FollowTwittSadah@FahrieSadah
Dulu, setiap hari menjelang tidur harus sms kamu; “Met bobo sayang. Aku kangen dan cinta banget sama kamu”. Masalahnya, Kalau aku lupa, sms kamu yang akan masuk duluan; “Sms-nya mana, Beb?” Tapi sekarang, Nokia-ku tertunduk malu setiap kupandang, seakan ikut merasa bersalah atas kesunyian ini.
Dulu, jam 10 pagi pasti ada telpon dari kamu; “Lagi
ngapain, Beb?” Seperti biasa aku
jawab dengan rasa dongkol; “Lagi kerja sayang, nanti aku telpon kamu jam makan siang ya?” Namun kini, inilah aku,tanpamu, sangat merindu.
Dulu, kamu sering bersamaku kapan saja dan kemana saja aku
pergi. Tapi pagi ini, sudah tiga hari aku terbaring di rumah sakit akibat
kecelakaan, kamu tidak kunjung datang. Ya, aku masih bisa tersenyum, karena
kamu masih mau menulis sepucuk surat. Ohya, tadi suster yang menyampaikan
suratmu sempat bertanya; “Mas, pacarnya ya? Cantik dan sopan sekali ya..”.
Dengan tergesa aku
membuka amplop itu, ternyata ada foto wisudamu. Ya Allah, kamu berhasil,
Sayang. Dan sumpah! Kamu jauh lebih cantik dari yang suster tadi gambarkan! Sayang,
aku pingin hubungan kita seperti dulu lagi, aku mau balik sama kamu.
Aku baca suratmu perlahan, ingin meresapi kehadiranmu di setiap
hurufnya..
Assalamu’alaikum..
Masih
boleh panggil beb ngak? Hehe, becanda Kak.
Maaf aku ngak bisa jenguk
Kakak. Aku takut terjebak lagi dalam perasaan itu. Kakak kan tahu, saat kita
pacaran, aku pinginnya selalu sama kakak. Ternyata yang Kakak bilang benar, aku
harus bisa menyelesaikan masalahku sendiri, jangan selalu bergantung pada
kakak!
Dulu, setiap malam aku menunggu sms Kakak, aku
takut kakak melupakanku. Sekarang, aku lebih banyak mengaji kalau malam.
Ternyata, dengan membaca Al-Qur’an dan lebih dekat kepada Allah, tidak sulit
melupakanmu, Kak.. hehe.
Dulu,
setiap pagi aku kepikiran Kakak, padahal waktu itu aku lagi kuliah, selalu
tidak sabar untuk bertemu kakak sepulang kuliah. Tapi sekarang, semenjak kita
putus, aku lebih banyak ikut kegiatan positif di kampus. Aku juga kursus bahasa,
Kak! Dulu kakak selalu mengolok-olok Bahasa Inggrisku, sekarang udah beda lho!
Masih
ingat kalimat kakak sebelum kita berpisah? Waktu aku sedang menangis sejadi-jadinya,
kakak bilang; “Suatu saat, kamu akan berterimakasih karena aku putusin!”
Dan inilah hari itu, Kak. Aku berterimakasih, inilah aku, tanpamu. Mungkin
kalau masih jadi pacar Kakak aku tetap seperti dulu, gadis yang bodoh, cengeng,
gampang menyerah dan selalu bergantung sama orang lain.
Saat
Kakak membaca surat ini, mungkin aku sudah di pesawat. Alhamdulillah, aku dapat beasiswa
dari dari kampus untuk melanjutkan studiku di Amerika, do’akan lancar ya, Kak.
Dulu, kakak juga bilang, “Jangan pernah ragu dengan cinta-ku! Hanya saja
belum tiba waktunya”. Aku tidak pernah ragu, Kak. Kakak juga jangan ragukan
cintaku ya!? Bila memang sudah tiba waktunya, segera lamar aku, tidak usah
pacaran-pacaran lagi! Hehe..
Moga
cepat sembuh, semoga Allah menyertai usaha, do’a dan cinta kita..
“Suster..suster!”
“Ada apa, Mas? Kenapa teriak-teriak?” Tanya suster sambil
lari-lari kecil ke arahku.
“Bantu saya, Sus. Ssh.. Saya mau sujud syukur..”
Note : 468 kata (Nyetor FF untuk Mbak Wangi, tapi udah telat sih ^^)
By: http://jabanahsadah.blogspot.com/
By: http://jabanahsadah.blogspot.com/












