Tidak terasa cukup lama juga ternak-ternak itu terlepas, hidup liar di alam bebas. Bahkan mungkin, sebagian dari mereka telah mati ditelan waktu, atau dicuri peternak lain. Sangat sulit bangkit dari tidur selepas shubuh dan mengejar ternak-ternak itu, lalu mengurungnya kembali di kandang. Dan paling tidak, butuh waktu untuk itu. Sementara, ternak-ternak itu beranak-pinak di tangan orang lain. Ataupun berakhir tragis jadi barbeque panggang. Apatah bedanya? Kita tetap tidak memperoleh apapun selain kekeringan.
Senin, 28 Februari 2011
Rabu, 02 Februari 2011
Wisata Demonstrasi Di Mesir (2)
Setelah ribuan demonstran menghancurkan sebagian besar pos polisi di Cairo, Husni Mubarak langsung meliburkan polisi dan jajaran aparat pemerintahannya untuk menghindari bentrok dengan warga. Tindakan ini justru memunculkan masalah baru. Cairo dengan polisi keamanan saja susah diatur, apalagi tanpa polisi!
Kondisi ini makin diperparah, setelah ribuan narapidana dari penjara Cairo dan Alexandria dikabarkan kabur. Sebagai antisipasi, masyarakat mulai menerapkan ronda mulai jam tiga sore hingga dini hari. Ronda yang extrim menurutku! Setiap orang masing-masing memegang senjata mulai dari balok kayu, cangkul, sekop, pisau daging hingga pedang samurai. Bahkan beberapa orang terlihat memegang senjata api rakitan. Warga Mesir memang sudah terbiasa dengan senjata api, hal ini dikarenakan setiap pemuda Mesir sebelum mengenyam bangku kuliah, di kenakan wajib militer selama setahun.
Wisata Demonstrasi (Cairo, Mesir)
Wisata, kedengarannya memang naif di tengah musibah yang sedang terjadi. Namun, mozaik kerusuhan di Mesir saat ini, menjadi wahana hiburan tersendiri yang memicu adrenalin. Sama halnya kita menggigil ketakutan saat berada di Rumah hantu atau berteriak histeris saat naik Halilintar di Dunia Fantasi. Karena itulah saya menyebutnya wisata demonstrasi, atau bila di generelisasikan lagi, sebut saja wisata politik. Karena secara tidak langsung, trik dan intrik politik dalam situasi rusuh ini menarik untuk disimak.
Rabu, 26 Januari 2011
Bag. III. Mesir Rusuh; Berlindung di Benteng Shalahuddin
LPJ (Laporan Perjalanan)
Khartoum-Cairo
Saat duduk santai di Taman Ataba selepas menukar US Dolar ke Pond Mesir, tiba-tiba datang dua orang polisi dan mengusir kami dari tempat itu. Katanya akan ada demonstrasi besar-besaran sebentar lagi. Suasana Mesir memang sedang panas meski musim dingin. Setelah bom bunuh diri di Alexandria, secara beruntun enam warga Mesir di tempat terpisah melakukan protes dengan cara membakar diri, meniru aksi di Tunisia.
Sabtu, 22 Januari 2011
Bag. II. Saweu Nek 'Uun
Agenda kami di Cairo hari-hari pertama adalah flatwalking, bersilaturrahmi ke beberapa flat mahasiswa Aceh yang kami kenal. Mahasiswa Aceh di Cairo kira-kira berjumlah 400-an. Kebanyakan mendiami kawasan Katameya, yaitu sekitar 150 orang. Dan yang lainnya tersebar di beberapa wilayah seperti Matariya, Ezbed, Nasr city, Hayasir, dan Elmarg. Sebagian kecil ada juga yang tinggal di provinsi selain Cairo seperti Thanta, Manshurah dan Zagaziq.
Rabu, 19 Januari 2011
Bag. I (Leumak Mabok)
First Report
“Kesan pertama mendarat di Cairo.. susah nemuin orang jelek! “ Kata Moli sambil melihat ke arahku. Ada dua spekulan disini, apakah aku ganteng, atau justru tergolong orang yang susah ditemukan itu? Entahlah, aku tidak begitu yakin. Kubolak-balik beberapa lembar pecahan dolar sebagai persiapan. Pond Sudan sudah jelas tidak berlaku disini. Sedangkan untuk keperluan migrasi, pasti membutuhkan uang. Secuil rasa ge er tadi hilang di balik rentetan pertanyaan petugas migrasi, nyaris berubah cemas. Mulai dari pertanyan tentang keperluan apa di Cairo hingga minta bukti finansial atau dikenal dengan istilah ‘uang tunjuk’.
Minggu, 09 Januari 2011
Referendum Sudan Selatan, Aman Terkendali
![]() |
| http://www.bbc.co.uk/arabic/worldnews/ |
Antrian panjang massa terlihat sejak pagi di pusat pemungutan suara Kota Juba, Sudan. Pemilihan suara diawali oleh Salva Kiir, Kepala Pemerintahan Daerah Sudan Selatan. Ia idampingi oleh Aktor Amerika George Clooney beserta ketua komite hubungan luar negeri AS, John Kerry. Kehadirannya di TPS langsung disambut tepuk tangan meriah dari massa yang sedang mengantri. “Ini adalah momen bersejarah yang telah lama ditunggu rakyat Sudan Selatan”, kata Salva Kiir sebagaimana dilansir BBC NEWS (Minggu, 9/1/2011).
Rabu, 05 Januari 2011
Saman dan Reformasi Perdamaian di Sudan
Sukses dalam penampilan di Wisma KBRI tanggal 15 Des 2010 yang lalu dalam acara memperingati kemerdekaan Indonesia ke-65 sekaligus Promosi Budaya Indonesia. Tim saman Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Sudan berhasil memikat kalangan pejabat Sudan yang hadir. Terbukti, selang beberapa hari kemudian, tepatnya tanggal 19 Des 2010 datang permohonan mengisi acara dari Departemen Kebudayaan Sudan. Sudah tentu ini adalah kesempatan emas untuk bersosialisasi sekaligus memperkenalkan budaya kita di kancah internasional.
Minggu, 02 Januari 2011
FIREWORKS TAHUN BARU DI SUDAN
Terlepas dari segala bentuk kontrofersi agama yang ada, akhir desember malam menjelang pukul 00.00, khartoum sesak oleh warga yang ingin menyambut tahun baru. Kota khartoum betul-betul light, suara torompet sahut-sahutan dengan klakson mobil menambah ‘wah’ suasana malam itu.
Suhu dingin mencapai 10 derajat celcius tidak menghalangi langkah kami menyaksikan warna-warni tahun baru di Sudan. Penghujung tahun ini memang puncak musim dingin. Sebagai antisipasi, jaket bulu lengkap dengan penutup kepala jadi andalan meredam dinginnya khartoum malam ini.
Langganan:
Postingan (Atom)








