Setelah ribuan demonstran menghancurkan sebagian besar pos polisi di Cairo, Husni Mubarak langsung meliburkan polisi dan jajaran aparat pemerintahannya untuk menghindari bentrok dengan warga. Tindakan ini justru memunculkan masalah baru. Cairo dengan polisi keamanan saja susah diatur, apalagi tanpa polisi!
Kondisi ini makin diperparah, setelah ribuan narapidana dari penjara Cairo dan Alexandria dikabarkan kabur. Sebagai antisipasi, masyarakat mulai menerapkan ronda mulai jam tiga sore hingga dini hari. Ronda yang extrim menurutku! Setiap orang masing-masing memegang senjata mulai dari balok kayu, cangkul, sekop, pisau daging hingga pedang samurai. Bahkan beberapa orang terlihat memegang senjata api rakitan. Warga Mesir memang sudah terbiasa dengan senjata api, hal ini dikarenakan setiap pemuda Mesir sebelum mengenyam bangku kuliah, di kenakan wajib militer selama setahun.








