung di rumah ku

  2. Kayaknya perlu tambah satu lagi tuh tukang sapunya..Mbak ^^

  3. auraman says:

    ya saya pernah mendengar dari ustads saya mas, katanya orang yang banyak alasan dan memang tidak niat dalam bekerja dengan melemparkan berbagai pertanyaan termasuk golongan YAHUDI ya mas... semoga saya tak termasuk ya.. amiin

  4. Bani Israil (kaum Nabi Musa) yang diceritakan di atas memang dari golongan yahudi mas..

  5. nice post...^^
    berkunjung ke blogku jga yah...

  6. hoooo iya yah bener.
    ga boleh terlalu banyak bicara juga, jangan berlebihan :D
    baguuuss postingan, makasih yah udah ngingetin :D

  7. Mushdiqah :: Salam kenal,saya pasti berkunjung..^^

    Jasmine :: Makasih udah mau mampir ..^^

Leave a Reply

Komentarin SADAH Dunk !!

Pasang Banner Sadah.. ^^

create your own banner at mybannermaker.com!

SAdah-Sadah Sekalian