Perburuan dilakukan malam hari. Ya, saat mangsa kita sedang tidur pulas. Burung yang menjadi target adalah burung merbuk. Bahasa sainsnya Geopelia striata, burung yang senang berkelompok ini memang paling enak digulai ataupun dibakar. Di pulau umdum ini, species ini mencapai jutaan jadi tidak perlu takut sampai punah.
Lima tim yang telah terbentuk siap menuju medan buru. Masing-masing tim terdiri dari 3 orang yang mempunyai peran berbeda. Seorang eksekutor, pemegang senter dan seorang tukang jagal, hehe. Sebelum mangsa menghembuskan nafas terakhirnya, si tukang jagal dengan sigab langsung menyembelih sesuai dengan syari’at Islam.
Luas pulau umdum kira-kira mencapai 15 ha. Jadi untuk jaga-jaga kami tetap saling berkomunikasi selama perburuan. Satu-satunya petunjuk arah adalah bintang utara. Kami berpatokan pada bintang di langit sebelah utara itu bila nantinya nyasar. Karena lokasi kemah kebetulan terletak tepat dibawah bintang yang tidak pernah redup itu.







